DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Beda Perasaan


__ADS_3

"Kalian tidak mampir dulu?"


"Tidak usah, lain kali aja."


"Ya udah, makasih ya, Kak."


"Sip!"


Mobil yang mengantarkan A win, Binbin dan Yoyo itu kembali bergerak dari halaman rumah menuju keluar. Setelah mobil itu menghilang, dua manusia dewasa dan satu anak kecil yang terlelap dalam gendongan beberapa menit ketika hendak sampai rumah itu beranjak masuk ke dalam rumah.


Dua pembantu wanita yang ada disana menyambut kedatangan mereka. Selain menanyakan kabar, mereka juga berniat memberi bantuan jika diperlukan. Tapi nyatanya A win tidak memerlukan bantuan. Dua pembantu wanita itu pun kembali ke tempat mereka.


Dari mulut para pembantu, A win mendapat info kalau zoe baru saja keluar rumah bersama Tito dan Miss A ling. Sedangkan yang lain belum pada pulang meski waktu sudah hampir petang. A win dan Yoyo pun sama sama melangkah ke kamar anak anak.


"Baringkan di kamar aku aja, Yo."


"Loh! Nggak di kamar anak anak aja, Miss?"


"Nggak usah."


Tanpa mencurigai apapun, Yoyo menuruti perintah A win. Begitu masuk ke dalam kamar, Yoyo langsung merebahkan tubuh Binbin di atas ranjang milik A win. Setelah tubuh Binbin terlepas, Yoyo menegakkan tubuhnya. Betapa kagetnya dia saat tiba tiba ada tangan yang melingkar di perutnya.


"Miss A win!" pekik Yoyo dengan wajah terkejut tapi tak kuasa menolak pelukan wanita itu.

__ADS_1


"Tubuh kamu memang bikin nyaman, Yo. Hangat," ucap A win dengan mata yang terpejam.


"Nanti ada yang melihat, Miss?" ucap Yoyo gugup. "Ada cctv kan?"


"Di kamarku nggak ada, Yo. Tenang saja."


Yoyo sedikit merasa lega. Lalu dia terdiam, bingung hendak berbuat apa. Hati dan jantungnya benar benar bergejolak tak menentu. Dalam hati kecil Yoyo, tentu saja dia merasa senang dipeluk wanita seperti ini. Tapi dia tidak tahu apa arti pelukan bagi wanita beranak satu itu.


"Kita istirahat di sofa tuk, Yo!" ajak A win. Tanpa menunggu persetujuan Yoyo, wanita itu melepas pelukannya dan menggandeng tangan Yoyo menuju sofa yang ada persis didekat ujung ranjang. Mereka berbaring bersama dengan posisi A win merebahkan kepalanya di dada bidang laki laki penjaga anaknya. Sejenak suasana menjadi hening.


"Yakin, Miss, di kamar ini nggak ada cctv nya?" ucap Yoyo untuk memastikan.


"Pasti lah, Yo. Setiap kamar pribadi itu nggak dipasang cctv. Cuma kamar anak anak aja yang dipasang. Kenapa?"


Senyum A win tersungging. Dia mendongak lalu mendekat ke arah pipi Yoyo dan mengecupya. "Nggak perlu takut. Lagian kalau ada yang tahu. Mereka nggak ada hak melarang kalau kita bisa sedekat ini bukan?"


Yoyo tersenyum canggung. "Tapi kan aku hanya pembantu, Miss."


A win kembali mengecup pipi Yoyo dalam dalam lalu menatap wajah pemuda itu dengan tangan mengusap pipinya. "Tidak perlu takut hanya gara gara pekerjaan kamu. Kalau aku sendiri yang suka, mereka bisa apa?"


Deg!


Yoyo tertegun mendengar ucapan A win. " Suka?"

__ADS_1


Sementara itu disebuah arena permainan, nampak Zoe sedang asyik bermain mandi bola bersama anak anak lain yang tidak saling kenal tapi terlihat akrab. Sedangkan A ling dan Tito, duduk di sebuah bangku yang ada tak jauh dari tempat Zoe berada.


Setelah puas bercinta tadi siang, mereka sengaja keluar rumah begitu Zoe bangun, daripada di rumah tidak ada kerjaan. Di sana, Tito dan A ling terlihat seperti pasangan kekasih. A ling selalu bergelayut manja di lengan Tito. Bahkan saat mereka duduk. Meksipun sangat merasa canggung, tapi Tito tak mampu menolak apa yang dilakukan majikannya. Tito juga tidak munafik, sebagai pria yang tidak pernah ditempel wanita, tentu Tito sangat senang ada wanita yang bergelayut di lengan kekarnya.


"To, kamu beneran nggak pernah pacaran?" tanya A ling sembari menggenggam jari kekar pria di sebelahnya.


"Hhehe ... Iya, Miss," jawab Tito malu.


"Kenapa? Padahal kamu tampan loh?"


"Mungkin karena aku miskin, Miss."


"Hmm, mungkin karena wanitanya aja yang bodoh. Pria setampan kamu kok nggak dipacarin. Apa lagi isi celana kamu, bikin ketagihan."


Tito hanya nampu menunjukkaan senyum canggungnya. "Miss, aku boleh tanya?"


"Tanya apa, To?"


"Emm ... apa benar, wanita kalau sudah rela menyerahkan tubuhnya kepada pria, itu tandanya wanita itu suka sama si pria?"


"Ya benar. Kalau pria bisa memakai tubuh wanita tanpa ada rasa, berbeda jika wanita menyerahkan tubuh kepada pria. Sebagai contoh, aku tanya sama kamu, To. Kita udah dua kali berhubungan badan, kamu ada rasa nggak sama aku?"


Deg!

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2