DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Godaan Bertubi Tubi


__ADS_3

"Kayaknya seneng kali ya punya anak. Kayak Kak A win dan Kak A moy. Secapek apapun mereka, kalau sudah lihat senyuman anak anak , katanya capeknya ilang gitu."


"Wah! Bagus dong!"


"Makanya, aku juga pengin," balas A shang. "Eh, Yo. Kamu mau nggak? Bikin anak sama aku?"


Sontak saja Yoyo tercengang dibuatnya. Dia menoleh sebentar ke arah wanita di sebelahnya. Wanita itu sedang tersenyum lebar sambil terus menatapnya. Entah wanita itu serius dengan ajakannya atau sekedar bercanda, Yoyo tidak tahu.


"Heehehe ... Miss A shang bisa aja kalau bercanda," balas Yoyo setelah dia kembali fokus ke arah jalanan di depannya.


"Bisa dong ... lagian, aku juga butuh penjelasan sama kamu," jawab A shang yang sama sama melihat ke arah depan.


Ucapan A shang kembali membuat Yoyo terkejut. Senyumnya sedikit memudar dan dia juga mendadaknagak panik. Entah apa maksud dari perkataan yang baru saja diucapkan majikannya. Tapi Yoyo merasa kalau ini ada hubungannnya dengan kelakuan Yoyo dan Tito yang melecehkan mereka.


"Penjelasan? Penjelasan apa, Miss?" tanya Yoyo agak tergagap.

__ADS_1


"Nanti saja aku ngomongnya," balas A shang tanpa menoleh, dan jawaban itu semakin membuat Yoyo merasa tidak tenang.


Tak lama setelah itu, mobil yang mereka kendarai sampai di tempat tujuan. Mereka segera turun dan mengambil barang yang sudah dipersiapkan karyawan sejak kemarin. Yoyo dan Tito mengangkat barang barang itu dan memindahkannya ke dalam mobil yang mereka bawa.


Setelah selesai semuanya dan tidak ada yang tertinggal sama sekali, mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju kota lain. Sementara anak buah A shang dan A win, memakai mobil mereka sendiri dan ada juga yang sudah berada di lokasi sejak kemarin.


"Sepertinya acara yang akan diselenggarakan mewah ya, Miss?" tanya Tito memecah keheningan selama dalam perjalanan yang katanya cukup jauh.


"Ya pasti mewah, To. Yang memakai jasa kita juga orang kaya. Anaknya pemilik beberapa hotel. Ini aja acaranya di selenggarakan di salah satu hotel miliknya," jawab A zia dengan mata yang fokus melihat ke arah depan dan samping jalan raya.


"Emang acaranya buat kapan, Miss? Kok ini perlengkapannya baru di bawa hari ini," tanya Tito lagi.


"Wah! Kalau Zoe nggak pada rewel sih mau ikut nginep aku, biar nggak bolak balik besoknya," jawab Tito dengan wajah sumringah.


"Kalau mau ikut nginep ya nanti aku bilang sama kak A moy. Benar juga sih, besok kamu sama Yoyo juga balik kesini jemput kita dan bawa barang barang. Dari pada bolak balik, malah capek," usul A zia yang memang masuk akal. "Lagian belum tentu juga kan kalau anak anak besok ngijinin kalian pergi."

__ADS_1


Tito membenarkan ucapan majikannya. Tadi saja anak anak sangat keberatan saat mereka akan berangkat, besok juga pasti akan seperti itu. "Ya udah, Miss. Coba Miss A zia ngomong sama Miss A moy. Kalau di ijinin ya mending aku nginep aja," ucap Tito pada akhirnya setelah berpikir beberapa saat.


"Oke," A zia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Kak A moy. Setelah bicara beberapa saat dengan memberi penjelasan, A moy pun menyetujuinya. Untuk urusan Binbin dan Yoyo, A moy mengusulkan kalau dia yang akan memberi tahu pada A win. Tito pun tersenyum senang. Seenggaknya dia bisa merasakan tidur di hotel mewah secara gratis meski hanya semalam.


Begitu mereka sampai hotel, para anak buah A zia yang sudah menunggu langsung menyambut kedatangan mereka dan membawa barang bawaan ke dalam ruang khusus yang akan dijadikan tempat acara besok. Tito dan Yoyo juga tak tinggal diam. Mereka membantu semampu mereka dan menolong para karyawan yang membutuhkan bantuan.


Hingga beberapa jam kemudian, pekerjaan sedikit lagi selesai. Para anak buah diberi waktu untuk istirahat satu jam. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk menikmati hidangan yang telah disediakan pihak hotel. Begitu juga dengan Tito dan Yoyo. Tak lupa, Tito juga memberi tahu Yoyo soal rencananya menginap disini. Yoyo jelas saja setuju setelah mendengar penjelasan dari Tito.


"To, sini!" panggil A zia.


Merasa dipanggil dan disuruh mendekat. Tito segera saja bangkit dan mendekat ke arah A zia yang duduk sendirian.


"Iya, Miss. Ada apa?"


"Nanti, saat kita nginep, kamu tidurnya satu kamar sama aku, oke?"

__ADS_1


"Waduh!"


...@@@@@...


__ADS_2