DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Setelah Dia Tahu


__ADS_3

"Sekarang kamu tahu kan, To? Alasan aku menyerahkan tubuhku sama kamu?" ucap seorang wanita yang saat ini sedsng duduk dipangkuan dan menghadap ke arah seorang pria serta menaruh dagunya di pundak kanan pria itu. Pakaian pria dan wanita itu berserakan di atas lantai. Tubuh keduanya benar benar tidak ditutupi benang sehelaipun. Bekas keringat yang keluar dari tubuh mereka masih terlihat dibeberapa bagian tubuh mereka seperti wajah dan rambut..


"Iya, Miss, makasih," ucap pria bernama Tito dengan tanngan melingkar di pinggang ramping sang wanita yan duduk di pangkuannya. "Terima kasih karena Miss A zia sudah mencintaiku. Tapi maaf, aku belum bisa membalas perasaan cinta Misa A zia. Aku hanya bingung. Miss A zia sama baiknya kayak Miss A moy dan A ling."


"Iya, aku ngerti, Sayang," balas A zia sambil mengangkat kepalanya dan bergerak berhenti tepat di hadapan wajah Tito. Tangan kanannya bergerak lalu mendarat di pipi pria itu dan mengusapnya dengan lembut. "Kamu pikirkan aja dulu, mana yang menurut kamu paling baik."


Tito membalas tatapan A zia tanpa keraguan. "Tapi aku nggak mau nantinya ada yang kecewa, Miss."


"Tapi kan kamu memang harus memilih, Sayang."


Tito memutus tatapan mereka dan menunduk. "Seandainya boleh memilih, aku lebih memilih ketiganya atau tidak memilih salah satu diantara kalian. Bagi aku ini terlalu sulit."


A zia tertegun mendengar ucapan pria itu, tapi taka lama kemudian dia tersenyum, lalu dia mengangkat wajah Tito dan menempelkan bibirnya di atas bibir pemuda itu. Setelah selesai bermain bibir, A zia menaruh kepala Tito di dadanya dan mengusap rambut pria itu dengan lembut. Tidak ada pembicaraan lagi diantara keduanya. Tito dan A zia larut dalam pikiran masing masing.

__ADS_1


Hingga hari berganti, Yoyo dan Tito memang ditinggal majikannya di Villa, tempat mereka menginap saat ini. Sejak pagi sekitar pukul tujuh, A shang dan A zia sudah berangkat dijemput oleh suruhan dari orang yang memakai jasa mereka. Awalnya dua pemuda itu keberatan saat majikan mereka pergi sendirian, Tapi setelah mendengar penjelasan yang masuk akal, Tito dan Yoyo pasrah ditinggal majikan mereka.


"Gimana, Yo? Kamu sudah tahu isi hati A shang?" tanya Tito. Saat ini mereka duduk di bawah payung besar sambil menikmati deburan ombak.


"Ya begitulah, Nggak nyangka aja. Mereka ternyata benar benar mencintai aku dengan hati mereka," jawab Yoyo dengan tatapan lurus ke arah laut.


Tito pun tersenyum lebar dengan tatapan mata sama seperti yang Yoyo lakukan. "Aku malah jadi malu pada mereka..Bisa bisanya aku berpikiran buruk kalau mereka hanya suka dengan isi celanaku saja. Saat aku mengatakan hal itu, aku pikir Miss A zia akan marah besar, taunya malah marah sebentar. Nggak enak banget saat mengatakan tuduhanku itu."


"Hahaha ... ya lagian, ngapain kamu cerita?" ucap Yoyo samil tergelak, tapi gelakkan tawanya langsung berhenti saat dia mengingat sesuatu. "Eh, aku juga cerita kok tentang itu, tapi A shang tidak marah. Malah berkali kali ciumin aku, gemas katanya."


"Ya sama," Yoyo menimpali. "Tapi aku bingung. Sekalinya ada yang mencintai, langsung tiga wanita cantik yang tinggalnya satu rumah dan mereka semua bersahabat. Masa iya, aku harus memilih salah satu diantara mereka? Bagiku itu terlalu berat."


"Hahaha ... beban kita sama, Mas Bro. Keadaanya benar benar tak mendukung. Saat kita bermesraan dengan salah satu cewek, nanti nggak enak sama cewek yang lain. Pasti yang lainnya bakalan cemburu dan sakit hati. Hadeh! Sekalinya ada cinta yang datang, sudah dihadapkan pada masalah yang cukup rumit," oceh Tito.

__ADS_1


Kedua pemuda itu lantas terbahak bersama. Mereka benar benar menertawakan keadaan mereka saat ini, yang terjebak dalam asmara para janda di waktu yang sama.


Sementara itu di hari yang sama, tapi di kota lain, terlihat seorang wanita cantik seperti sedang bertanya pada seseorang. Entah mendapat jawaban seperi apa, wanita itu kembali ke mobilnya dan di dalam mobil ternyata ada teman wanita itu yang sudah menunggu.


"Gimana? Dapat informasi?" tanya wanita yang menunggu di dalam mobil.


"Binbin dan Zoe tidak berangkat sekolah hari ini, jadi dua orang yang kita inginkan, nggak ada juga," balas Wanita yang baru saja masuk ke dalam mobil.


"Yah! Padahal aku sudah nggak tahan, pengin segera melakukannya."


"Sabar ... nanti pasti ada jalan untuk kita balas dendam. Mending kita sekarang pergi "


"Baiklah."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2