
Sikap A moy yang tiba tiba berubah membuat Tito merasa heran bukan main. "Miss A moy kenapa? Kok tiba tiba marah? Apa Miss A moy cemburu?" ucap Tito dari dalam hati. Tentu saja dia semakin tidak merasa tidak enak dengan tuduhan yang dia dapatkan dari janda beranak satu itu.
"Kalau kamu memang nggak enak sama A ling dan takut dia marah ya udah sana pindah kamar," ucap A moy lagi sembari dia beranjak dari sisi Tito menuju ke sofa yang ada disana.
Rasa dilema pun langsung menyeruak dalam hati Tito. Mau menjelaskan tapi Miss A moy pasti tidak percaya, tapi kalau Tito diam saja, rasa canggung akan menyelimutinya karena di di dalam satu kamar dengan wanita yang sedang marah.
Hingga beberapa menit berlalu, Tito semakin merasa tidak nyaman. Miss A moy benar benar mendiamkannya tanpa sepatah katapun. Tidak seperti biasanya jika mereka sedang berdua di dalam kamar dengan kondisi Zoe yang terlelap. Akhirnya dengan sangat berat hati, Tito terpaksa pamit keluar kamar meski tidak ditanggapi oleh A moy.
"Kamu pindah kamar?" tanya Bibi Nur saat melihat Tito melewati area dapur.
"Iya lah, Bi. Zoe tidur. Bingung di kamar sana mau ngapain," jawab Tito tidak sepenuhnya berbohong.
"Ya udah, sana istirahat," balas Bibi Nur dan Tito mengangguk lalu melanjutkan langkah kakinya menuju kamar. Begitu membuka pintu kamar, dia sedikit terkejut karena ada Yoyo sedang bermain game dengan ponselnya di atas ranjang.
"Kamu di sini?" tanya Tito sembari melangkah masuk ke dalam kamar lalu duduk di atas ranjangnya.
Yoyo menoleh sejenak lalu kembali menatap layar ponsel. "Ya, seperti yang kamu lihat. Kamu sendiri ngapain disini?"
Tito duduk bersandar sembari meluruskan kakinya di atas ranjang. "Bosen aja di kamar sana, Zoe nya tidur. Apa lagi Miss A moy tiba tiba marah."
__ADS_1
Kening Yoyo sontak berkerut sembari menoleh ke arah sahabatnya. "Marah kenapa?"
Tito mengangkat kedua bahunya. "Nggak tahu, tiba tiba nuduh yang enggak enggak hanya karena aku menolak tidur di kamarnya."
Yoyo langsung saja terkekeh pelan sembari mengakhiri main game nya. Lalu dia memiringkan tubuhnya menghadap Tito. "Kok sama? Aku aja di diemin gara gara menolak keinginan Miss A win. Sedari tadi aku di diemin. Mau tidak mau aku pindah kamar saja lah."
"Majikan kita memang aneh," balas Tito sambil berangsur merebahkan tubuhnya. "Orang aku merasa nggak enak tidur di kamar sana. Malah aku dituduh menjaga perasaan orang lain. Dikiranya aku takut menyakiti hati Miss A ling karena berada di kamarnya."
"Loh! Kok gitu?" tanya Yoyo sedikit terkejut.
"Aku sendiri juga kaget, Yo," jawab Tito sambil memandang langit langit kamarnya. "Apa mungkin, itu yang namanya cemburu?"
Lagi lagi kening Yoyo berkerut. "Cemburu?"
"Nah, bisa jadi itu. Mungkin memang Miss A moy tahu kamu nginep se kamar sama Miss A ling dan kamu nggak mau ngasih jatah A moy. Pasti A moy lagi pengin berhubungan badan tuh."
Tito menoleh ke arah Yoyo. "Kalau emang ingin berhubungan badan? Kenapa Miss A moy nggak ngomong aja terus terang? Nggak perlu pake kode segala. Kalau jujur jug aku nggak bakalan nolak."
"Hahaha ..." Yoyo tergelak. "Majikan kita memang aneh. Miss A win sendiri juga marah dan diemin aku gara gara aku menolak dia ngajak main di kamar mandi."
__ADS_1
"Loh? Kenapa kamu tolak?" kini giliran Tito yang bertanya dengan sedikit rasa terkejut.
"Aku sih awalnya nggak ada niat buat nolak, apa lagi saat itu punya aku sedang tegang banget karena dimainan pake tangan Miss A win. Aku cuma bilang takut Binbin bangun, eh dia langsung marah ninggalin aku di kamar mandi."
"Astaga!" pekik Tito lalu dia langsung terbahak. "Hahaha ... itu sih kamu lebih parah. Orang udah jelas jelas lagi pengin malah kamu ngomong kayak gitu."
"Hahaha ... wanita kok aneh ya kalau lagi pengin berhubungan badan? Ngapain marah coba kalau lagi pengin berhubungan badan terus nggak keturutan?"
"Hahaha ... ya nggak tahu."
Di saat bersamaan, mereka dikejutkan dengan suara yang tiba tiba terdengar diantara mereka. "Loh, kalian disini?"
Yoyo dan Tito sontak saja menoleh ke arah sumber suara. "Iya, Miss," jawab Tito.
"Kalian kan lagi sakit, harusnya ada yang ngerawat, kamu ikut aku ke kamar aja ya, To. Biar aku rawat kamu."
"Waduh! Bakalan makin runyam nih."
...@@@@@@...
__ADS_1
Hy reader, othor menyapa nih. Makasih buat yang masih setia mengikuti kisah ini. Makasih juga yang sudah memberi kritik dan saran pada karya yang satu ini. Disini aku mau mau menjawab komentar kalian ya, kenapa ceriita dua tokohnya sama? Karena dalam cerita ini, othor sengaja membuat cerita ini alasannya karena memang tentang kisah dua orang yang mengalami banyak kesamaaan dalam perjalanan cinta mereka. Meskipun endingnya tidak tahu nanti bagaimana, tapi yang pasti, mereka berdua benar benar akan mengalami proses yang hampir sama dalam menemukan cintanya. Begitu. Semoga para pembaca paham ya? Terimakasih.
...@@@@@@...