
Hubngan ranjang memang salah satu cara paling ampuh untuk mendamaikan seorang pria dan wanita yang sedang berselisih paham. Rasa sakit, kecewa serta rasa marah,langsung musnah meski tanpa cinta, saat tubuh mulai menyatu dan keringat mulai bercucuran, diiringi suara rintihan kenikmatan lalu berakhir dengan semburan benih cinta yang menghangatkan.
Itulah yang sekarang terjadi dan dialami dua pemuda bernama Yoyo dan Tito. Amarah dan rasa kecewanya langsung musnah tanpa sisa saat dua janda itu menggunakan tubuh dan kecantikannya untuk meluluhkan hati dua pemuda demi mendapatkan kata maaf atas segala kesalahan yang dilakukan dua janda.
Meskipun dua janda itu adalah majikan dari dua pemuda kampung yang bekerja di rumahnya, nyatanya kedua wanita itu tak segan untuk meminta maaf pada dua pemuda yang bertugas menjaga anaknya. Bahkan dengan segenap rasa cinta yang mereka miliki, dua wanita itu melewati malam panjang penuh gelora bersama pembantu kesayangannya.
Malam panjang penuh cinta pun berakhir dengan rasa lelah yang bercampur bahagia. Kini saat hari berganti, mereka akan menghabiskan waktu bersama sepanjang hari dengan seorang bocah layaknya sebuah keluarga.
Tempat wisata pertama yang mereka kunjungi adalah tempat wisata dengan wahana permainan yang cukup banyak. Dari yang biasa saja sampai yang menantang adrenalin, semua ada di tempat itu. Untuk wahana yang biasa saja, dua janda bersama anaknya masih berani menaikinya, tapi untuk wahana yang ekstrim, hanya Yoyo dan Tito yang berani maju untuk mencobanya.
"Om Yoyo hebat! Binbin kalau nanti sudah gede pasti akan berani kayak Om."
"Oh harus, Sayang. Binbin kan anak laki laki, jadi Binbin memang harus jadi anak pemberani dan hebat, Oke?"
__ADS_1
"Oke!"
Dua pria beda usia itu saling tos dan tertawa bersama. Sedangkan di sisi mereka, wanita yang menjadi Ibunya Binbin, ikut tersenyum lebar sambil bergelayut manja pada sang pemuda. Mereka sungguh terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia.
Puas bermain disana, mereka berpindah ke tempat wisata lainnya. Kali ini mereka memilih pantai sebagai tempat tujuan lainnya. Pantai itu cukup Indah dengan pasir putihnya. Banyak wisatawan yang berada di sana hari ini. Mungkin karena cuacanya cerah, jadi pengunjung yang datang lumayan banyak.
"Sepertinya Binbin dan Zoe hari ini sangat bahagia," ucap A win sambil menatap empat pria beda usia yang sedang bermain air bersama. Sedangkan dia dan A moy memilih duduk diatas tikar yang mereka bawa dan digelar diatas pantai.
"Tentu saja mereka sangat bahagia. Dua pria yang saat ini telah mencuri hati mereka, nggak jadi pergi. Dan sekarang lihat, anak anak menguasai mereka," A moy menimpali dengan lantang dan wajah yang terlihat senang.
"Hahaha ... ya sama kalau begitu. Tapi bagi aku nggak masalah sih Tito belum membalas cintaku. Selama dia masih bersama Zoe dan berada didekatku, aku udah cukup bahagia. Apa lagi dengan segala kesalahan yang aku lakukan hingga membuat Tito kecewa, aku rasa, aku harus lebih sabar untuk mendapatkan cintanya."
"Bener juga sih. Aku juga takut Yoyo memilih yang lain gara gara keegoisanku kemarin. Apa aku harus hamil duluan ya, agar Yoyo jatuh ke dalam pelukanku?"
__ADS_1
"Hahaha ... jangan! Kasihan Yoyo nantinya."
"Kasihan kenapa?"
"Yoyo dan Tito datang ke negara ini untuk mencari rejeki dengan memegang kepercayaan dari orang tua mereka. Bayangkan saja kalau mereka merusak kepercayaan orang tua, kita juga yang akan ikut menanggung akibatnya. Kalau aku, akan membiarkan rasa ini berjalan apa adanya. Asal Tito selalu ada disisiku, aku sudah cukup bahagia."
"Hehehe ... benar juga apa yang kamu bilang. Apa lagi kita juga punya anak. Sudah sepantasnya kita harus bersikap dewasa dan bijak. Nggak kayak kemarin, menyalahkan Yoyo tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Aku menyesal melakukan hal bodoh seperti itu."
A moy lantas tersenyum. Dia memilih diam dengan mata kembali fokus menatap ke arah dua pria beda usia yang dia cintai. Karena lelah dan udara yang cukup panas, Zoe merengek minta membeli eskrim. Tito sontak saja menurutinya. Setelah minta uang pada A moy, Tito dan Zoe saling berkejaran menuju ke pedagang eskrim yang ada disana.
Saat keduanya sedang asyik menunggu giliran sembari bercanda, Tito dikejutkan dengan suara yang tiba tiba berbicara kepadanya.
"Bisa kita bicara sebentar, Tuan?"
__ADS_1
...@@@@@...