DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Mengabulkan Keinginan


__ADS_3

"Astaga! Hahaha ... kok jalan hidup kita lucu gini ya, To? Di kampung nggak laku, eh disini malah jadi idaman cewek cantik."


Benar, dan aku jadi mikir, gimana dengan Miss A shang dan Miss A zia?"


"Nahh! Sama!" seru Yoyo. "Apakah mereka juga diam diam suka sama kita? Kalau iya, ahhh ... beruntungnya kita."


Tito hanya tersenyum setelah mengangkat kedua bahunya. Sejenak obrolan mereka terghenti karena salah satu anak ada yang minta ke tiolet. Hingga beberapa waktu kemudian setelah selesai dan anak anak kembali fokus pada game, dua pemuda itu melanjutkan kembali obrolan mereka.


"Dua cewek aja sudah lumayan pusing. Yo. Apalagi jika seandainya Miss A shang dan Miss A zia juga suka sama kita. Nggak kebayang deh ributnya mereka kayak apa. Ribut gara gara pembantu, astaga!"


"Hahaha ... seru kayaknya. To."


Di saat mereka sedang seru serunya ngobrol, Miss A win dan Miss A moy tiba tiba masuk ke dalam kamar dan menghampiri mereka. Mau tidak mau obrolan kedua pemuda itu pun terhenti.


"Kalian makan dulu sana, biar anak anak gantian sama kita?" ucap A moy kepada dua pemuda itu. "Anak anak! Om Yoyo sama Om Tito makan dulu, nggak apa apa kan? Kasian itu Om nya laper."


Kedua anak itu menoleh lalu mereka serentak mengiyakan setelah beberapa kali dibujuk dengan segala rayuan. Begitu di izinkan, Yoyo dan Tito segera keluar kamar menuju dapur mengambil jatah makanan mereka yang memang sudah disiapkan oleh Bibi Nur dan Bibi Sri.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka berdua juga menyempatkan diri ngobrol bersama dua pembantu wanita itu. Banyak yang mereka obrolin. Sampai tak terasa, Tito dan Yoyo pamit kembali ke kamar anak anak karena sudah cukup lama mereka berada di sana. Bibi Nur dan Bibi Sri lantas mempersilakan, karena mereka tahu, anak anak sudah sangat dekat dengan dua pemuda itu.


"Besok kalian, tolong kawal A shang dan A zia ke kota sebelahnya," ucap A moy setelah beberapa saat Tito dan Yoyo kembali ke kamar anak anak.


"Iya, tolong kalian kawal mereka. Soalnya mereka bawa barang pesenan orang yang harganya sangat fantastis. Takut terjadi apa apa," sambung A win.


"Terus anak anak gimana, Miss?" tanya Tito.


"Ya anak anak kan belum mau sekolah, mereka ngerti kok. Lagian kan cuma sehari, besok kalian berangkat pagi, biar malamnya udah balik ke rumah," balas A moy.


"Baik, Miss!" kedua pemuda akhirnya setuju.


"Wah! Jagoan udah nganyuk? Ya udah yuk bobo," ucap Tito sambil mengangkat tubuh Zoe dan menggendongnya.


"Kenapa Zoe jadi kayak Binbin, lengket bangat sama Yoyo. Padahal ada Momminya loh," celetuk A win.


"Ayo, Mom, tidur bareng sama Om Tito," rengekan Zoe tentu saja mengejutkan Yoyo dan A win. Tito langsung merasa canggung, sedangkan A moy malah tersenyum.

__ADS_1


"Cuma sampai Zoe nyenyak doang, Win. Nanti juga dipindahin," kilah A moy. A win manggut manggut mengerti sedangkan Yoyo menyeringai dengan tatapan meledek Tito hingga sahabatnya itu salah tingkah.


"Ya udah yuk, To. Bawa Zoe ke kamar," ajak A moy.


"Baik, Miss," ketiga orang itu lantas masuk ke kamar A moy meninggalkan A win, Yoyo dan Binbin yang masih asyik dengan mainannya.


"Binbin juga tidur yuk? Udah malam," ajak A win.


"Tidur bertiga lagi ya, Mom. Kayak di rumah nenek," jawaban Binbin langsung membuat Yoyo menunjukkan wajah terkejutnya.


"Loh, kok bertiga? Binbin nggak berani tidur sendiri?" tanya Yoyo. Sebenarnya dia ingin menolak, jadi dia sengaja melempar pertanyaan seperti itu untuk menguji mental lelakinya Binbin.


Binbin meletakkan alat main gamenya dan beranjak minta digendong pada Yoyo. "Binbin sih berani tidur sendiri, tapi Binbin pengin tidur bertiga, kayak dulu waktu Daddy belum jahat pada Mommy."


Sontak saja, jawaban polos anak kecil itu membuat Yoyo dan A win tertegun. Kedua orang dewasa itu saling tatap dan seakan sedang berdiskusi mencari jalan keluar.


"Baiklah, kita tidur bareng lagi sama Om Yoyo," akhirnya A win mengambil keputusan.

__ADS_1


"Horrre! Ayo Om ke kamar Mommy!" seru Binbin. Melihat anak itu terlihat bahagia hanya gara gara hal kecil, Yoyo tidak ada pilihan lain lagi selain menurutinya. Ketiganya segera beranjak ke kamar A win untuk tidur satu ranjang layaknya keluarga bahagia.


...@@@@@...


__ADS_2