DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kecewanya Dua Pria


__ADS_3

"Tidak! "Miss A mey nggak salah. Miss benar. Justru di sini tuh aku yang salah."


"Loh kok kamu ngomong gitu?"


"Tapi benar kan, Miss? Di sini yang salah itu aku. Aku hanya pembantu yang harus nurut pada majikannya."


"Apa! Kenapa kamu selalu ngomongnya gitu sih, Yo!" bentak A mey tak terima, tapi Yoyo juga tidak peduli. Dia memilih memunggungi wanita itu karena dirinya emosi dan tidak mau semakin emosi jika terus meladeni perkataan A mey yang sudah menjurus ke arah perdebatan.


A mey yang merasa kecewa dengan sikap Yoyo, memandang nanar pria yang memunggunginya. Dia tidak mengerti kenapa Yoyo bisa semarah ini? Dengan segenap rasa kecewa yang ada, A mey memilih bangkit dan keluar kamar meninggalkan Yoyo.


Sementara itu di kamar sebelah Yoyo, nampak Zoe sedang berceloteh dengan Tito. Begitu bangun tidur, anak itu langsung mencari pria penjaganya. Kini anak itu sedang asyik main game lewat ponsel sembari ngobrol dan duduk di pangkuan Tito.


"Kok Zoe duduknya disitu?" ucap seorang wanita, yang masuk ke dalam kamar yang ditempati Tito saat ini. "Zoe duduknya di sebelah Om Tito dong? Biar Om Tito makan dulu biar sembuh."


"Oh iya!" seru bocah itu, dan dia segera bangkit dari pangkuan Tito lalu duduk di sebelah lelaki itu.

__ADS_1


"Makan dulu, To," ucap Miss A ling dengan wajah sumringah.


"Hmm," jawab Tito malas. Dia hendak meraih mangkok berisi bubur yang tadi di bawa salah satu majikannnya itu, tapi gerakannya terhenti karena A ling mencegahnya.


"Kamu diam aja, biar aku yang suapin," lagi lagi dengan malas Tito mengiyakan. Dia bahkan sama sekali tidak memandang ke arah majikannya itu. Wajah ceria yang tadi terpancar saat bersama Zoe, mendadak hilang dengan datangnya A ling di kamar itu.


"Kamu kenapa? Kok wajahnya murung gitu?" tanya A ling setelah menyuapi beberapa sendok makanan ke dalam mulut Tito. Dia merasa sikap pemuda itu sangat aneh sejak dia datang.


"Nggak apa apa," jawab Tito singkat tanpa mau memandang ke arah lawan bicara. Matanya malah fokus menatap layar ponsel yang dipegang Zoe.


A ling mendengus pelan. Ada rasa kesal dalam hatinya karena sikap Tito yang tidak biasa. "Kalau ada apa apa ngomong? Jangan dipendam? Biar nggak menimbulkan salah paham?"


"Apa maksud kamu, To? Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya A ling dengan tatapan tak percaya pada pria di hadapannya.


Tito lantas membalas tatapan wanita di dekatnya. "Aku tahu, Miss, aku sadar diri. Aku hanya pembantu disini. Aku harus menuruti semua perintah majikan aku. Tapi apa aku juga harus menceritakan semua yang aku rasakan pada majikanku juga?"

__ADS_1


A ling sontak membelalak. "Maksud kamu apa ngomong kaya gitu?" A ling bertanya dengan sedikit emosinya meski ada Zoe di dekat mereka.


"Aku nggak ada maksud apa apa. Aku hanya ingat batasanku saja kalau keberadaanku disini adalah sebagai pembantu. Dan kewajiban pembantu tidak boleh membantah perintah majikannya," ucap Tito pelan tapi penuh penekanan. Dia berusaha mengontrol emosinya karena ada Zoe sedang bersama di sisinya.


A ling terbungkam. Dia sungguh tidak mengerti dengan ucapan pria dihadapannya. A ling merasa telah terjadi sesuatu pada Tito. Tanpa banyak kata, wanita itu menaruh mangkok di atas meja dan beranjak pergi keluar kamar dengan segala rasa kecewa dan tanda tanya dibenaknya.


Karena memang semua majikan sedang berada di rumah, jadi urusan pekerjaan, mereka lakukan di rumah juga. Dan saat ini, mereka sedang berkumpul di ruang yang biasa mereka gunakan untuk membahas perkerjaan mereka.


"Gimana keadaan Yoyo dan Tito? Apa mereka sudah baikan?" tanya A win pada dua wanita yang tadi sempat menjenguk keadaan dua pria itu.


"Entahlah, apa yang terjadi pada Yoyo saat ini," ucap A mey terlihat gusar. "Nggak tahu salahku apa, tiba tiba dia marah sama aku."


"Kok sama?" A ling menimpali, membuat mata Janda yang lain menatap ke arah wanita itu." Aku merasa sepertinya Tito itu ada masalah. Cuma aku agak kecewa aja, dia seperti melampiaskan kemarahannya itu sama aku."


"Loh, emang apa yang mereka lakukan kepada kalian?" tanya A moy.

__ADS_1


"Nggak melakukan apa apa sih kak," balas A ling. Cuma tito berkali kali bilang kalau dia hanya pembantu yang tidak boleh membantah majikannya."


...@@@@@...


__ADS_2