
"William! Kamu tega menampar aku demi ..."
Plak!
"William!"
Plak!
"Harusnya hari itu, kamu yang aku pukuli, Eva. Bukan A win!"
Mata Eva membelalak, terkejut bukan main dengan sikap yang ditunjukkan pria incarannya. Yang membuat Eva semakin terkejut adalah perkataan yang baru saja diucapkan pria itu. Apa maksud William? Apa dia tahu tentang fintah itu? Tubuh Eva langsung menegang.
Will, sudah! Lihat Binbin, dia semakin takut!" hardik A win dengan suara pelan tapi penuh penekanan.
William langsung memandang anaknya yang terus menyembunyikan wajahnya di dada Yoyo. Wajah William nampak frustasi dan dia menatap Eva dengan sorotan penuh kebencian.
"Yo, ajak Binbin keluar dulu."
"Baik, Miss," Yoyo segera beranjak keluar caffe dan memilih duduk di bangku yang ada tak jauh dari Caffe itu.
"Gara gara ulah kamu! Anakku membenci ayahnya sendiri. Gara gara fitnahan kamu, aku hampir membunuh A win!"
Sontak Eva terkesiap mendengarnya, tubuhnya menegang. Dugaannya benar kalau William tahu semua tentang kelakuannya yang menfinah A win. Evalah yang mengatur semua sandiwara perselingkuhan A win dengan orang suruhannnya. Di hadapan William dan keluarga, Eva memasang wajah polos. Namun dibelakang William, Eva penuh tipu daya.
Sudah lama Eva menyukai William, tapi dia pendam karena wiIliam menganggapnya teman bisnis. Meski Eva tahu William sudah berkeluarga, tapi dia tidak menyerah selalu memberi sinyal pada William. Namun sayang, William selalu mengabaikannya. Hingga akhirnya munculah drama pemfitnahan A win.
__ADS_1
Dan saat ini, disaat Eva hampir berhasil mendapatkan William, wanita itu justru dikejutkan dengan tamparan dan kenyataan kalau William tahu semuanya dan berpura pura terhadapnya.
"Apa maksudmu, Will? Aku menfitnah A win? Kamu jangan ..."
Plak!
"Masih mau mengelak? Semua bukti sudah aku dapatkan, Eva!"
Eva semakin terkesiap, tapi sepertinya dia tidak akan menyerah begitu saja. "Bukti? Bukti apa?" Bisa saja itu ..."
Plak!
"Will!" seru A win. "Sudah! Apapun bukti yang kamu dapatkan, itu tidak akan merubah yang terjadi! Kamu sudah memilih dia dan kalian akan segera menikah!"
"Tidak, Win! Aku tidak pernah mau menikah dengan dia!" seru William lantang sambil menunjukk wajah ke wajah Eva. "Aku hanya berniat membongkar kedok dia nanti. Aku akan membongkar kelicikan dia serta video videonya bersama laki laki yang menfitnah kamu!"
"Terserah apa yang akan kamu lakukan, Will. Aku sudah tidak peduli. Aku permisi," ucap A win dan dia segera saja beranjak menyusul anaknya.
"Win!" seru William. Pria itu hendak mengejar A win tapi tangannya di cegah oleh Eva.
"Lepas, Eva!"
"Tidak, Will. Kamu tidak boleh malakukan ini. Aku mencintai kamu. Aku melakukann itu semua karena aku sangat mencintai kamu. Aku mohon, buang rencana kamu, Will. Jangan hancurkan pernikahan kita," Eva mulai mengerek dengan linangan air mata.
"Cinta? Karena cintaku yang terlalu dalam pada A win, aku malah menghancurkan hidupku sendiri, maka itu kamu juga harus siap, karena cintamu itu, aku juga akan menghancurkan hidupmu, mengerti!" ancam William. "Ingat! Jika sampai keluarga kita tahu apa rencanaku, aku akan hancurkan kamu dan juga keluarga kamu, paham!"
__ADS_1
William mendorong tubuh Eva dan dia pergi begitu saja. Sementara Eva mematung dengan airmata yang masih berlinang. "Awas saja kamu, Will! Aku akan melenyapkan anakmu juga, agar hidupmu semakin hancur!"
Sedangkan A win sendiri sudah pergi meninggalkan tempat itu bersama Yoyo dan anaknya. Kini ketiganya sudah berada di dalam mobil menuju ke tempat lain. Mereka memilih pindah lokasi lain untuk mencari barang yang A win butuhkan.
"Mom," panggil Binbin yang duduk di kursi belakang.
"Iya, Sayang. Ada apa?"
"Binbin minta maaf, tadi Binbin nggak melindungi Mommy dari Daddy."
"Loh! Nggak apa apa, Sayang. Binbin kan nggak salah. Lagian tadi Daddy nggak mukul Mommy."
"Terus tadi Daddy mukul siapa?"
"Daddy nggak mukul siapa siapa, sayang," balas A win terpaksa berbohong. "Lagian kan tadi banyak orang. Daddy mana berani mukul. Nanti ditangkap polisi."
"Oh gitu?"
"Iya ... udah, Binbin nggak perlu mikir macam macam lagi ya?"
"Iya, Mom," balas Binbin lalu dia memanggil Yoyo yang sedang fokus mengemudikan mobil. "Om Yoyo."
"Apa jagoan?"
"Om Yoyo mau nggak jadi pelindungnya Mommy?"
__ADS_1
Deg!
...@@@@@...