DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Rasa Cinta?


__ADS_3

"Hallo!"


"Kok Binbin belum tidur? Kan udah malam?"


"Kan Om besok pulang. Sekarang Binbin tidur, oke?"


"Iya, besok Binbin tidur sama Om, sekarang Binbin tidur sama Mommy dulu, ya?"


"Iya ... nah gitu ... Oke, selamat bobo juga, jagoan."


Klik.


Sambungan telfon pun terputus. Yoyo menaruh ponsel pemberian majikannya di atas meja dekat tempat tidur, lalu dia kembali fokus pada wanita yang saat ini sedang menggerakan tubuhnya naik turun di atas tubuh Yoyo dengan batang yang menancap pada lubang nikmat milik wanita cantik sekaligus majikannya itu.


Mata Yoyo menatap penuh hasrat pada wanita yang ingin melanjutkan permainabnya. Ya, ini adalah permainan ronde kedua Yoyo dengan majikannya yang akrab di panggil Miss A shang. Dengan kejadian ini juga, total sudah tiga majikan yang menyerahkan tubuhnya pada pemuda miskin yang mengadu nasib di rumah mereka.

__ADS_1


Di saat Tito sedang dilema dan merasa kecewa setelah mendengar penuturan dari majikannya, Yoyo justru sedang berbahagia dengan pikiran nakalnya yang kemana mana karena mendapat kesempatan menikmati tubuh wanita cantik. Entah kebahagiaan Yoyo akan berlangsung lama atau tidak jika dia mendengar kenyataan dari sahabatnya nanti.


Hingga beberapa puluh menit berlalu, setelah melakukan percintaan dengan berbagai gaya dan posisi, akhirnya Yoyo dan A shang sama sama meraih puncak. Cairan kental hasil dari penyatuan badan, melebur jadi satu dan bercampur di dalam lubang milik A shang. Setelah istirahat sejenak disertai dengan obrolan ringan yang penuh dengan kemesraan, pasangan yang tidak terlihat seperti majikan dan pembantunya itu terlelap dalam satu selimut yang sama dengan badan tanpa busana dan saling menempel mesra.


Tanpa terasa waktu terus merangkak maju dan kini hari berganti lagi. A shang dan A zia kembali disibukkan dengan pekerjaan yang kemarin mereka siapkan. Karena ini adalah hari pelaksanaan acara, maka Tito dan Yoyo tidak turun tangan untuk membantu. Semua dilakukan oleh ahlinya yaitu para karyawan majikan mereka.


Sambil menunggu acara selesai, Yoyo dan Tito memilih menghabiskan waktu sembari menikmati suasana di sekitar taman hotel yang terdapat fasilitas kolam renang di sana. Mereka duduk di salah satu kursi yang tersedia di sepanjang kolam renang. Banyak tubuh tubuh wanita seksi yang bertebaran di sekitar kolam renang tersebut. Hal itu cukup menghibur mata dua pemuda yang tidak pernah melihat pemandangan seperti itu saat mereka berada di kampungnya.


"Astaga! Bisa bisanya mereka bermesraan di tempat umum dengan pakaian seperti itu!" pekik Yoyo saat matanya menangkap sosok pria dan wanita yang sedang melakukan perang bibir dengan pakaian renang yang sangat seksi dipakai oleh si wanita dan si pria hanya memakai segitiga bermuda.


"Bagi mereka ya, itu hal wajar lah, Yo. Beda dengan di negara kita. Bakalan langsung kena hujat dan nyinyiran," ucap Tito yang juga sedang mencuri curi pandang ke arah yang sama dengan Yoyo.


"Hahaha ...benar juga. kayak kita dengan majikan kita," balas Yoyo sembari terkekeh. "Semalam kamu main berapa ronde, To?"


"Dua kali, tapi di ronde kedua, aku kurang semangat."

__ADS_1


"Kenapa? Dikasih enak kok nggak semangat?"


"Ya gimana ya? Tiba tiba aku merasa jijik aja," balas Tito dengan pandangan lurus ke depan. "Aku merasa, aku hanya diperalat sebagai pelampiasan hasrat mereka saja."


Mendengar penuturan Tito, sontak saja kening Yoyo langsung berkerut. Matanya menatap sahabatnya sangat lekat. "Kenapa? Kok kamu bisa sampai ngomong kayak gitu?"


Tito menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskkanya secara kasar. Lalu Tito menceritakan penyebab dia bisa berpikiran seperti itu. Yoyo yang sangat serius mendengar cerita dari sahabatnya tentu saja merasa terkejut. Apa lagi saat dia mencerna ucapan sahabatnya dan mengaitkannya dengan segala percintaan dengan majikannya, Yoyo akhirnya terpengaruh dan berpikiran sama dengan apa yang Tito pikirkan.


"Jadi para majikan suka karena mereka bisa merasakan hubungan badan dengan kita? Bukan karena mereka ada hati dan mencintai kita, itu maksud kamu?" tegas Yoyo.


"Ya, bisa dikatakan seperti itu, Yo. Bisa saja suatu saat, kamu behubungan badan dengan Miss A moy, Miss A ling dan Miss A zia, aku dengan tiga wanita bekas kamu, karena hati mereka sekedar suka sama kita, bukan cinta. Apa itu nggak menjijikan? Kita hanya dijadikan pemuas oleh mereka," balas Tito penuh dengan kekecewaan.


Rasa kecewa juga kini dirasakan oleh Yoyo. Padahal angan dia sudah melambung tinggi kalau dia sangat bahagia karena disukai tiga majikannya. Tapi angan itu terhempas dengan kenyataan kalau para majikan hanya suka pada tubuh mereka, bukan suka karena hati maupun cinta.


"Tapi, To. Apa kamu juga sudah ada rasa cinta sama majikan kita?"

__ADS_1


Deg!


...@@@@@@...


__ADS_2