DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Paginya Di kamar A moy


__ADS_3

Sementara itu, masih di pagi yang sama, dan tentunya di rumah yang sama juga, terlihat serorang wanita keluar dari kamar mandi dengan tubuh terlilit handuk putih. Wanita itu berdendang kecil, lalu bibirnya tersenyum tipis saat mata wanita itu melihat dua pria beda usia, terlelap di atas ranjang yang sama yang dia gunakan untuk tidur bersama anaknya. Setelah memandang anak dan penjaganya sebentar, wanita itu melanjutkan aktifitas paginya setelah mandi.


Pria dewasa yang terlelap di sana adalah Tito. Ya, karena rengekan seorang bocah, Tito yang awalnya masih terlelap di kamar belakang, terpaksa bangun saat majikannya sendiri yang turun tangan membangunnkannya. Mendengar informasi kalau Zoe rewel dan merengek mencarinya, mau tidak mau Tito bangun dari tidurnya dan menghampiri Zoe di kamar ibunya.


Begitu melihat Zoe yang sedang rewel, Tito langsung naik ke atas ranjang dan menenangkan bocah berusia lima tahun itu. Tak lama setelah ditenangkan dalam pelukan Tito, Zoe malah kembali terlelap. Tito yang memang masih ada rasa ngantuk, menggunakan kesempatan itu untuk tidur kembali.


Hingga A moy selesi mandi, kedua pria itu masih terlelap juga. Namun disaat A moy sedang memilih baju ganti, Tito tiba tiba terbangun. Dengan wajah agak linglung, dia turun dari ranjang dan melangkah dengan sempoyongan ke arah kamar mandi. A moy sempat dibuat terkejut saat melihatnya hingga senyumnya terkembang karena tingkah menggemaskan pemuda itu.


"Mau tidur lagi?" tanya A moy begitu melihat Tito keluar dari kamar mandi. Mata Tito sontak terpaku memandang tubuh A moy yang saat ini polos tanpa kain sehelaipun dengan handuk yang sudah terlepas. Padahal Tito sudah pernah menikmati tubuh indah milik janda itu, tapi setiap melihatnya, Tito masih merasakan resah yang luar biasa.


"I-Iya," jawab Tio agak gugup sembari segera memalingkan arah pandangnya dan naik kembali ke atas ranjang. A moy masih tersenyum dan membawa baju yang akan dia kenakan ke tepi ranjang. Tentu saja, Tito yang sedang terbaring miring menghadap Zoe di sisi ranjang yang lain, matanya langsung melebar melihat tubuh polos di hadapannya.


"Gimana? Kemarin acaranya sukses, kan?" tanya A moy sambil mengolesi beberapa bagian badannya dengan sebuah krim. Dia nampak cuek saja melakukan semuanya di depan Tito. Bagi A moy, Tito udah menikmati tubuhnya jadi buat apa malu tanpa busana berada di hadapan Tito.


"Sukses, Miss. Lancar," jawab Tito agak gugup.

__ADS_1


"Baguslah," jawab A moy. "Oh iya. Besok kamu gajian. Kamu mau menerima uang tunai atau transfer bank aja, To."


Tito yang sedang merasakan resah berusaha bersikap tenang dan tetap fokus pada ucapan A moy. "Bank aja, Miss. Tapi aku belum punya Bank negara ini."


"Oh, gitu. Senin aja gimana? Sekalian aku bikinin akun Bank. Besok hari minggu. Kamu tahu kan kalau minggu Bank tutup?"


"Ya terserah Miss aja. Aku nurut."


"Ya udah kalau gitu," jawab A moy sambil mulai memakai pakaiannya. Rasa kantuk Tito pun menjadi hilang akibat pemandangan yang indah di pagi hari dalam kamar itu. Sejenak keadaan menjadi hening.


"Katemu Darren? Kok dia ada di sana?" tanya A moy dengan kening berkerut. Bahkan dia yang hendak memakai bedak, menghentikan gerakaannya dan menatap ke arah Tito.


"Katanya sih itu acara rekan bisnis Tuan Darren. Disana aku juga ketamu ayahnya Binbin."


"Oh iya," balas a moy sembari kembali bersiap menggunakan bedak. "Yang punya acara memang rekan bisnis Darren. Terus, apa yang terjadi? Apa mereka menyapa kamu dan Yoyo?"

__ADS_1


Kini gantian Tito yang mengerutkan keningnya. "Kok Miss tahu?"


Senyum A moy sontak terkembang. "Ya tahulah. Mereka pasti mencari informasi tentang kamu dan Yoyo. Kalian kan kerja menjaga anak anak mereka, sudah pasti mereka harus tahu latar belakang kalian."


"Oh gitu, hebat ya? Orang kaya bisa bebas melakukan apa saja," ucap Tito dengan wajah takjubnya, lalu dia bangkit dan duduk di atas ranjang.


"Namanya juga punya kuasa, To. Apa lagi ini menyangkut anak mereka, ya wajar kalau mereka mameriksa latar belakang kalian. Berarti kalian sempat saling sapa?"


"Nggak hanya saling sapa, Miss. Justru Tuan Darren dan Tuan William yang mendekati kita dan ngajak ngobrol."


"Mendekati kalian?" Ngapain?" tanya A moy agak terkejut mendengarnya.


"Ya mereka minta tolong sama kita, Miss. Mereka ingin dekat dengan anak anak. Gimana, Miss?"


"Dekat dengan anak anak?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2