
"Gimana rasanya seperti ini, To? Senang?"
"Emm nggak tahu, Miss."
"Ya jangan gugup gitu, Sayang. aku tahu kamu pasti senang bukan? Tidur diantara dua wanita seperti ini?"
Bukan hanya senang, tapi senang sekali. Itulah yang dirasakan Tito dan Yoyo malam ini. Kedua pemuda tidak menyangka akan berada dalam posisi seperti ini, satu ranjang dengan dua wanita cantik.
Awalnya kedua pemuda itu kaget, saat keluar dari kamar anak anak, A mey dan A ling memanggil mereka dan mengajak keduanya untuk mengikuti dua janda itu. Dengan rasa malas dan tak enak hati, Tito dan Yoyo lantas mengikuti mereka. Apa lagi A mey dan A ling mengajak mereka dengan memakai kata bicara dari hati ke hati, Yoyo dan Tito sedikit tertarik sehingga mereka mau mengikuti dua janda tersebut.
Namun betapa terkejutnya Yoyo dan Tito saat mereka diajak memasuki kamar secara terpisah dan mereka tahu siapa pemilik kamar itu, mereka jadi sedikit ragu untuk meneruskan mengikuti majikannya. Namun saat hati mereka meragu, kedua pemuda itu seakan diingatkan kalau mereka harus menuruti majikannya. Akhirnya mereka ikut masuk ke dalam kamar masing masing.
Di saat keduanya sudah masuk di dalam kamar yang berbeda, disana sudah ada majikan lain yang menunggu kedatangan dua pemuda. Majikan itu pun menyambut kedatangan Tito maupun Yoyo dengan senyum bahagianya. Dengan segala bujuk rayu dan titah sebagai majikan, akhirnya kedua pemuda itu pasrah seperti ini, berbaring di atas ranjang dengan didampingi dua wanita di sebelah kanan dan dikirinya, di kamar masing masing.
"Sekarang anggap aja kalau kami bukan majikan kamu, oke! Biar kamu bisa mencurahkan isi hati kamu tanpa ragu, Sayang," ucap A zia.
Bukan masalah ragu, justru Tito merasa resaah karena dua wanita itu merebahkan kepala mereka di dadanya. Belum lagi tangan mereka yang melingkar di atas perut dan juga tubuh yang sangat menempel, membuat resah yang sangat luar biasa bagi pemuda itu.
__ADS_1
"Apa kami kurang cantik, To? Apa kami kurang seksi? Hum?" tanya A zia sembari mendongak menatap wajah pria yang sedang gugup. A ling pun melakukan hal yang sama hingga rasa gugup pada diri Tito naik dua kali lipat.
"Dimata kamu, apa kami tidak cantik dan seksi?" A ling mengulang pertanyaan dengan suara lembut.
"Kalian sangat cantik dan seksi kok, Miss," jawab Tito agak terbata.
"Terus apa yang membuat kamu tidak mencintai kami?"
"Aku ... tidak sanggup memilih, Miss."
A ling dan A zia sontak tersenyum, keduanya saling tatap sejenak lalu mereka mengerakan kepalanya dan menempelkan bibir mereka pada kedua pipi Tito. Terkejut, sudah pasti, tapi hati Tito menghangat. Betapa damainya dicium dua wanita cantik sekaligus.
Di malam yang sama tapi di kamar yang berbeda, Yoyo juga sedang merasakan hal yang sama persis dengan apa yang terjadi pada Tito saat ini. Dua wanita yang sedang bersamanya secara bergantian memberikan pengalaman baru pada pemuda yang sedang terbaring pasrah diantara dua janda.
Setelah merasa cukup berbagi bibir, A mey dan A shang kembali merebahkan kepala mereka di dada bidang pria yang terbaring pasrah diantara mereka. Kedua janda itu tidak hanya sekedar rebahan, tangan mereka mulai bergerak ke arah bawah perut Yoyo dan mengusap celana Yoyo yang ada tonjolannya.
"Kita memang menyukai isi celana kamu, Yo. Tapi bukan berarti kami hanya mencintai isi celana kamu saja. Kami mencintai kamu apa adanya, Sayang," ucap A shang lembut.
__ADS_1
"Benar," A mey menimpali. "Kami memandang kamu sebagai pria yang patut untuk dicintai tanpa memandang status dan latar belakang kamu. Jadi, cobalah pertimbangkan cinta kami."
"Tapi, Miss. Aku kan sudah pernah bilang, aku tidak sanggup memilih diantara kalian. Kalian terlalu berharga untuk disakiti. Aku nggak sanggup jika ada yang sakit hati karena terpilih," balas Yoyo, dan membuat dua janda itu terdiam. Karena tak kuasa menahan hasrat yang sudah mulai merayap naik, Yoyo pun kembali mengeluarkan suaranya. "Maaf, Miss, aku boleh tanya?"
"Tanya apa, Sayang?" kedua wanita itu mendongak menatap Yoyo.
"Apa kalian akan ngajak aku main bertiga malam ini?"
Kedua janda itu malah tersenyum. "Kamu nggak mau?" tanya A mey.
"Bukan nggak mau, tapi kan nanti kalian harus bergantian, isi celanaku cuma satu loh, Miss."
Dua janda itu sontak terkekeh. "Nggak apa apa, Sayang. Ini juga pertama bagi aku loh," balas A mey.
"Sama, aku juga, ini pertama kalinya aku main bertiga," A shang menimpali.
"Ya sudah kalau begitu kita bercinta dulu, untuk urusan hati, kita bicarakan nanti setelah selesai kita berhubungan badan, gimana?"
__ADS_1
Yoyo mengangguk pelan dengan polosnya dan kedua janda itu langsung beraksi.
...@@@@@...