DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Kena Marah


__ADS_3

"Gimana mau berjuang kalau di depan mata kita aja udah jelas kalau kita bakalan kalah," ucap A shang.


"Kita belum kalah, mereka kan belum resmi pacaran," balas A ling.


"Apa aku memilih jalan pintas aja ya? Misalnya aku hamil anak Yoyo gitu?" ucap A mey sambil mengusap perutnya yang rata.


"Astaga!" pekik ketiga janda yang lainnya. " Kamu mau nekat?" tanya A ling dengan suara keras.


A mey langsung saja cengengesan. "Ya gimana lagi? Biar Yoyo jatuh cinta sama aku, kan nggak salah kalau aku mengandung anaknya. Kalian lihat kan? Tito sama Yoyo sangat sayang sama Zoe dan Binbin yang jelas jelas anak orang lain. Apa lagi kalau anak mereka sendiri, pasti sayangnya melebihi apapun."


"Benar juga sih apa kata A mey," A shang menimpali setelah tadi terdiam sejenak, mencerna ucapan sesama janda yang menyukai pria yang sama. "Dengan hamil, kita bisa menjerat kuat cowok yang kita incar. Tapi masa iya, kita pake cara rendahan seperti itu?"


"Iya nih A mey, ada ada saja idenya," sungut A zia.


"Hahahaha ..." A mey tergelak keras. "Aku kan cuma ngasih solusi! Lagian Tito dan Yoyo juga kayaknya bukan tipe cowok yang suka ngehamilin anak orang sebelum nikah?"


"Astaga! Bagaimana mereka bisa ngehamilin anak orang kalau mereka sendiri belum pernah pacaran, Mey!" seru A ling.


"Ah, iya ya, hahahha ..."

__ADS_1


Para janda itu pun serentak terbahak bersama sembari melanjutkan obrolan mereka tentang pria incaran mereka.


Hingga waktu berlalu, Yoyo dan Tito memang diperlakukan spesial oleh majikannya. Mereka merawat dua pria itu seperti layaknya mereka merawat suami mereka masing masing.


"Mau kemana?" tanya A win yang saat itu sedang berkutat dengan laptopnya dan perhatiannya teralihkan saat melihat Yoyo bangkit dari ranjangnya seperti hendak pergi.


"Mau ke kamar aku bentar, Miss. Pengin mandi. Mumpung Binbin sedang tidur," balas Yoyo mencari alasan. Nyatanya Binbin memeng sedang tidur siang itu di ranjang yang sama.


A win sontak tersenyum dan dia bangkit setelah meletakan laptop di sofa yang dia duduki tadi. "Mandi di sini saja, biar aku yang mandiin," ucap A win saat mendekat ke arah Yoyo.


"Aduh! Nggak usah, Miss," tolak Yoyo dengan rasa terkejut yang luar biasa mendengar tawaran A win. "Aku bisa mandi sendiri."


"Jangan dibuat susah, Yoyo. Tinggal nurut aja nggak mau. Heran loh," balas A win setelah mengeluarkan handuk dari lemari.


"Tapi, Miss. Nanti Binbin bangun gimana?" Yoyo masih berusaha mencari cara untuk menolak ajakan A win.


"Kan kamu tahu sendiri, Binbin kalau tidur siang lumayan lama. Udah, nggak perlu nyari alasan lain," balas A win yang sudah bisa menebak jalan pikiran penjaga anaknya.


Karena ketahuan mau mencari alasan, Yoyo akhirnya mengambil jalan pasrah. Dia nurut saja saat saat tangannya ditarik A win menuju kamar mandi yang ada di kamar itu. Dengan telaten, A win membantu melepas pakain yang nenempel pada tubuh Yoyo. Jangan ditanya perasaan Yoyo bagaimana. Bukannya senang tapi malah canggung.

__ADS_1


"Itu nanti lukanya jangan kena air dulu, biar cepet kering," jawab A win setelah melepas baju Yoyo.


"I-iya, Miss," jawab Yoyo agak gugup. Kini A win sedang memegang pengait celana yang Yoyo pakai, membuat pemuda itu merasa semakin resah.


"Kok tegang! Kamu lagi pengin?" seru A win saat begitu celana Yoyo terbuka dan kelihatan isinya yang mulai membesar.


"Enggak, Miss," jawab Yoyo. Sebenarnya dia jujur, dia sedang tidak ingin berhubungan badan. Wajar jika batangnya tiba tiba membesar, Yoyo laki laki normal, ada rangsangaan sedikit dari wanita, tentu saja senjatanya akan langsung membesar.


"Tapi ini udah tegang banget loh, Yo," balas A win. Wajar jika milik Yoyo semakin tegang, orang tanngan A win mengusap usap milik Yoyo dengan lembut.


"Ya orang dimainin pake tangan Miss A win, udah pasti tambah tegang, Miss," jawab Yoyo yang memang sudah bingung jawab apa.


"Hahha ..." A win malah tertawa renyah, "Ya udah kita main bentar, mau?"


"Tapi nanti Binbin bangun, Miss?"


"Astaga! Kenapa kamu selalu mencari alasan untuk nolak sih Yo? Kamu nggak suka sama aku? Perasaan dari tadi nolak mulu? Kalau nggak suka bilang aja terus terang, Yo. Nggak perlu nyari nyari alesan."


Deg!

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2