DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Apa Dia Cemburu?


__ADS_3

"Ya udah kita main bentar, mau?"


"Tapi nanti Binbin bangun, Miss?"


"Astaga! Kenapa kamu selalu mencari alasan untuk nolak sih Yo? Kamu nggak suka sama aku? Perasaan dari tadi nolak mulu? Kalau nggak suka bilang aja, Yo. Nggak perlu nyari nyari alasan," ucap A win terlihat sangat kesal. Dia bahkan langsung pergi meninggalkan Yoyo yang terbungkam dengan tatapan terkejut melihat A win yang pergi dalam keadaan marah. Yoyo bahkan tidak ada kesempatan untuk membantah ucapan majikannya itu.


Sebenarnya alasan Yoyo memang masuk akal, Di tidak bermaksud menolak ajakan A win. Tapi bagi wanita yang memang ada rasa kepada pemuda itu, alasan yang diajukan Yoyo sudah seperti penolakan secara halus. Bukankah sifat wanita seperti itu? Selalu membuat pihak pria selalu salah, hingga merasa bersalah. itulah yang Yoyo rasakan saat ini.


Karena tidak jadi dimandikan A win, Yoyo pun mulai menggunakan shower untuk membasahi badannya sendiri. Meski agak kesusahan karena tangan yang terluka kena sayatan pisau masih terbungkus perban. Hingga beberapa menit kemudian begitu selesai mandi, Yoyo keluar kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggangnya.


Tadinya Yoyo akan mengenakan pakaian yang tadi dia pakai sebelum mandi. Tapi pakaian itu sudah masuk ke dalam keranjang tempat pakaian kotor bercampur bersama pakaian A win dan Binbin. Begitu Yoyo keluar kamar mandi, dia terkejut saat matanya menangkap ada pakaian ganti miliknya. Yoyo yakin pasti A win yang mengambilkan pakaian gantinya. Yoyo melihat ke arah A win yang sedang fokus menatap layar laptop. Yoyo hendak mengucapkan kata terima kasih, tapi melihat A win nampak acuh, dia semakin merasa tidak enak sendiri dan memilih mengurungkan niatnya. Akhirnya Yoyo pun memutuskan mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Yoyo sudah terlihat rapi. Tapi sekarang dia bingung, apa yang harus dia lakukan di kamar A win. Binbin masih tidur, sedangkan A win sedang marah. Kalau Yoyo keluar kamar, nanti A win semakin salah paham lagi. Yoyo benar benar dilanda dilema.

__ADS_1


Berbeda dengan Yoyo, Tito justru sedang terlihat semakin hangat bersama Zoe dan A moy. Saat ini, Tito sedang menerima tiap sendok makanan yang disuapi oleh A moy. Sebenarnya Tito sangat canggung disuapin majikannya. Apa lagi Zoe juga melihatnya, semakin merasa cangggunglah pemuda itu dibuatnya.


"Om Tito udah kayak Zoe, kalau sakit makannya disuapin, heheheh ..." Zoe berceloteh sembari terkekeh.


"Namanya juga orang sakit, Sayang. Kan harus dirawat agar cepat sembuh," ucap A moy. "Emangnya Zoe mau kalau Om Tito sembuhnya lama?"


Zoe langsung menggeleng. " Nggak mau, Mom. Nanti nggak ada yang ngajak Zoe main lagi," ucapnya lalu dia merebahkan badannya di sisi Tito.


"Makanya Zoe doain, agar Om Tito agar cepat sembuh," balas A moy.


"Miss, aku kembali ke kamar aja, Ya? Mumpung Zoe udah tidur," pinta Tito setelah makanannya habis. Selain itu,dia juga merasa canggung berduaan di kamar bersama majikannya. Aneh memang, tapi itulah yang dirasakan Tito. Meski sudah melakukan hal yang lebih jauh dengan A moy, berada dalam satu ruangan dengan majikannya, masih menimbulkan rasa tidak enak pada diri pemuda itu.


"Nggak usah, disini aja," tolak A moy. "Sama saja kan, istirahat disini sama istirahat di kamar kamu? Kamu tidur disini tuh biar kamu nggak bolak balik jika Zoe nyariin."

__ADS_1


"Tapi kan aku perlu mandi dan sebagainya, Miss," balas Tito mencoba mencari alasan.


"Sebagainya itu ngapain aja? Paling cuma mandi doang kan? Jangan banyak alasan deh," dumel A moy terdengar sedikit kesal.


Tito langsung bingung menjawabnya, karena memang dia hanya beralasan saja agar bisa keluar dari kamar mandi. "Bukan banyak alasan, Miss. Aku hanya ..."


"Hanya apa? Kamu nggak di ijinin oleh A ling berada di kamarku?" tuduh A moy langsung memotong ucapan Tito.


"Bu-bukan begitu," bantah Tito dengan wajah terkejutnya dengan tuduhan yang dilontarkan A moy kepadanya.


"Ya bisa saja, orang kan nggak ada yang tahu. Apalagi kalian kemarin kencan. Pasti kamu takut A ling marah, kan? Karena kamu sekamar dengan aku?" A moy masih mencerca Tito dengan segala pemikiran buruknya.


Tantu saja sikap A moy yang tiba tiba berubah membuat Tito merasa heran bukan main. "Miss A moy kenapa? Kok dia tiba tiba marah? Apa Miss A moy cemburu?"

__ADS_1


...@@@@...


__ADS_2