DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Saling Cemburu


__ADS_3

"Oh ya satu lagi, Yoyo dan Tito juga pernah cerita, kalau mereka juga ingin bersama seorang wanita yang mau menerima apa adanya mereka dan juga keluarga mereka."


"Waalahh, kok berat sekali syaratnya?" tanya A mey. "Orang tua Yoyo kan jauh, gimana nanti kita bisa minta restunya?"


Mendengar ucapan A mey, janda janda lain yang ada di sana nampak tersenyum. Mungkin saja bagi mereka itu suatu keanehan, secara bagi mereka, para janda itu sudah terbiasa pacaran terlebih dahulu sebelum meminta restu orang tua. Bahkan saat mereka berhubungan badan sebelum menikah juga orang tua mereka memakluminya, jadi mereka merasa aneh mendengar syarat yang Yoyo dan Tito ucapkan.


"Kamu tanya nggak, A zia? Kenapa mereka sampai bilang restu orang tua?" tanya A moy.


"Aku sih nggak tanya, Kak, cuma dari pemikiranku mungkin karena mereka kan memiliki agama, seperti Bibi Nur dan Bibi Sri. Mungkin itu yang mendasari mereka butuh restu," jawab A zia.


"Tapi itu baru mungkin kan? Kita akan lebih tahu saat nanti ada yang bertanya langsung sama mereka," ucap A ling.


"Baiklah, coba nanti aku atau A win yang tanya. Mereka kan saat ini main sama anak anak," kata A moy.


"Kak Win dan Kak Moy sih seneng tiap hari bisa tidur bareng sama mereka. Nah kita? Nunggu ada kesempatan bagus baru bisa deket sama Yoyo dan Tito," ucap A shang terdengar iri.


"Hahaah ... jadi kalian cemburu?" tanya A win.

__ADS_1


"Ya aku pribadi sih terus terang cemburu," jawab A mey jujur. "Aku nggak punya kesempatan banyak untuk menunjukkan perasaanku pada Yoyo. Bagaimana mungkin aku bisa membuat Yoyo jatuh cinta padaku? Wajar sih, Yoyo tidak peka sama perasaanku, kita jarang ada waktu dekatnya."


Tiga janda lain yang bernasib sama seperti A mey tentu saja sangat setuju dengan apa yang dikatakan janda cantik itu. Satu persatu dari mereka akhirnya akhirnya memilih jujur kalau mereka iri dan cemburu karena tidak memiliki waktu yang banyak untuk membuat Yoyo ataupun Tito jatuh cinta pada mereka.


"Ya sudah nanti kita cari waktu buat ngomong sama mereka berdua gimana?" usul A moy. Berhubung mereka berdua sudah tahu kalau majikan mereka jatuh cinta pada mereka, bukankah lebih baik kita membicarakan langsung?"


Para Janda terdiam sejenak sembari mencerna ucapan A moy. Namun tidak butuh waktu yang lama, satu persatu dari mereka menyetujui usulan janda beranak satu. Setelah diskusi tentang Yoyo dan Tito selesai, mereka melanjutkan pembahasan utama mereka hingga mereka bubar.


"Anak anak sudah pada tidur?" tanya A moy begitu mereka masuk ke dalam kamar anak anak dan melihat Yoyo dan Tito sedang main game. Sedangkan dua bocah itu terlihat sudah terlelap di atas ranjang masing masing.


"Bisa kita bicara sebentar, To?" ajak A moy.


"Bicara apa, Miss?" tanya Tito dan dia langsung menghentikan permainan game.


"Kamu ke kamarku ya?" titah A moy dan langsung masuk ke kamarnya.


"Udah sanah turutin," ucap Yoyo. "Lubangnya udah gatel mungkin, minta jatah."

__ADS_1


"Hahaah ... sialan," maki Tito. "Bentar lagi juga A win bakalan minta jatah sama kamu."


"Nahh ..." Yoyo hendak mengatakan sesuatu tapi tiba tiba dia terdiam saat A win juga masuk ke kamar dan meminta hal yang sama pada Yoyo.


"Benar kan? Baru juga di omongin, ahahaha ..." ucap Tito sembari bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kamar A moy. Begitu juga dengan Yoyo, dengan langkah gontai, dia beranjak menuju kamar A win.


"Mau bicara apa, Miss?" tanya Tito begitu dia masuk ke kamar A moy dan duduk di sofa yang ada di kamar sana. Sedangkan A moy sendiri membuka satu persatu bajunya dan berganti mengenakan pakaian tidur yang sangat tipis. Mungkin karena sudah terbiasa berhubungan badan, janda cantik itu tidak merasa canggung melepas pakaiannya di hadapan pria yang bukan suaminya.


"Kamu baru tahu kalau aku, A ling dan A zia jatuh cinta sama kamu?" tanya A moy langsung ke inti pembicaraannya.


Tito awalnya sedikit terkejut mendengar pertanyaan majikannya itu, tapi tak lama setelah itu dia mengangguk. "Iya, Miss, aku baru tahu kemarin. Habisnya pada nggak jujur sama aku. Jadi ya aku mana tahu, Miss?"


Setelah mengganti pakaiannya selesai, A moy memilih duduk di sebelah Tito dan menatap wajah pembantu tampannya lekat lekat. "Kenapa tidak peka? Dari awal aku tuh udah jatuh cinta sama kamu, To. Sejak kamu dekat dengan Zoe. Kenapa kamu tidak peka dengan kasih sayang yang aku berikan?"


Deg!


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2