DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Bahagianya Anak Kecil


__ADS_3

Akhirnya, Yoyo dan Tito berangkat menuju ke tempat tujuan piknik mereka. Mereka menjalankan mobil masing masing dengan arah jalan yang sama. Sepanjang perjalanan, tidak ada pembicaraan serius antara pemuda itu dan majikannya. Untung disana ada anak kecil, jadi anak itu bisa menghidupkan suasana selama dalam perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, mereka sampai di hotel yang terlihat sangat mewah. Bahkan A moy dan A win menyewa kamar yang paling istimewa yang ada di hotel itu. Awalnya Tito dan Yoyo berpikir kalau mereka akan disewakan kamar terpisah. Namun mereka malah dibuat terkejut karena justru mereka yang akan tidur terpisah dan berada satu kamar dengan anak serta ibunya. Yoyo dan Tito ingin protes tapi karena melihat kebahagiaan anak anak, mereka mengurungkan niatnya.


Kagum, cuma itu yang Yoyo dan Tito tunjukan saat ini, ketika mereka memasuki kamar yang disewa majikannya. Ranjang yang sangat luas dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap, membuat dua pemuda itu merasa kagum dengan keadaan tempat mereka menginap. Apa lagi di sisi lain kamar itu ada pintu yang langsung terhubung dengan kolam renang pribadi yang berlatar belakang pemandnangan kota, semakin menambah rasa kagum dua pemuda itu. Mereka tidak menyangka bisa memiliki kesempatan menginap di hotel seperti ini.


"Om, Zoe pengin renang," rengek bocah itu setelah berada dalam kamar belum lama ini.


"Istirahat dulu, Sayang, kan kita baru sampai, nanti kamu kelelahan loh," nasehat A moy kepada anaknya sambil menata barang bawaan.


"Tapi Zoe pengin renang, Mom?" rengek sang anak.


"Nggak kasihan sama Om Tito. Om Tito kan juga capek."


Zoe langsung cemberut dan dia meringsek di dalam panngkuan Tito. Kalau sudah begini ya mau tidak mau Tito yang ambil tindakan. "Ya udah yuk renang. Tapi sebentar aja yah?"

__ADS_1


Raut wajah Zoe langsung berubah ceria dan setuju dengan syarat yang diajukan Tito. A moy hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya. Diam diam senyumnya terkembang melihat kekompakan dua pria beda usia itu.


"Kamu bawa underewear untuk renang kan?" tanya A moy sembari mengecek barang bawaan milik Tito.


"Bawa, Miss. Ini aku juga udah pakai underwear," jawab Tito canggung.


"Soalnya kalau renang disini wajib pake pakai pakaian renang, To."


"Iya Miss, aku tahu, kok."


Begitu keluar kamar mandi, rasa canggung kembali menyelimuti Tito. Meski dia dan A moy pernah berhubungan badan, tapi entah kenapa, rasa canggung itu kembali hadir saat Tiro hanya menggunakan underwear yang sangat ketat.


"Ayo, Om," ajak Zoe yang langsung lari menuju kolam renang. Tito mengiyakan dan langsung mengikuti bocah itu. Lagi lagi senyum A moy terkembang melihat tingkah mereka. Dia pun memutuskan berganti pakaian dan ikut renang bersama mereka.


Tak jauh dari keberadaan Tito, Yoyo dan Binbin juga sama sama sedang berenang. Meski berada di lantai yang sama, tapi kolam renang itu memang dibuat khusus untuk masing masing penyewa kamar. Ada semacam dinding pembatas antara kolam yang satu dengan kolam lainnya. Benar benar tempat privat yang sangat istimewa. Kolam renangnya tidak terlalu luas, tapi cukuplah kalau untuk berendam berdua atau bertiga.

__ADS_1


Saat Yoyo dan Binbin sedang asyiik bercanda di dalam kolam, Yoyo tertegun saat melihat A win dengan pakaian renangnya. Janda itu terlihat sangat seksi dengan pakaian tipis yang hanya menutup pucuk bukit kembar dan juga lubang nikmatnya. Padahal Yoyo juga sudah sering melihat A win tanpa busana, tapi pria itu masih saja kagum dengan kindahan tubuh majikannya.


"Mom, sini turun!" teriak Binbin agar A win ikut masuk ke dalam kolam renang.


"Iya," balas A win dengan senyum sumringah setelah dia meletakkan beberapa hidangan di atas meja yang ada di tepi kolam. Lalu dia turun ke kolam renang dan menghampiri anaknya yang berada di tepi kolam sebelah lain bersama penjaganya.


"Binbin seneng banget," kata bocah itu tiba tiba begitu A win berada di sisinya.


"Senang kenapa?" tanya Yoyo yang berada di sisi lain tubuh Binbin.


"Ya seneng, bisa piknik sama Om, sama Mommy."


"Emang apa yang membuat Binbin sesenang itu?"


"Karena Om nggak jadi pergi ninggalin Binbin."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2