DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kejutan Kacil


__ADS_3

Setelah menempuh waktu sekitar lima belas menit, kini Binbin dan Zoe sudah berada di halaman sekolah mereka. Dua orang guru nampak berdiri di dekat pintu masuk menyambut kedatangan anak didik mereka. Saat Binbin dan Zoe mendekat, dua guru itu menyempatkan diri berbicara dengan Tito dan Yoyo. Mereka meminta maaf atas kejadian yang menimpa Zoe dan Binbin kemarin. Dua guru itu juga menyesal karena mereka percaya begitu saja pada wanita yang mengaku kerabatnya anak anak. Apa lagi mereka melihat Yoyo dan Tito berada di dalam mobil milik wanita itu. Yoyo dan Tito tentu saja memaafkan mereka dan menasehatinya agar kelak para guru lebih waspada lagi.


Setelah berbicara dengan dua guru, Yoyo dan Tito memilih duduk di tempat biasa mereka ngobrol saat menunggu anak anak. Selain ngobrol, mereka juga biasanya bermain game untuk menghilangkan rasa jenuh selama mereka berada di sana.


"Loh, loh, loh, ini serius!" seru Yoyo sambil manatap layar ponselnya dengan mata yang membelalak.


"Ada apa?" tanya Tito dengan tatapan sedikit terkejut saat kefokusan main game teralihkan oleh suara Yoyo yang lumayan kencang.


"Kok saldo tabungan aku jadi nambah banyak begini," balas Yoyo sambil menunjukkan nominal uang tertampang di akun bank milik pemuda itu pada layar ponselnya.


"Loh! Kenapa jadi banyak banget duitnya?" tanya Tito semakin menunjukan rasa terkejutnya begitu melihat apa yang Yoyo tunjukkan.


"Coba, punya kamu? Saldonya nambah nggak, To?"


"Ah iya!" seru Tito sembari langsung meluncur membuka aplikasi bank tempat mereka menyimpan uang. "Wahh! Aku juga nambah banyak banget!"


"Beneran?" tanya Yoyo lantang. Tito langsung menunjukan layar ponselnya. "Wahh! iya. Uang dari mana ini?"


"Dari majikan kita mungkin," balas Tito dengan mata masih tak percaya akan angka uang yang tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


"Majikan kita? Untuk apa? Untuk minta maaf?" cecar Yoyo.


"Bisa saja begitu. Kamu tahulah orang kaya itu bagaimana. Biasa menyelesaikan masalah dengan uang. Mungkin itu juga yang dilakukan mereka saat ini."


"Egois banget. Mentang mentang kita pembantu, seenaknya saja mereka menginjak harga diri kita dengan sejumlah uang. Astaga! Ini sih bukan cinta," dumel Tito sembari meletakkan ponselnya di atas meja.


"Hahaha ... untung kita belum menerima cinta mereka. Coba kalau kita sudah menerima cinta mereka, mungkin kita akan semakin sering direndahkan."


"Benar!"


Kedua pemuda itupun tertawa bersama. Bukan tertawa karena bahagia, tapi mereka tertawa miris dengan nasib mereka yang merasa direndahkan oleh para majikan.


Sementara di tempat lain, tepatnya di tempat kerja enam janda, mereka sedang mengerjakan tugasnya masing masing. Meski keenam janda itu sedang berselisih paham, mereka masih bisa bersikap profesional atas pekerjaan mereka. Apa lagi tempat kerja mereka berada di dalam satu gedung yang sama dan mengharuskan mereka saling berinteraksi satu sama lain. Otomatis mereka harus membuang ego masing masing demi sebuah pekerjaan.


Dua wanita itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Tampak dari wajah keduanya kalau mereka terkejut dengan adanya orang yang baru saja menyapa mereka.


"William! Darren!" seru A moy. "Kalian ngapain berada disini?"


"Kalian mau memakai jasa kami untuk pernikahan kalian?" tanya A win terdengar seperti menyindir.

__ADS_1


"Siapa yang mau nikah?" bantah Darren. "Aku kesini memang ada perlu sama kalian."


"Ya kali aja, kalian mau menikah sama wanita pilihan kalian yang sangat kalian cintai," sindir A win.


"Jangan gitu deh, Win," bantah William. "Jelas jelas kamu tahu, kalau selama ini aku masih mencintai kamu."


"Dihh, pembohongan besar. Bikin aku pengin muntah mendengarnya," sindir A win sambil bergidig.


William hanya mampu tersenyum melihat reaksi mantan istrinya. Biar bagaimanapun, dua pria itu masih ada rasa cinta pada dua wanita cantik yang sudah menjadi mantan istrinya.


"Udah, jangan berdebat disini, apa apaan sih," sungut A moy melerai dua orang yang pernah saling mencinti itu. "Ada apa kalian datang kesini? Apa kalian sedang tidak sibuk?"


"Iya, biasanya kan kalian sangat sibuk? Apa lagi sejak ada wanita yang kalian cintai?" A win menyindir lagi.


"Bagaimana keadaan Tito dan Yoyo? Apa mereka baik baik saja?" tanya Darren yang tidak mempedulikan sindiran sahabat mantan istrinya itu.


"Baik. Mereka baik baik saja, kenapa?" tanya A moy heran.


"Kami datang kesini ingin meminta mereka pada kalian, agar Tito dan Yoyo bekerja di kantor kami."

__ADS_1


"Apa!"


...@@@@@@@...


__ADS_2