
"Mau ngapain, Sayang?" sebuah suara lembut terdengar dari depan pintu kamar dan cukup mengejutkan bagi penghuninya yang sedang bergerak hendak turun dari ranjang. Penghuni yang lengan kirinya terluka akibat terkena senjata api itu, sontak saja menoleh ke arah sumber suara.
"Mau ganti baju, Miss," jawab si penghuni kamar sembari meneruskan gerakan turun ranjangnya.
"Kamu diam aja, biar aku yang gantiin," wanita itu melangkah masuk menuju ke arah lemari dan membukanya. Si penghuni kamarpun mengurungkan niatnya. Dia hanya duduk di tepi ranjang sembari menatap wanita yang sedang memilih baju untuknya.
"Nggak usah ambil underwear, Miss. Malam ini aku nggak akan memakainya."
"Loh, kenapa, Sayang?"
"Biar nggak terlalu repot aja saat nanti pengin ke toilet, Miss."
Wanita itu tersenyum manis dan mengabulkan permintaan penghuni kamar yang dia cintai. Setelah mengambil kemeja dan celana pendek, wanita itu mendekat ke arah penghuni kamar berada.
"Kok kemeja, Miss? Aku pengin pake kaos tanpa lengan?" protes penghuni kamar kepada wanita yang sebenernya adalah majikannya.
"Tangan kamu kan lagi sakit, biar enak makainya, Sayang," dengan sabar sang majikan membalas ucapan penghuni kamar itu.
"Tanganku nggak apa apa kok, nih," penghuni kamar bernama Tito itu mengangkat tangannya yang terluka. "Tuh kan nggak apa apa."
Sang majikan langsung tersenyum dan kembali melangkah menuju lemari dan mengganti kemeja dengan kaos yang Tito inginkan. Setelah itu, dia kembali mendekat ke arah Tito dan membantu pemuda itu melepas pakaiannya.
Tito pun hanya pasrah saja. Lagian menolak juga percuma, pasti janda cantik satu anak itu tetap akan melakukannya. Apa lagi keduanya memang sudah terbiasa tanpa busana jika sedang berduaan, jadi tidak ada alasan bagi Tito untuk merasa malu, tanpa mengenakan pakaian di hadapan majikan cantiknya.
__ADS_1
"Sudah selesai, sekarang mau apa lagi?" tanya A moy lagi.
"Pengin minum susu, Miss," jawab Tito sambil cengengesan.
"Ya udah, sebentar aku buatin," balas A moy sembari bersiap melangkah meninggallan kamar.
"Bukan susu yang itu, Miss," ucap Tito dengan cepat hingga majikannya tidak jadi melangkah.
"Lah, terus?" tanya A moy dengan tatapan bingung.
Tangan Tito yang tidak terluka bergerak dan meraih salah satu benda kenyal yang ada di dada majikannya sambil senyum malu malu. "Yang ini, Miss."
"Astaga!" pekik A moy. "Udah berani nakal ya? Ya udah kamu berbaring."
Melihat tingkah pemuda itu, senyum A moy terus terkembang. Tito benar benar seperti bayi yang sedang kehausan. Di usapnya pipi Tito dengan penuh rasa sayang.
"Enak?"
"Enak banget, Miss?"
"Kan nggak keluar airnya, Sayang?"
"Aku tahu, Miss. Tapi itu yang membuat lelaki dewasa doyan."
__ADS_1
A moy kembali tersenyum lebar. Tangannya mengusap pipi pria yang sedang menyesap pucuk bukit kembarnya secara bergantian.
Sedangkan di kamar sebelah, Yoyo juga sedang asyik ngobrol bersama salah satu majikan yang mencintai pemuda itu. Meski Yoyo tidak terluka sama sekali, tapi dia tetap mendapat perhatian khusus dari majikannya.
"Gimana ceritanya sih, Yo? Kok bisa Tito tertembak kayak gitu?" tanya sang majikan sembari menyuapi puding ke dalam mulut pemuda itu.
"Emang tadi Miss A moy atau Miss A win nggak cerita?" tanya Yoyo yang posisinya saat ini sedang duduk di ujung ranjang.
"Ya cerita sih. Cuma nggak lengkap aja. Kan katanya mereka datang pas Tito udah kena senjata api."
"Oh gitu?" ucap Yoyo, dan sang majikan nampak mengangguk beberapa kali. "Jadi gini, awalnya itu ..." Yoyo langsung menceritakan semua yang terjadi dari awal hingga terjadi insiden penembakan.
"Wahh! Untung kamu masih bisa bergerak cepat, Ya Sayang. Dan juga untung Tito juga bisa menghindar tepat waktu. Nggak kebayang deh kalau Tito atau Zoe kena senjata api. hih ngeri!" Sang majikan berkata sambil bergidig, membuat senyum Yoyo jadi terkembang.
"Miss."
"Hum? Apa, Sayang?"
"Aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Yoyo agak ragu dengan menatap lekat wajah cantik yang duduk di sampingnya.
"Minta apa, Sayang?" balas sang majikan dengan lembut sembari menatap lekat wajah tampan pembantunya.
"Aku boleh minta, berhubungan badan bertiga lagi nggak? Aku pengin main dua lawan satu lagi, Miss."
__ADS_1
...@@@@@@@...