
"Miss, nanti kita telat ke pestanya."
A mey sontak tersenyum. "Kita pesta sendiri aja yuk?"
"Pesta sendiri? Pesta apa?"
"Pesta masukin isi celana kamu ke dalam lubang aku."
Yoyo sontak matanya terbuka lebar. Dia memang sedang berhasrat tinggi saat ini, tapi dia tidak menyangka akan di ajak bermain sejauh ini. Yoyo terdiam dengan wajah bingung. Dia tidak tahu harus menjawab apa atas ajakan wanita yang sekarang duduk dipangkuannya.
"Kenapa diam?" tanya A mey dengan tangan kanan mengusap lembut pipi Yoyo.
"Yoyo menunduk. "Aku takut, Miss."
Kening A mey sontak berkerut. Tentu saja dia merasa heran. Ada pria di ajak enak enak malah ketakutan. "Takut kenapa, Yoyo?"
"Aku takut menghamili Miss A mey."
"Hahaha ..." A mey langsung tergelak, dan otomatis Yoyo kembali mendongak karena heran. "Tenang saja. Aku sudah memakai pengaman anti hamil. Kamu tidak perlu merasa khawatir."
"Tapi ..."
__ADS_1
"Tapi apa? Kamu mau aku laporin ke polisi?" ancam A mey terpaksa. Dia sudah sangat berhasrat dan ingin segera dia tuntaskan.
"Tidak!" jawab Yoyo cepat.
"Ya sudah, tinggal nurut. Oke?"
"Baik, Miss," balas Yoyo lemah dan pasrah.
A mey turun dari pangkuan Yoyo. "Berdiri, Yo!"
Yoyo patuh. Dia berdiri dan terdiam. Perasaannya bergejolak tak karuan. Yoyo kembali dibuat terkejut saat tangan A mey bergerak membuka jass yang dipakai Yoyo. Pemuda itu akan menahan tangan A mey tapi wanita itu memerintahkan Yoyo agar tetap diam. Lagi lagi Yoyo hanya pasrah.
Satu persatu pakaian bagian atas Yoyo terlepas dari tubuhnya. Darahnya berdesir dan Yoyo agak bergidik saat tangan A mey meraba perut rata dan dada bidangnya. Yoyo tetap diam saat dia merasakan bibir A mey mengecup dan memainkan dua titik merah kehitaman di dada kiri dan kanan milik Yoyo Diam diam Yoyo sangat menikmatinya.
"Waw! Gede banget!" seru A mey takjub saat isi celana Yoyo mencuat. A mey terus menurunkan celana Yoyo hingga terlepas.
"Kecil lah, Miss," jawab Yoyo merendah.
"Ini termasuk gede, Yo. Beda jauh dengan milik mantan suamiku. Jauh banget."
Yoyo hanya bisa tersenyum, dalam hatinya dia merasa bangga mendapat pujian itu. Kini dia merasakan, bukan hanya tangan A mey yang mengenggam dan memainkan isi celananya, tapi mulutnya juga.
__ADS_1
"Akhh!"
Untuk pertama kalinya Yoyo merasakan nikmat secara nyata karena benda di bawah perutnya dinikmati oleh mulut seorang wanita. Meski masih ada rasa takut tapi Yoyo tidak bisa berbuat apa apa selain menikmati permainan yang membuatnya melayang.
Semua bagian milik Yoyo tak ada satupun yang terlewatkan oleh mulut A mey. Hingga bulu dan kantung yang berisi dua telur pun A mey lahap dengan penuh hasrat. Hingga beberapa saat kemudian, A mey menghentikan kegiatanya karena sudah cukup puas menikmati milik Yoyo dengan mulutnya.
A mey berdiri dihadapan Yoyo. "Sekarang kita pindah ke ranjang, Yuk. Saatnya kamu masukin ini ke dalam lubangku," ajak A mey sambil mengenggam benda milk Yoyo lalu menuntunnya hingga ke atas ranjang yang memang sengaja di sediakan untuk istirahat di tempat kerja.
Sejujurnya Yoyo sangat resah saat ini, tapi dia benar benar tidak punya pilihan lain lagi selain pasrah. Kini keduanya telah sampai di atas ranjang. A mey langsung merebahkan tubuhnya dengan dua kaki yang menbentang. Sedangkan Yoyo terdiam sembari duduk diantara dua kaki majikannya. Yoyo sagat takjub dengan keindahan lubang milik A mey. Karena dorongan jiwa lelakinya, tangan Yoyo bergerak, menyentuh dan mengusap usap lubang nikmat itu.
"Sekarang masukan punya kamu, Yo."
"Tapi, Miss, aku nggak tahu titik yang mana yang dimasukin?"
A mey sontak tersenyum lebar lalu bangkit dan memegang benda yang sudah sangat menegang milik Yoyo. "Sini aku tunjukkan."
Yoyo bergerak perlahan daat A mey mengarahkan benda miliknya hingga ke bibir lubang. Sebelum di arahkan masuk, benda itu digesek gesekan terbelih dahulu, lalu setelah merasa cukup, pucuk benda menegang berada pada titik terntentu dan sedikit membuka celah.
"Sekarang dorong perlahan, Yo."
Yoyo langsung melaksanakannya. Pinggang Yoyo mulai bergerak dan perlahan benda itu mulai tenggelam di dalam lubang nikmat A mey.
__ADS_1
"Aakhh!"
...@@@@@...