
"aku yakin, pasti Miss A mey yang sudah jatuh cinta sama aku? Kenapa dia tidak jujur saja? Apa yang dia tunggu?" hati Yoyo terus bergumam.
Seperti Yoyo yang sedang diliputi rasa penasaran, sahabat Yoyo juga sedang mengalami perasaan yang sama di tempat wisata yang berbeda. Sejak sampai di tempat wisata yang dia tuju, Tito merasa kalau sikap janda cantik yang bersamanya saat ini benar benar aneh.
Dengan cueknya A ling bergelayut di lengan kekar Tito, menyuapi dia makan, berkali kali mencium pipi Tito, dan masih banyak lagi yang dilakukan wanita itu. Selain merasa heran, tentu saja Tito merasa senang. Pria mana yang tidak senang jika diperlakukan seperti orang yang spesial oleh seorang wanita?
Tito yang seumur hidupnya memang tidak pernah kencan dengan wanita, hatinya merasa hangat dengan apa yang A ling lakukan. Apa lagi saat Tito melihat pasangan lain yang bersikap mesra, Tito jadi merasa yakin kalau mereka memang sedang kencan saat ini.
Namun sayang, Tito yang buta dengan yang namanya kencan, tidak bisa melakukan hal romantis yang sama seperti pria lainnya. Yang ada hanya rasa canggung dan rasa bingung di balik rasa senang yang ada. Tito pun berpikir kalau majikan yang jatuh cinta kepadanya adalah A ling. Dari sikap yang ditunjukkan sedari tadi oleh wanita itu, Tito merasa yakin dengan pemikirannya sendiri.
Tapi yang membuat Tito heran, kenapa A ling tidak jujur saja mengenai perasaannya. Apa A ling menunggu waktu yang tepat? Atau A ling menunggu Tito yang mengatakan terlebih dahulu? Sedang Tito sendiri bingung dengan perasaannya. Selain A ling, ada dua janda lain yang membuat diri Tito merasa nyaman juga.
"Gimana? Suka dengan pemandangannya?" tanya A ling. Saat ini mereka berdua sedang duduk di atas rumput.
"Ya suka, Miss. Bagus," jawab Tito agak gugup, pasalnya A ling bersandar di bahunya.
"Dengar dengar di negara kamu, banyak tempat yang bagus selain Bali ya, To."
"Iya, Miss pernah main ke Bali?"
__ADS_1
"Pernah, dua kali dulu. Saat masih remaja sama bulan madu," jawab A ling. "Nanti kalau aku ke Indonesia lagi, kamu temenin aku ya? Ajak aku ke tempat tempat yang bagus."
"Boleh, emang Miss ada rencana mau ke Indonesia lagi?"
A ling melepaskan sandarannya kemudian mengganguk. "Nanti ke sana sekalian kenalan sama orang tua kamu."
Deg!
Tito sangat terkejut mendengarnya. Dia menoleh ke arah wanita yang sedang memandang pemandangan di depannya. Lagi lagi banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Tito. Apa A ling serius? A ling ingin bertemu dengan orang tua Tito, pasti ada maksud lain kan? Itulah bebeberapa pertanyaan yang bermunculan tanpa bisa dicegah.
"Kalau bisa, sekalian aku nginep di rumah kamu."
"Kenapa?" tanya A ling sembari menoleh ke arah Tito.
"Rumah aku itu kecil. Kamar aku aja, lebih kecil daripada kamar mandi yang ada di dalam kamar anak anak. Miss A ling nggak bakalan betah," terang Tito.
Sejenak kening A ling berkerut, lalu tak lama setelah itu dia pun tersenyum. "Kalau aku merasa nyaman ya pasti bakalan betah dong, To. Apa lagi jika tidurnya bareng kamu. Pasti betah banget aku."
Lagi lagi Tito dibuat tercengang. Apa maksudnya coba A ling ngomong seperti itu? Lebih nyaman jika tidur bareng dirinya? Apa A ling sedang mengungkapkan perasaannya? Rasa bingung Tito semakin bertambah karena pemikirannya karena tingkah A ling yang seperti menunjukkan rasa cintanya. Tapi dia tidak berani mengutarakan isi hatinya. Takut salah, yang ada nanti Tito malu sendiri jika jawabannya tidak sesuai dengan apa yang Tito pikirkan.
__ADS_1
"Hahaha ..." Tito tiba tiba tergelak sumbang. "Tidur sekamar bareng aku? Mana boleh, Miss."
"Memang kenapa?" tanya A ling denngan kening yang kembali berkerut. Dari raut wajahnya sepertinya A ling terkejut dengan jawaban yang Tito berikan.
"Di tempat aku, mana boleh terang terangan pria dan wanita tidur bareng satu kamar tanpa ikatan pernikahan. Yang ada malah kena hukuman," terang Tito.
"Hah? Kok bisa?" tanya A ling dengan tatapan tak percaya.
"Ya bisa lah. Nanti bisa dianggap perzinahan. Hukumannya ada hukum sosial, hukum agama, hukum pidana. Banyak deh."
"Astaga!" pekik A ling terkejut. Kok ribet banget? Terus kalau orang yang tidur bareng satu kamar berdasarkan suka sama suka, tetap di hukum juga?"
"Iya lah."
"Wah! Berarti kalau aku ke tempat kamu, kita harus nikah dulu."
Deg!
...@@@@@@...
__ADS_1