
"Mommy kenapa sih? Kok Zoe dimarahin terus? Zoe salah sama Mommy?"
"Iya, karena Zoe salah, jadi Mommy marah sama Zoe. Coba kalau Zoe nurut, Zoe nggak bakal kena marah."
"Berarti Zoe salah bertemu Daddy dan tidak takut lagi ketemu sama Daddy?" Iya Mom?"
A moy tertegun mendengar pertanyaan anaknya. Dia yang sedang fokus menatap Laptop langsung menoleh ke arah Zoe yang juga sedang menatap. "Zoe serius udah nggak takut ketemu Daddy?"
Bocah itu dengan semangat langsung mengangguk. "Kan tadi Zoe sudah bilang, Zoe senang habis main sama Daddy."
A moy semakin tertegun mendengar cerita anaknya. Dia pun menjadi penasaran dengan fakta yang baru saja dia dapat dari anaknya. "Gimana ceritanya Zoe jadi nggak takut sama Daddy?"
"Kan Om Tito yang ngajarin," jawab Zoe dengan polosnyya tapi cukup membuat A moy terkejut bukan main. "Kata Om Tito, Daddy itu bukan orang jahat. Daddy adalah orang yang paling sayang sama Zoe kayak Mommy. Kalau Daddy jahat, Zoe tidak mungkin ada disini, begitu."
Hati A moy seperti ada yang menyentil. Dia merasa sudah salah menempatkan amarahnya. Hanya karena anak anak pulang telat, A moy tidak melihat sisi baik dari kejadian yang dialami anak anak. Bahkan dia dan A win semakin menunjukkan kuasanya sebagai majikan memarahi Tito dan Yoyo tanpa mau mendengar penjelasan dari dua pemuda itu.
"Moy! Moy!" teriakan seseorang menyadarkan A moy dari renungannya dan dia langsung menoleh. Dilihatnya A win mendatanginya di dalam kamar.
"Ada apa? Kok kamu kayak panik gitu?" tanya A moy dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Aku salah, Moy. Aku telah salah dan keterlaluan sama Yoyo dan Tito," jawab A win dengan wajah terlihat kalut dan frustasi.
"Salah kenapa? Cerita yang jelas?" tanya A moy penasaran.
"Tadi William telfon, ternyata Yoyo dan Tito tidak merencanakan pertemuan dengan mereka. Bahkan mereka kembali mengirim sejumlah uang sebagai tanda terima kasih karena Binbin sudah mau dekat kembali dengan William karena Yoyo. Ya ampun, Moy. Aku bahkan memaki Yoyo dan Tito sampai nyuruh kamu untuk memecat mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan mereka."
A moy jelas saja langsung terbungkam. Cerita yang dia dengar dari mulut A win menambah daftar rasa bersalahnya kepada dua pemuda itu.
"Mereka berkali kali menyelamatkan nyawa anakku, tapi hanya karena anak anak pulang telat, aku memarahinya tanpa ampun. Aku keterlaluan, Moy. Padahal anak anak yang minta main setelah pulang sekolah. Tapi apa yang aku lakukan? Sikapku pasti sangat menyakiti mereka," cicit A win mengungkapkan segala penyesalannya. Hal itu pastinya juga dirasakan oleh A moy. Ucapan A win mewakili dirinya yang juga diliputi penyesalan.
"Kita harus bagaimana, Moy?"
"Lalu, bagaimana dengan cintaku? Yoyo pasti langsung berpikiran yang tidak tidak."
"Ya mau bagaimana lagi. Semuanya sudah terjadi. Mungkin Tito sama Yoyo udah memilih yang lain karena perbuatan kita. Yang perlu kita lakukan saat ini ya kita minta maaf."
"Mom?" suara Zoe menghentikan obrolan dua ibu yang ada disana. A moy sontak menoleh ke arah anaknya. "Zoe lapar."
A moy tersenyum. "Zoe lapar?" anak itu mengangguk. "Ya udah, Mommy ambil makanan dulu ya?"
__ADS_1
Dengan terpaksa obrolan kedua ibu itu berhenti. A moy beranjak keluar kamar, sedangkan A win kembali ke kamarnya menemani Binbin yang sedari tadi terdiam.
"Binbin masih marah sama Mommy?" tanya A win sembari mendekati anaknya yang berbaring di atas ranjang dengan memegang mainnya. Anak itu tetap diam. Sejak keinginnya untuk bersama Yoyo ditolak, Binbin lebih banyak diam daripada merengek. Tapi diamnya Binbin justru membuat A win kewalahan. Apa lagi setelah tahu kebenarannya tentang kejadian siang tadi, A win jadi merasa bersalah juga pada bocah kecil itu.
Sementara itu di dapur.
"Makanan anak anak sudah ada Bi?" tanya A moy pada dua Bibi yang sedang berbincang di area dapur.
"Sudah, Miss? Apa ada tambahan lagi?" balas Bibi Nur.
"Nggak usah," balas A moy sembari menuju tempat dimana makanan itu berada. "Yoyo dan Tito sudah makan belum, Bi?"
"Nggak tahu, Miss. Tadi sih aku sudah antar makanan buat mereka di kamarnya."
"Emang mereka kenapa? Sakit? Kok makanananya di antar?"
"Enggak kenapa kenapa, Miss. Mereka tadi sedang sibuk berkemas. Katanya mereka dipecat."
Deg!
__ADS_1
...@@@@@@...