DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Meminta Bagian


__ADS_3

"Bagaimana kalau A shang dan A zia saja?" usul A win. "Bukankah kalian sudah biasa menangani acara di tempat yang cukup jauh?"


A shang dan A zia sejenak saling pandang, lalu menatap ke arah A win. "Aku sih mau aja, tapi bagaimaba kalau aku ngajak Yoyo untuk menemaniku?" ucap A shang.


"Loh, kenapa ngajak Yoyo?" tanya A mey agak keberatan, dan pertanyaan itu juga mewakili perasaan A win. Tentu saja mereka berdua merasa tak suka karena pria yang mereka cintai harus pergi ke tempat yang cukup jauh.


"Kalian lupa atau bagaimana? Disini aku yang belum memiliki kesempatan untuk menunjukan perasaanku kepada Yoyo. Masa iya, aku nggak dikasih kesempatan sama sekali sih?" ucap A shang yang cukup mengejutkan bagi para janda yang ada disana.


"Ah benar juga," A zia pun ikut bersuara. "Aku juga belum dapat kesempatan untuk mengorek isi hati Tito," ucapan A zia langsung membuat A moy dan A ling saling pandang dan merasa khawatir. "Bukankah perjanjian kita, semua akan diberi kesempatan untuk mengoreksi isi hati Yoyo maupun Tito?"


Empat janda lain pun manggut manggut. Mereka setidaknya masih ingat dengan perjanjian yang mereka buat saat masing masing mengaku ada hati kepada Yoyo maupun Tito.


"Dan jangan gunakan alasan anak anak untuk menghalangi jalan kita," sambung A shang. "Kalian sudah mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu perasan Yoyo dan Tito. Sekarang giliran kami yang ingin tahu juga perasaan mereka terhadap kami."

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu memang mau kalian. Nanti aku bilang sama Yoyo dan Tito. Mereka mau menemani kalian atau tidak," ucap A moy memberi keputusan. Biar bagaimana pun semua harus mendapat jatah yang adil meski masing masing dari wanita itu merasa berat satu sama lain.


Dilema, tentu saja hati para janda itu menjadi dilema. Dalam hati mereka tumbuh rasa iri dan sangat cemburu mendengar laki laki yang mereka sukai akan jalan dan menginap dengan teman sekaligus rekan kerja mereka. Tapi para janda itu juga tidak bisa melakukan apa apa, karena mereka juga belum tahu isi hati Yoyo dan Tito saat ini bagaimana. Isi hati kedua pemuda itu masih menjadi misteri yang harus mereka pecahkan.


"Apa? Pergi ikut Miss A shang dan A zia?" seru Yoyo ketika A win dan A moy memberi tahu hasil rapat yang baru saja mereka lakukan beberapa waktu yang lalu. "Apa itu harus?"


"Ya mau gimana lagi, Yo. Mereka juga butuh bantuan kalian," ucap A win memberi alasan yang cukup masuk akal.


"Terus anak anak bagaimana? Takutnya ada bahaya lagi yang menghampiri mereka?" tanya Tito.


"Baiklah," jawab Yoyo pasrah, begitu juga dengan Tito. Biar bagaimanapun mereka tidak ada alasan untuk menolak permintaan majikannya. Mereka juga yakin kalau A zia dan A shang pasti akan meminta jatah isi celana mereka juga nanti.


Hingga waktu terus berjalan, saat keberangkatan Yoyo dan Tito untuk menemani majikannya pun tiba. Seperti biasa, sebelum pergi, kedua pemuda itu harus menghadapi drama yang ditunjukkan oleh Binbin dan Zoe. Kedua anak itu langsung rewel dan tidak mau ditinggalkan dua pemuda itu. Dengan segala jurus bujuk rayu, akhirnya kedua pemuda itu bisa lolos dari situasi yang cukup menyentuh hati. Mereka seperti melepas anak mereka sendiri untuk pergi mencari nafkah.

__ADS_1


Kali ini mereka pergi cukup menggunakan satu mobil. Semua yang dibutuhkan dalam urusan pekerjaan sudah berada di lokasi dua hari sebelum mereka berangkat. Karena perjalanan yang memakan waktu kurang lebih enam jam, Tio dan Yoyo sekekali bergantian yang memegang kendali mobil yang mereka gunakan.


"Kalian waktu pergi sama A ling dan A mey, cuma pergi ke tempat wisata atau ke tempat lainnya?" tanya A shang pada dua pemuda yang duduk di depan mereka.


"Kalau aku sih cuma ke satu tempat wisata aja, Miss. Nggak pergi ke tempat lainnya," jawab Tito yang duduk samping Yoyo.


"Sama, aku juga ke tempat wisata aja. Nggak sempat mengunjungi tempat yang lain," Yoyo menimpali sembari matanya lurus memandang ke arah depan karena saat ini, dia yang pegang kendali mobil.


"Tapi kalian senang kan? Pergi sama mereka?" tanya A zia.


"Ya lumayanlah, Miss. Cukup senang, buat ngilangin jenuh," jawab Tito, dan Yoyo pun ikut membenarkan.


"Terus bagaimana perasaan kalian saat pergi bersama mereka berdua? Bukankah ibaratnya kalian itu sedang berkencan?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2