
Pagi ini, seperti biasanya, Tito dan Yoyo melaksanakan tugas mereka. Dan saat ini, mereka sedang berada di perjalanan guna mengantar Binbin dan Zoe ke sekolah mereka. Saat mobil mereka melewati jalan yang cukup sepi, Tito dan Yoyo dikejutkan dengan sebuah mobil yang tiba tiba berhenti melintang dan menghentikan akses jalan mereka.
"Astaga! Ada apa ini? Apa ada penjahat lagi?" kesal Tito.
"Sepertinya begitu," sahut Yoyo.
Yoyo menoleh ke arah belakang hendak mengambil jalan mundur. Tapi matanya kembali dikejutkan dengan mobil lain yang sudah melintang menjalani akes jalanya juga.
"Astaga! Ini sih pasti memang ulah penjahat," ucap Yoyo.
"Udah kayak main film aja kita, pake dihadang para penjahat juga," Tito menimpali.
Meski agak panik, Yoyo sempat menyunggingkan senyumnya saat mendengar ucapan Tito. Mereka lantas terdiam sembari memperhatikan apa yang akan dilakukan kedua mobil yang menghadang mereka saat ini.
"Ada apa sih, Om? Kok berhenti?" tanya Binbin sambil melongok ke arah depan.
"Nggak ada apa apa. Kalian duduk dan diam aja yah? Yang tenang, Oke?" Tito yang menjawab. Kedua anak itu langsung saja memurutinya.
Terlihat ada empat orang dengan pakaian biasa saja turun dari mobil yang melintang dari depan. ke empat orang itu berjalan dengan gagah dan sangarnya menuju ke arah Yoyo dan Tito berada.
Tok! Tok! Tok!
Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil di sebelah Tito. Kaca mobil lalu diturunkan sedikit.
__ADS_1
"Permisi tuan, bisa kita bicara sebentar?" ucap salah satu dari ke empat orang itu yang tadi mengetuk pintu.
"Ada apa ya, Tuan?" tanya Tito dengan sikap yang tenang.
"Cuma ada perlu, sebentar saja," ucap pria itu seperti agak memohon.
Tito menoleh ke arah Yoyo meminta persetujuan. Yoyo mengangguk. "Baiklah."
Yoyo dan Tito kompak turun bersama dan menyuruh anak anak agar tetap tenang di dalam mobil. Awalnya semua berjalan baik baik saja, tapi beberapa menit berlalu suasana berubah menjadi tegang dan memanas. Bahkan dari mobil yang berhenti di belakang mobil Yoyo, turun lagi empat pria dengan wajab terlihat sangat angkuh.
"Kalau kami tidak mau, anda mau apa?" ucap Tito dengan tenang.
"Baiklah, saya akan laporkan anda kepada Tuan William karena anda tidak mematuhi perintahnya," ancam orang itu.
Orang orang itu makin menunjukkan wajah terkejutnya. Apa lagi saat Tito mengambil ponsel dari dalam sakunya, tiba tiba Tito malah mendapat serangan. Salah satu dari mereka mencekik leher Tito hingga ponsel Tito terjatuh karena kaget dengan apa yang terjadi padanya. Begitu juga dengan Yoyo, dia sama terkejutnya melihat Tito dalam bahaya.
Meski kesakitan, Tito tidak tinggal diam. Otaknya langsung bekerja cepat mencari jalan keluar. Dan tak butuh waktu lama, Tito mengepalkan tangannya lalu mengayunkannya dengan cepat ke arah ketiak orang yang mencekiknya.
Dak!
"Akhh!"
Hantaman Tito yang cukup keras membuat orang itu merasakan sakit yang luar biasa. para penjahat yang awalnya terlihat angkuh dan meremehkan, langsung terkejut mendengar rekan mereka kesakitan hingga cekikan di leher Tito terlepas.
__ADS_1
"Kurang ajar! Berani kamu melawan kami, hah!" bentak salah satu dari penjahat lagi. "Beri mereka pelajaran! Serang!"
Perkelahian pun tidak dapat dihindari. Yoyo dan Tito tentu saja menyambut baik serangan mereka dengan ilmu bela diri yang mereka miliki. Para penjahat menyerang secara membabi buta dengan keyakinan yang sangat tinggi, kalau mereka akan sangat mudah mengalahkan dua pemuda itu.
Tapi sayang, perkiraan mereka salah. Mereka justru terlihat kewalahan melawan Tito dan Yoyo. Mereka tidak menyangka kemampuan bela diri dua pemuda itu sangat bagus. Meski Tito dan Yoyo juga mendapat serangan, tapi lawan mereka tidak bisa ditumbangkan dengan mudah.
Karena merasa terpojok dengan kekalahan sudah terlihat di depan mata, beberapa dari mereka mengeluarkan pisau lipat yang telah mereka siapkan. Mungkin sudah sesuai perintah, kalau cara halus tidak mempan, maka serang dengan cara kekerasan.
Tito dan Yoyo semakin meningkatkan kewaspadaannya. Meski begitu mereka masih sempat terkena sayatan pisau pada lengan mereka. Kedua pemuda itu justru makin beringas setelah mendapat sayatan yang cukup menyakitkan. Tito dan Yoyo harus benar benar berjuang melindungi anak anak.
Dak!
Bugg!
Dak!
Delapan pria itu akhirnya ambruk. Karena merasa sudah kalah mereka bangkit dan memilih lari menuju mobil mereka. Tapi Yoyo dan Tito tidak akan membiarkan mereka kabur begitu saja. Mereka langsung bergerak cepat dan menyerang salah satu dari penjahat hingga orang itu tak berdaya.
"Yo, panggil polisi sekarang!"
Penjagat yang lain semakin takut dan mereka kabur meninggalkan rekannya.
@@@@@@
__ADS_1