DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Syarat Dari Dua Pria


__ADS_3

"Sekarang kan kalian sudah tahu isi hati kami, apa kalian akan tetap celap celup saat tahu ada cinta diantara kami untuk kalian?"


Kening Tito dan Yoyo sontak berkerut. Kedua mata mereka saling pandang sejenak. "Maksud Miss, gimana?" tanya Tito.


Sebelum menjawab, A moy memilih duduk sembari meraih sarapan Zoe yang masih tergeletak. A moy pun meminta anaknya untuk duduk. Zoe memilih duduk dipangkuan Tito. Kini dua pemuda itu menjadi berhadapan dengan dua majikan mereka.


"Gini, kalian kan sudah tahu, kalau kami semua mencintai kalian," ucap A moy pelan dan sangat tenang. "Kalian juga pasti tahu, saat kita berhubungan badan, kita dari pihak wanita melakukannya dengan penuh cinta. Aku kepada Tito dan A win kepada Yoyo. Dan sekarang aku pengin tahu, apa kalian tetap akan berhubungan badan, padahal kalian tahu ada cinta yang belum kalian balas?"


Tito dan Yoyo kembali saling tatap sembari mencerna ucapan A moy yang lumayan panjang. Tapi kedua pria itu sepertinya dapat mencerna dengan baik ucapan itu. Mereka juga terlihat sudah memilki jawaban menurut pandangan mereka masing masing.


"Berarti karena ada cinta yang belum kami balas, kami berhak menolak dong, jika Miss ngajak kita berhubungan badan?" ucap Yoyo sembari menatap dua majikan secara bergantian.


"Nah benar!" seru Tito. "Dan juga kita juga berhak kan? Menolak ajakan siapapun diluar pekerjaan kita yaitu menjaga anak anak. Nggak ada lagi tugas kita nginap menemani piknik atau menemani acara di luar kota yang selalu berakhir di ranjang?"

__ADS_1


"Nah! Itu aku juga setuju," sahut Yoyo. "Dan kita juga tidak perlu tidur disini. Kalau anak anak pengin tidur bareng kita, biar kita bawa ke kamar kita saja, gimana? Benarkan?"


A moy dan A win tentu saja langsung terkejut mendengar jawaban dua pemuda yang diluar dugaan mereka. Mereka bahkan saling tatap dan nampak bingung mau membalas dengan jawaban seperti apa, dari pertanyaan dua pria itu.


Sepertinya jawaban yang dikatakan Tito dan Yoyo, bukan jawaban yang A moy harapkan. Selain rasa terkejut, ada rasa kecewa yang nampak dari wajah wanita itu. Hal itu juga terlihat pada diri A win. Meski dia tidak mengatakan apapun, A win setuju saja dengan apa yang dikatakan A moy pada Yoyo dan Tito. Tapi, jawaban dua pemuda itu benar benar di luar dugaan mereka.


"Begini aja deh, nanti kita bicarakan hal ini sama yang lainnya, gimana?" usul A win. "Aku cuma nggak mau nanti ada salah paham ke depannya. A shang dan yang lainnya harus tahu kalau inginnya Yoyo dan Tito tuh begini. Biar kita nggak disangka mau menguasai kalian sendiri dengan alasan anak."


A moy nampak manggut manggut. "Baiklah, ini memang harus dibicarakan."


"Sepertinya mereka kecewa dengan jawaban kita, To," kata Yoyo pelan, takut para majikan mendengarnya.


"Bukan sepertinya lagi, mereka mamang sangat kecewa," balas Tito. "Kita itu memang harus tegas. Kita kan juga punya perasaan. Jika mereka tidak suka kita celap celup, ya harusnya mereka juga tahan diri dong. Mentang mentang ketagihan sama isi celana kita."

__ADS_1


"Benar. Emangnya yang punya perasaan mereka doang," umpat Yoyo. "Sekarang kita tunggu aja hasilnya gimana kalau jadi kumpul semua." Tito langsung setuju dengan ucapan Yoyo. Kemudian mereka bersiap siap untuk mengantar anak anak kesekolah.


Hingga beberapa menit berlalu, kini dua pemuda itu sedang duduk santai di bangku yang letakny! tidak jauh dengan lokasi sekolah anak anak. Lagi lagi kedua pemuda itu membahas tentang kisah asmara majikannya yang memperebutkan mereka secara terang terangan.


"Apa mereka pada nggak sakit hati gitu? Mereka mencintai orang yang sama, tapi mereka tiap hari bertemu. Aneh gituloh," oceh Tito nampak menggebu gebu.


"Aku juga baru lihat yang kayak gini. Biasanya cewek bakalan musuhan atau saling serang memperebutkan seorang cowok. Nah, majikan kita? Kok ya adem banget gitu," balas Yoyo mengungkapkan rasa herannya.


"Ajaib ya, Yo?" ungkap Tito. "Kayaknya baru kali ini deh hal itu terjadi?"


"Sepertinya begitu," balas Yoyo dan mereka kembali terkekeh bersama. Namun tak lama kemudian, suara kekehan mereka terhenti saat ada suara menyapa mereka.


"Permisi? Apa boleh kita ikut duduk disini?"

__ADS_1


Yoyo dan Tito sontak mendongak dan matanya agak berbinar saat mereka melihat dua wanita cantik ada di hadapan mereka secara tiba tiba.


...@@@@@...


__ADS_2