
Apa benar, wanita kalau sudah rela menyerahkan tubuhnya kepada pria, itu tandanya wanita itu suka sama si pria?"
"Ya benar. Kalau pria bisa memakai tubuh wanita tanpa ada rasa, berbeda jika wanita menyerahkan tubuh kepada pria. Sebagai contoh, aku tanya sama kamu, To. Kita udah dua kali berhubungan badan, kamu ada rasa suka nggak sama aku?"
Tito seketika tertegun. Dia bahkan tidak bisa langsung menjawabnnya. Dia mencerna ucapan wanita di sebelahnya. Tapi jika dipikirkan, apa yang A ling katakan ada benarnya. Tito sudah berhubungan dengan dua majikannya. Meski Tito sangat menikmatinya, tapi dia memang tidak ada rasa khusus pada dua wanita itu.
"Pasti saat itu kamu tidak ada rasa, kan, To? Selain hasrat untuk berhubungan badan?" terka A ling tanpa menunjukkan ada kemarahan dalam nada dan sikapnya. Tito hanya tersenyum canggung merasa tidak enak hati. Biar bagaimanapun, tebakan A ling benar. Saat sedang bercinta, bukan karena Tito ada rasa suka. Apa lagi Tito hanya di ajak, jadi mana mungkin dia menolak.
"Beda kan, sama wanita," ucap A ling lagi.
"Memang, Miss A ling suka sama aku?" tanya Tito dengan suara gugup. Sebenarnya dia agak dilema mau menanyakan hal itu, tapi Tito juga butuh kepastian dari apa yang sedang dia bahas dengan majikannnya.
"Wanita mana yang tidak suka jika melihat kamu lebih dekat dengan pribadi kamu, To?" balas A ling. "Kamu pria yang bisa berpikir dewasa, hangat, bertanggung jawab, lembut. Dari awal kenal, aku sudah suka lihat kamu."
Tito sedikit menyunggingkan senyumnya. Ada rasa senang mendengar jawaban dari A ling. Dia tidak menyangka kalau majikannya suka kepadanya. "Miss A ling juga suka sama Yoyo nggak?" tanya Tito. Tiba tiba terlintas begitu saja nama temannya.
__ADS_1
"Sama Yoyo juga suka," jawab A ling enteng, tapi mampu mematahkan hati Tito saat itu juga. "Tapi aku lebih suka sama kamu," Hati Tito tak jadi patah, tapi malah berbunga bunga sampai dia tak mampu berkata kata. Hingga tiba tiba Zoe mendekat. "Udah capek, Sayang?" tanya A ling sambil melepas genggaman tangan Tito. Bocah kecil itu menganggguk. "Ya sudah kita pulang ya?" setelah mendapat persetujuan dari Zoe, tiga orang itu akhirnya beranjak pulang.
Sementara itu, puas bermesraan dengan majikannya, Yoyo memilih keluar kamar dan hendak menuju kamarnya karena ingin mandi. Baru beberapa langkah keluar dari kamar A win, langkah kaki Yoyo tiba tiba terhenti saat ada yang memanggil namanya. Yoyo pun menoleh ke arah sumber suara.
"Iya, Miss A mey. Ada apa?" tanya Yoyo.
"Ikut aku, aku mau bicara sama kamu," titah A mey dengan memasang wajah ketus. Dengan perasaan yang tiba tiba tak enak, Yoyo pun menuruti permintaan majikannya. Perasaan Yoyo makin tak karuan saat A mey malah mengajaknya masuk ke dalam kamar. Yoyo sempat usul, bicara di ruangan terbuka sebelah kamar A mey, tapi wanita itu menolaknya. Yoyo hanya bisa menurutinya karena dia cuma pekerja di rumah itu.
"Kamu kenapa pergi lama banget sih?" tanya A mey begitu Yoyo memasuki kamar wanita itu dengan perasaan canggung.
"Emmm ... emang kenapa, Miss?" Yoyo malah bertanya balik dengan suara sedikit gugup. A mey menutup pintu dan mendekat ke arah Yoyo yang berdiri tak jauh dari pintu masuk.
"Aku kangen sama kamu tahu," uca A mey, dan ucapan itu sukses membuat hati dan jantung Yoyo bergejolak lebih cepat.
"Kangen?" tanya Yoyo dengan gugupnya.
__ADS_1
"Iya, kangen dengan ketampanan kamu, dengan suara kamu dan kangen juga dengan isi celana kamu," jawaban A mey semakin membuat pemuda itu tak karuan suasana hatinya. Tapi yang pasti ada rasa senang di dalam hati itu. "Kita rebahan di ranjang Yuk?"
Tanpa bisa menolak, Yoyo menuruti permintaan wanita itu. Lagi lagi ada wanita yang merebahkan kepalanya di dada bidang pemuda yang masih bingung dengan apa yang sedang dia alami saat ini. Dia hanya diam sembari menikmati sentuhan majikan yang sedang meraba celananya.
"Miss," Yoyo memberanikan diri mengeluarkan suaranya setelah tadi hanya terdiam.
"Humm? Ada apa, Sayang?"
"Miss A mey beneran kangen sama saya?"
"Iya dong, kenapa?"
"Apa Miss A mey suka sama saya?"
Wanita itu mendongak, lalu tersenyum sembari mengangguk. "iya, Yo. Aku suka sama kamu."
__ADS_1
Deg!
...@@@@@...