
Seperti yang sudah direncanakan, Binbin, Yoyo dan Miss A win akhirnya pergi bertiga atas keinginan bocah kecil berusia lima tahun. Mereka menuju ke sebuah pusat permainan yang letaknya tidak jauh dari komplek perumahan tempat tinggal mereka. Sengaja mereka memilih lokasi yang dekat agar saat pulang bisa cepat sampai di rumah mereka.
Sepanjang perjalanan hingga sampai di tempat tujuan, A win dan Yoyo belum saling berkata satu sama lain. Sedari tadi, Binbinlah yang menjadi jembatan komunikasi diantara dua orang dewasa itu. Setiap Yoyo melempar pertanyaan, pasti A win akan menjawabnya dengan ketus dan memakai Binbin sebagai perantara.
Yoyo pun merasa gemas sendiri dengan sikap majikan cantiknya. Bisa bisanya setiap dia bertanya, A win menjawab tapi memakai Binbin sebagai senjata. Di sisi lain, Yoyo juga merasa tidak enak. Karena ucapannya yang terkesan selalu menolak tadi, efek marah A win bisa berlangsung cukup lama.
Saat di tempat tujuan, Yoyo dan Binbin langsung memainkan beberapa permainan yang bisa dilakukan bersama sama. Awalnya sih Yoyo hanya ingin melihatnya saja, tapi karena rengekan si bocah untuk ikut bermain, Yoyo tidak punya pilihan lain lagi selain menurutinya.
Sedangkan A win, hanya menjadi penonton keseruan dua pria beda usia itu dalam memainkan segala permainan yang ada. Kadang senyum A win terbesit tatkala sedang memperhatikan Yoyo dan Binbin. Mereka sudah seperti ayah dan anak saja dalam kekompakan yang mereka lakukan saat ini. Rasa sedih juga sempat timbul di hati janda itu. Sudah setahun lamanya, Binbin tidak bisa melewati kebahagiaan bersama ayah kandungnya.
Baru pada permainan mandi bola, Yoyo tidak ikut bermain. Selain merasa lelah, dia merasa tidak pantas saja bermain disana. Untungnya Binbin mau mengerti, jadi dia mau bermain mandi bola sendirian. Apa lagi di sana banyak anak anak seusia Binbin, tanpa rasa malu, bocah itu bisa akrab dan seru seruan bareng dengan anak anak yang lain.
__ADS_1
"Miss," panggil Yoyo agak ragu sambil menoleh ke arah wanita yang saat ini duduk di sebelahnya dengan tatapan mata lurus ke arah tempat Binbin berada. Mereka memang sedang duduk berdua dengan meja kecil sebagai pemisah.
"Humm," sahut A win menoleh sekilas ke arah Yoyo dengan sikap dinginnya.
"Miss masih marah sama saya?" tanya Yoyo terus terang. Padahal tidak bertanya pun Yoyo sudah tahu kalau A win masih marah. Karena sejak tadi A win sama sekali tidak pernah ngomong langsung kepada Yoyo.
"Marah? Untuk apa aku marah? Nggak penting," jawab A win berkilah tanpa menoleh ke arah Yoyo. Matanya terus memperhatikan sang anak yang tampak sangat ceria bermain bersama teman yang baru Binbin kenal.
"Terus kenapa sedari tadi Miss A win diam? Setiap aku tanya, selalu jawabnya lewat Binbin? Padahal kan aku ada di depan Miss," gerutu Yoyo mencerca sang majikan. Entah dapat keberanian darimana, Yoyo bisa bersikap seperti itu kepada majikannya. Terkesan terlalu lancang dan tidak sopan.
"Ya ampun!" pekik Yoyo agak frustasi. "Apa aku sangat salah? Aku kan nggak ada maksud untuk nolak tadi, Miss."
__ADS_1
"Udah lah. Toh sekarang aku jadi tahu. Aku tidak akan menawari sesuatu lagi sama kamu," ucap A win mengakhiri obrolannya. Dan hal itu cukup mengejutkan bagi Yoyo. Pemuda itu pun semakin merasa bersalah.
Sama seperti A win, di rumah, A moy juga meras kesal saat ini akan sikap Tito. Penolakan yang Tito lakukan saja sudah cukup membuat A moy kecewa, dan kekecewaan itu bertambah saat A moy mengetahui Tito berdua bersama A zia di dalam kamar Tito. Makin besar juga rasa cemburu yang A moy rasakan.
Tito sendiri semakin merasa tidak enak terhadap majikan yang satu itu. Tadi dia memang berniat mandi di kamarnya sendiri tapi malah ketahuan sedang ngobrol sama A zia dalam satu ranjang. Meski hanya sekedar ngobrol, tapi Tito merasa sudah membohongi majikannya, walapun kejadiannya di luar dugaan.
"Om Tito kenapa belum mandi?" tanya Zoe yang saat ini sudah wangi setelah tadi merengek minta dimandiin Tito saat bangun tidur. "Om Tito kan bisa mandi di kamar Mommy, ya mom."
"Om lupa, Sayang," jawab Tito dusta.
"Masa Om Tito bisa lupa?" tanya bocah kecil itu. "Apa karena tadi Om Tito sedang pacaran sama Mommy A zia?"
__ADS_1
"Waduh!"
...@@@@@@@...