
"Teman laki laki kamu ganteng banget, Mey? Nemu dimana?"
"Nemu di jalan tadi."
"Hahaha ... bisa aja kamu. Hati hati, nanti dia di ambil orang lagi loh."
"Tenang, kali ini dia bukan cowok gampangan kok, Kak."
"Ya semoga saja."
Tanpa mereka sadari, tak jauh dari sana, ada dua pasang mata yang menatap mereka penuh benci. Sepasang mata menatap ke arah A mey dan sepasang mata menatap ke arah Yoyo yang sedang duduk sendirian. Entah apa maksudnya, mereka menatap kepada dua orang yang baru datang dengan tatapan tak suka.
"Angel, Yutu! Kenapa berdiri disitu?" seru kakak A mey kepada dua orang yang menatap penuh benci sejak tadi. Mereka adalah sepupu A mey dan suaminya. Suami Angel merupakan mantan suami A mey yang masih menaruh cinta pada majikan Yoyo tersebut.
"Kalau mau gabung ya gabung aja sini," tawar Kakak A mey lagi sambil membawa nampan berisi kopi. Sedangkan A mey mengkutinya dari belakang dengan menenteng hidangan ringan. Mereka duduk di tempat yang sama dengan Yoyo saat ini.
Karena merasa sudah kepergok, sepasang suami istri itupun mendekat ke arah tiga orang yang ada disana. Lagian mereka tidak mungkin menolak karena mereka penasaran dengan pria yang kini duduk bersebelahan dengan A mey.
__ADS_1
"Dia siapa, Mey? Cowok baru kamu?" ucap Angel dengan nada lembut yang dibuat buat. Tentu saja Angel memasang wajah cantik dan kalemnya di depab yoyo, agar pria itu tertarik padanya.
"Yang pasti, dia bukan suami orang," jawab A mey santai, tapi monohok. Dan pastinya Angel dan Yutu sangat tersindir dengan ucapan janda itu.
"Boleh kenalan nggak? Namanya siapa? Kerja dimana?" tanya Angel lagi sambil menyodorkan tangan kepada Yoyo minta berjabat tangan. Di luar dugaan, Yoyo hanya menelungkupkan kedua tangan di depan dadanya sambil mengangguk dan tersenyum simpul. Dia tidak membalas jabatan tangan wanita yang duduk di hadapannya.
"Ish ... sombong sekali," ucap Angel dalam hatinya. Dengan terpaksa dan rasa kecewa yang karena tangannya diabaikan, Angel menarik kembali tangannya. "Untung ganteng, kalau nggak udah aku maki, dia," gerutu Angel lagi di dalam hatinya.
A mey sendiri bersorak dalam hatinya melihat Yoyo cuek pada sepupunya itu. Dia sudah menduga kalau hal ini pasti bakalan terjadi. Beruntung tadi saat dalam perjalanan, A mey membahas tentang masa lalunya. Mungkin karena cerita A mey, Yoyo jadi bersikap seperrti itu kepada Angel.
"Nggak perlu tahu. Entar kamu malah mencari info tentang dia," jawab kakaknya A mey.
"Nggak perlu," kini A mey yang bersuara. "Iya, awalnya di ajak berteman. Entar ujung ujungnya diajak selingkuh. Ngeri."
Glek
Lagi lagi ucapan A mey menyinggung Angel dan Yutu hingga sepasang suami istri itu benar benar merasa kesal dengan sindiran A mey yang mengingatkan mereka, awal terjadinya perselingkuhan.
__ADS_1
"Denger denger, sekarang suami kamu nggak kerja, Ngel?" sambung A mey dengan melontar pertanyaan yang cukup monohok. Padahal suami Angel ada disana, tapi sepertinya A mey sengaja menganggapnya tidak ada.
"Iya," jawab Angel agak gugup, lalu dia kembali memandang Yoyo. "Oh iya, Tuan. Ajak suami aku kerja bersama kamu dong," entah dapat ide darimana, Angel kepikiran ngomomg seperti itu, menmbuat semua yang ada disana cukup terkejut.
"Mana mau dia ngajak orang lain kerja bersamanya?" A mey yang menjawab sambil menggenggam tangan Yoyo. "Di tempat kerja dia, tidak menerima orang yang mudah berkhianat."
"Mana ada?" balas Angel antara terkejut dan tidak percaya.
"Nah ini buktinya," ucap A mey enteng. "Di tempat kerja dia, nggak ada tuh orang yang pernah berselingkuh."
Angel langsung merasa kesal. Sedari tadi A mey selalu menyindirnya. Begitu juga dengan suami Yutu. Dia benar benar terbungkam dan hanya mampu menatap nanar ke arah mantan istrinya.
"Mey, mending kamu suruh dia istirahat dulu deh, sambil nunggu Ayah dan Ibu pulang," ucap Kakak A mey tiba tiba. Dia tidak mau terjadi perang lagi diantara sepupu dan adiknya. Sedari tadi dia diam diam memperhatikan apa yang terjadi di hadapannya.
"Istirahat dimana, Kak?" tanya A mey bingung.
"Ya di kamar kamu lah, Mey. Masa di kamar kakak?"
__ADS_1
"Apa! Di kamar A mey? Tidak boleh!" seru Yutu, mantan suami A mey tiba tiba.
@@@@@@