
"Hari ini Binbin seneng banget."
"Senang kenapa?" tanya Yoyo.
"Ya seneng, bisa piknik sama Om, sama Mommy."
"Emang apa yang membuat Binbin sesenang itu?"
"Karena Om nggak jadi pergi ninggalin Binbin."
Dua orang dewasa yang ada di sisi kanan dan kiri Binbin tercengang mendengarnya. Tanpa sengaja, keduanya saling tatap dan langsung salah tingkah lalu kembali melemparkan pandangan mereka ke arah kota.
"Emang siapa yang mau ninggalin Binbin?" tanya Yoyo sembari mengusap kepala bocah itu.
"Kan ada koper di kamar Om. Tuh, Mommy aja pergi ke sini bawa koper, berarti kan kalau ada koper, itu tandanya mau pergi," ucapan Binbin kembali membuat Yoyo terbungkam. Sedangkan A win hanya diam dengan segala rasa bersalahnya. Dia tidak menyangka, efek kemarahannya akan berimbas pada anaknya. Entah apa yang akan terjadi jika Yoyo beneran dipecat, mungkin A win akan kembali kehilangan keceriaan anaknya.
"Binbin nggak lapar?" tanya A win beberapa saat kemudian. Melihat Yoyo yang terdiam, membuat janda itu berpikir untuk mengalihkan pembicaraan.
"Lapar, Mom" jawab Binbin itu menunjukan senyyum lebarnya.
"Ya udah, kita naik dulu, Mommy udah pesenin makanan itu."
__ADS_1
"Oke, Mom! Yuk Om kita makan, Binbin lapar."
Yoyo pun tersenyum mengiyakan. Pertama Yoyo dan Binbin yang naik dari kolam renang, lalu A win mengkutinya. Meski canggung, kedua orang itu menikmati makanan yang ada dengan gelak tawa yang hadir karena ulah sang anak. Begitu makanan habis, mereka hanya duduk di tepi kolam. Mungkin karena merasa lelah dan juga kekenyangan, Binbin terlihat diserang rasa ngantuk.
"Sepertinya Binbin ngantuk itu, Yo?" tunjuk A win sambil memperhatikan anaknya.
"Ah iya," Yoyo langsung mengangkat tubuh bocah itu dan menggendongnya.
A win meraih handuk yang sudah dia siapkan. "Lepasin celana Binbin, Yo. Biar aku yang mengeringkan badannya."
Yoyo mengiyakan. Dia melepas celana Binbin setelah itu A win mengeringkan tubuh anak itu yang sudah mulai tertidur di dalam gendongan Yoyo.
"Taruh ranjang langsung, Yo. Biar aku yang makein pakaiannya," lagi lagi Yoyo hanya mengiyakan. Dia segera membawa masuk bocah dalam gendongan dan menaruhnya di atas ranjang.
"Apa kamu masih marah sama aku, Yo?"
Yoyo menoleh ke arah sumber suara berasal. "Marah kenapa, Miss?" tanyanya, lalu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
A win menghembus pelan nafasnya lalu dia beranjak dan merebahkan tubuhbya di atas kursi yang sama dan bersebelahan dengan pemuda yang kemarin dia marahi. Yoyo sempat terkejut, tapi dia tidak bisa menghindar. Bagaimanapun semua masalah harus dia hadapi dan diselesaikan.
"Aku tahu, kamu pasti kecewa atas tuduhanku kemarin?" tanya A win sambil menatap ke arah yang sama dengan pemuda disebelahnya.
__ADS_1
Yoyo mengangkat kedua tangannya dan menjadikan tangan itu untuk bantal kepalanya. "Kecewa sih pasti, tapi mau bagaimana lagi. Aku nggak ada hak untuk membantah."
A win menoleh, tatapannya berbinar melihat posisi Yoyo yang memamerkan bulu ketiaknya. Dia merubah posisi berbaringnya menjadi miring dan menempel pada tubuh Yoyo dengan tangan melingkar di perut pemuda itu. Lubang hidungnya dia tempelkan pada ketiak Yoyo dan menghirup aromanya.
Yoyo hanya diam saja. Meski masih ada sedikit rasa kesal, dia juga tidak mau selamanya merasa marah pada wanita itu. Apa lagi kemarin A win sudah minta maaf, jadi tidak ada alasan lagi untuk Yoyo terus terusan marah.
Puas menghirup aroma ketiak yang tidak bau, A win meletakkan kepalanya di dada bidang pria itu. "Maaf, aku tahu, aku keterlaluan. Aku bahkan tidak memberi kamu kesempatan untuk membela diri."
Yoyo tersenyum masam. "Membela diri pun percuma. Miss nggak bakalan mau dengar dan nggak akan percaya begitu saja karena Miss dalam keadaan marah. Jadi aku memilih diam karena hasilnya juga nggak akan baik."
"Aku menyesal, kenapa aku bisa langsung marah sama kamu. Harusnya aku tanya baik baik terlebih dahulu."
"Udahlah Miss, nggak apa apa, orang udah terjadi juga," balas Yoyo dengan tenang. Satu tangannya bergerak dan melingkar pada pungung A win.
"Yo."
"Hum?"
"Apa aku masih layak untuk mencintaimu setelah peristiwa kemarin?"
Deg!
__ADS_1
...@@@@@@...