
Cup!
Sebuah bibir milik seorang wanita menempel di pipi seorang pria yang sedari tadi terdiam sejak berakhirnya hubungan penuh rasa nikmat yang mereka lakukan. Kecupan bibir yang menempel cukup lama itu, seakan menyadarkan pria dari lamunannya. Pria itu menoleh dan tersenyum canggung kepada wanita yang tubuh polosnya menempel padanya.
"Kenapa melamun, Yo?" tanya wanita itu pada pria yang baru saja memberikan rasa nikmat yang sangat dia rindukan dari seorang pria. Wanita itu dengan lembut juga mengusap pipi pria bernama Yoyo tersebut.
"Aku masih nggak nyangka, Miss. Disini aku bisa merasakan hal seperti ini," jawab Yoyo dengan menampilkan wajah yang masih sangat susah diartikan.
"Emang kenapa? Kamu menyesal?" tanya A mey dengan tatapan yang lekat dan tangan yang tidak lepas dari pipi pria itu.
Yoyo menggeleng. "Tidak, aku tidak menyesal. Cuma ya nggak nyangka aja. Aku berhubungan badan dengan wanita yang sangat cantik."
Miss A mey tersenyum lalu menempelkan bibirnya pada bibir Yoyo sejenak. "Dalam sekejap kamu juga sudah pandai berciuman, Yo."
Yoyo sontak tersenyum lebar. "Semuanya kan, karena Miss A mey yang ngajarin."
"Maaf ya? Aku malah ngajarin kamu yang nggak bener. Tapi mau gimana lagi, Yo. Kamu sangat tampan tadi. Apa lagi saat kamu nggak memakai apa apa seperti, kamu semakin kelihatan tampan dan menggoda. Ketampanan kamu juga terus meningkat saat kamu menyodok nyodok lubangku, Yo. Duh, nggak nyesel aku melakukan sama kamu, Yo."
__ADS_1
"Tapi, Miss, aku takut. Kalau orang rumah tahu aku berhubungan badan dengan Miss A mey gimana?"
Lagi lagi A mey tersenyum. "Ya jangan sampai cerita dong, Yo. Biarkan ini menjadi rahasia kita berdua. Kalau di rumah ya, kita anggap saja tidak pernah terjadi apa apa."
"Gitu ya, Miss?" A mey menggangguk. "Tapi Miss a mey nnggak akan laporin aku ke polisi kan?"
"Hahaa ..." A mey sontak tergelak. "Ya nggak lah, Sayang. Enakan begini daripada melaporkan kamu ke polisi. Yang penting kamu jangan mengulangi lagi. Jika lagi pengin, kamu bilang saja sama aku, Oke?"
"Beneran, Miss? Aku boleh minta lagi sama Mis A mey?" tanya Yoyo memastikan dan sangat antusias.
"Ya boleh dong, Sayang. Nanti kita bisa diam diam main di kamar aku."
"Nggak usah bingung, nanti kita cari cara, Oke?" Yoyo pun mengangguk. "Sekarang kita main lagi satu ronde, habis itu kita pulang."
Dengan sangat semangat Yoyo mengangguk dan hubungan badan antara mereka pun kembali di mulai dengan menempelnya dua bibir milik dua orang tersebut.
Sementara itu, di kediaman mereka, Tito sedang sibuk menimang bocah kecil yang sedari tadi tidak mau lepas dari pemuda itu. Jam menunjukkan pukul tujuh malam tapi anak itu sudah bilang ingin tidur bersama penjaganya.
__ADS_1
"Zoe udah nyenyak, To. Taruh aja di kasur, nanti kamu nggak capek," ucap A moy yang baru saja datang dari kamar sebelah setelah berganti pakaian.
"Iya, Miss, nih juga mau aku taruh," balas Tito dan langsung merebahkan Zoe di atas ranjang tidurnya. A moy mendekat dan duduk di tepi ranjang yang lain. Di belainya pipi Zoe dengan lembut dan penuh sayang. Tito hanya mampu memandang tanpa berkata apa apa. Kini keduanya duduk di tepi ranjang yang sama dengan Zoe berada di tengahnya.
"Makasih ya, To, kamu sangat cepat ambil tindakan. Untung kamu tidak percaya langsung dengan permintaan orang tadi?"
"Itu kan udah tugas saya, Miss. Lagian ya emang mencurigakan sejak awal. Karena aku tahu kondisi Zoe jika melihat ayahnya bagaimana."
A moy mengulas senyum. "Nggak sia sia aku memperkajakan kamu untuk anak aku,To."
Tito pun hanya bisa tersenyum, tidak menyahuti ucapan majikannya kembali. Sejenak suasana menjadi hening dan Tito mendadak merasa canggung karena hanya berduaan di dalam kamar dengan majikannya. Ingin keluar kamar, tapi tidak mungkin. Tito takut Zoe tiba tiba terbangun dan mencarinya.
"Oh ya, aku punya hadiah buat kamu, To. Kamu tutup mata ya? Aku ambil hadiahnya dulu," ucap A moy sambil berdiri.
"Hadiah apa, Miss? Nggak usah, Miss," ucap Tito agak kaget.
"Udah, terima aja, dilarang menolak! Dan tutup mata kamu yang rapat," paksa A moy sambil melangkah menuju kamarnya. Mau tidak mau Tito memejamkan matanya karena dia memang harus patuh. Hingga beberapa saat kemudian Miss A mey kembali masuk ke dalam kamar kamar.
__ADS_1
"Sekarang buka mata kamu." Tito menurutinya Perlahan mata Tito terbuka dan dia langsung terkejut melihat hadiahnya.
...@@@@@@...