DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Seperti Lelaki Yang Sesungguhnya


__ADS_3

"Dari awal aku tuh udah jatuh cinta sama kamu, To. Sejak kamu dekat dengan Zoe. Kenapa kamu tidak peka dengan kasih sayang yang aku berikan?"


Awalnya Tito dan A moy memandang lekat satu sama lain. Pria itu sedikit terkejut mendengar pengakuan dari wanita cantik yang usianya lebih tua tiga tahun darinya. Namun beberapa detik kemudian Tito memutuskan pandangan ke arah lain sebelum akhirnya dia menunduk.


"Maaf, aku tidak sepeka itu pada perasaan Miss A moy," ucap Tito terdengar penuh sesal. "Aku tuh tidak pernah merasakan dicintai oleh wanita, jadi apapun yang Miss A moy lakukan padaku, aku menganggapnya sebagai kewajiban karena aku bekerja di rumah ini."


Terlihat A moy nampak mangggut manggut, lalu dia tersenyum. "Kamu pengin tahu, bagaimana kecupan penuh cinta?"


Tito mendongak dan kembali menatap majikannya, setelah itu dia memangguk pelan pelan. A moy masih tersenyum, lalu tangannya bergerak memegang pipi Tito terus kepalanya maju hingga bibirnya mendarat di sisi pipi Tito yang lain dengan durasi yang cukup lama.

__ADS_1


"Ini namanya kecupan penuh cinta dan sayang dari aku untuk kamu," ucap A moy dengan suara seperti orang yang sedang berbisik. Wajah keduanya begitu dekat hingga jantung Tito berdetak lebih cepat. "Bukankah aku sering memberi kecupan seperti ini sama kamu?"


Tito mengangguk kembali dengan pelan. "Maaf, aku tidak tahu kalau itu ..." Tito tidak meneruskan ucapannya karena A moy membungkam mulut pemuda itu dengan bibirnya. Sejenak suasana menjadi hening mengirini dua bibir yang saling berpagut satu sama lain.


"Tidak perlu minta maaf, Sayang," ucap A moy begitu bibir mereka terlepas. "Kamu tidak salah."


Tito lantas terdiam. Dia hanya mampu mengangguk tanpa mengeluarkan satu patah katapun. Badan A moy juga kini semakin menempel. Bahkan A moy menyandarkan kepalanya di bahu Tito. Nyaman, cuma itu yang Tito rasakan saat ini. Dia merasa saat ini dirinya benar benar menjadi seorang pria hanya dengan peristiwa yang terjadi sekarang. Tito merasa senang ada wanita yang menggunakan bahunya untuk bersandar. Bukan hanya khayalan semata, seperti yang sering dia bayangkan sebagai seorang jomblo.


"Kalau aku hanya mengincar isi celanamu saja, Bisa saja aku mengincar isi celana dua satpam di depan rumah. Bukankah mereka juga sama gagahnya, aku akui, Yo. Isi celana kamu memang gede dan enak banget. Meski tidak segede pria amerika, tapi isi celana kamu tidak kecil seperti milik William. Namun bukan itu yang membuat aku jatuh cinta sama kamu, bukan!" tegas A win yang saat ini sedang merebahkan kepalanya di dada Yoyo. Jarinya lincah mengusap perut rata pria itu.

__ADS_1


"Aku menyerahkan tubuhku ini sama kamu, karena kamu spesial bagi aku. Kamu terlihat sangat menyayangi anak aku. Kamu tahu, sejak Binbin berpisah dari ayahnya, dia sering jadi anak yang murung. Jarang terlihat ceria. Tapi sejak ada kamu, aku melihat semangat hidup Binbin kembali. Dia juga selalu ceria dan tertawa lepas jika sedang bermain bersama kamu. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan bagi seorang ibu selain melihat anaknya kembali ceria dan terlihat bahagia, Yo. Sejak itu pula aku mulai ada hati sama kamu."


Yoyo hanya terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa saat ini. Yang pasti hati pria itu sangat tersentuh dengan pengakuan wanita yang sedang dia belai rambutnya saat ini. Yoyo juga merasa senang, dia merasa menjadi seorang pria yang sesungguhnya karena bisa bermesraan dengan wanita seperti yang sering dia bayangkan saat menonton adegan romantis.


A win mendongak karena penasaran Yoyo terdiam. "Kenapa kamu diam, Sayang?"


Yoyo sedikit tergagap terus dia langsung tersenyum. "Aku nggak nyangka aja, Miss, di sini aku bisa membuat Miss a win, Miss A mey dan Miss A shang jatuh cinta sama aku. Aku diam karena aku bingung mau mengatakan apa. Mungkin karena aku terlalu senang, setidaknya ada wanita yang mencintaiku di dunia ini selain ibu dan kakak perempuanku."


Meski terkejut, senyum A win pun ikut terkembang. Lantas dia bergerak mendekati wajah Yoyo dan mendekatkan bibirnya di salah satu pipi pria itu dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana perasaanmu saat ini setelah mendengar kejujuran hatiku padamu, Yo?"


...@@@@@...


__ADS_2