DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Masih Sidang Enam Janda


__ADS_3

"Oh iya satu lagi, aku tanya, Apa benar Miss A win dan Miss A moy tidak mengakui kalau kalian suka sama kita dihadapan Tuan Darren dan Tuan William?"


Enam janda yang ada disana kembali dibuat terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Yoyo. Empat janda yang lain langsung menatap dua janda yang sedari tadi terdiam dengan tatapan yang sukar untuk dijelaskan. Sedangkan dua janda yang disebut namanya oleh Yoyo terbungkam karena bingung mau menjelaskan darimana.


A moy dan A win tidak menyangka kalau ucapan yang tanpa sengaja dia katakan pada ayahnya anak anak malah menjadi bomerang dan disalah artikan oleh dua pemuda itu. Dua janda itu memang tidak berterus terang tentang perasaan mereka saat mantan suami mereka melempar pertanyaan tentang hal itu.


"Terima kasih, Miss. Pada akhirnya kami tahu, tidak ada cinta yang tulus untuk pria miskin seperti kami," ucap Yoyo lagi, tenang tapi sangat terasa kekecewaanya.


"Kamu itu salah paham, Yo," A win akhirnya angkat suara. "Kami memang tidak berterus terang sama William dan Darren. Tapi perasaan kami memang tulus pada kalian. Maaf jika sikap kami terutama aku, sangat mengecewakan kamu, Yo. Maaf juga, karena emosi yang tidak bisa dikendalikan, aku sama A moy lepas kendali dan mengingatkan batasan status kalian. Tapi sungguh itu diluar sadar kami. Kami tahu, harga diri kalian pasti sangat terluka dan kalian semakin meragukan cinta kami. Kami sadar, kami yang berlebihan dalam bersikap."


A win berkata dengan tatapan penuh rasa sesal. Airmatanya ikut mengalir meski tidak ada isak disetiap dia mengeluarkan kata katanya. Namun setidaknya ada rasa lega dalam hatinya setelah bisa mengucapkan maaf yang sempat terganjal dengan segala kata yang ingin dia ucapkan.


"Apa yang dikatakan A win memang benar," A moy pun ikut mengeluarkan suaranya. "Harusnya aku dan A win berterima kasih, karena kalian berhasil menyembuhkan trauma pada Binbin dan Zoe."


"Apa! Binbin dan Zoe sembuh, kak?" tanya A zia menyela ucapan A moy.

__ADS_1


A moy pun mengangguk dan menatap empat janda yang sedang menatapnya. "Binbin dan Zoe sudah tidak takut lagi bertemu dengan ayah mereka. Anak anak terlihat bahagia sampai bangun tidur siang tadi, hal yang pertama diberitahukan kepada kami adalah rasa bahagia mereka bisa bermain dengan sang ayah. Tapi aku dan A win tidak melihat kebaikan dan jasa Yoyo dan Tito dalam hal itu. Kami malah tidak terima dan meluapkan amarah kami hanya karena anak anak pulang sekolah pada waktu yang tidak seharusnya. Harusnya kami sadar diri, anak anak telat pulang sekolah karena bermain bersama ayah mereka untuk pertama kali setelah orang tuanya berpisah. Kami tidak melihat kebaikan Yoyo dan Tito."


Empat janda yang lain mendengarkan dengan seksama perkataan A moy yang cukup panjang itu. Sekarang A zia dan yang lainnya mengerti apa yang menjadi sebab Tito dan Yoyo mengemas pakaian mereka.


"Jadi inti masalahnya sudah jelas, aku jadi tahu kalau kayak gini ceritanya," ucap A ling. "Tito, Yoyo. Aku tahu kalian pasti sangat kecewa dengan segala ucapan Kak A moy dan Kak A win, tapi tolong pertimbangkan kembali tentang pekerjaan kalian. Terutama tentang perasaan anak anak, ya?"


"Gini aja deh, kita tinggalkan mereka biar Toto dan Yoyo bisa berpikir dengan baik. Bukankah Kak A moy belum mengambil keputusan untuk mereka? Biarkan mereka berpikir ulang tentang keputusaannya. Apapun keputusan Yoyo dan Tito nanti, kita wajib menghargainya, Oke!" usul A shang dengan bijak.


Kelima janda yang lain nampak setuju dengan usulan A shang, satu persatu dari mereka akhirnya pergi meninggalkan kamar dua pemuda yang sedang terduduk di tepi ranjang. Yoyo dan Tito nampak begitu kalut. Entah keputusan apa yang akan mereka ambil nantinya.


Sedangkan di rumah yang sama tapi di dalam ruangan lain, ke empat janda lainya justru sedang berkumpul membahas masalah yang terjadi di rumah ini.


"Apa kalian tidak punya ide untuk mencegah kepergian Yoyo sama Tito? Aku nggak rela kalau Yoyo pergi dari sini?" rengek A mey.


"Ya sama, aku juga. Tito terlalu baik untuk dilepaskan," A ling Menimpali.

__ADS_1


"Aku sih ada ide, tapi takut kalian nggak setuju," ucap A zia.


"Ide apa?" tanya A shang.


"Begini ..." A zia langsung menjelaskan idenya secara rinci. Tiga janda dengan serius mendengarkanya dan mencerna dengan baik.


"Wah! Benar juga!" seru A mey. "Kalau gitu, aku setuju."


"Aku juga!"


"Aku juga!"


"Oke, kita jalankan!"


"Siap!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2