DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA

DALAM SARANG JANDA JANDA MUDA
Ulangi Perbuatanmu, Sekarang!


__ADS_3

Kejadian yang sama juga sedang di alami sahabat Tito yang berada di kamar lain. Yoyo sedang merasakan resah yang amat sangat atas sidang dadakan yang dilakukan majikannya, menuntut pertanggung jawaban atas perbuatan yang Yoyo lakukan. Wajah Yoyo bahkan sampai pucat mendengar ancaman hukuman yang bisa Yoyo dapatkan dari perbuatan pelecehan yang dia lakukan.


Berkali kali kata maaf meluncur dari mulut pemuda dua puluh empat tahun itu, tapi kata maaf itu tak bisa meredam amarah majikannya. Yoyo hanya bisa bersimpuh dan menunduk dengan perasaan yang sangat kalut.


"Aku tuh cuma butuh penjelasan, Yoyo! Bukan permintaan maaf!" seru A shang lantang. "Kenapa kamu raba raba tubuh aku disaat aku tidak sadar? Apa kamu berniat memperkosa aku? Iya!"


"Bu-bukan, Miss. Aku nggak ada niat untuk berbuat lebih dari itu," jawab Yoyo gugup.


"Tapi kenapa kamu melakukannnya disaat kami tidak sadar? Hah! Padahal saat itu kita habis joget bareng dan kita berpelukan, kenapa pada saat kita dansa, kamu tidak meraba raba tubuh kita?"


Yoyo semakin menunduk dan takut mendengar suara A shang yang menggelegar. "Aku takut Miss marah jika saat itu aku melakukannya saat dansa."


"Justru kami lebih marah, karena kamu melakukannya diam diam!" bentak shang.


"Maaf," ucap Yoyo lirih dengan kepala yang terus menunduk penuh rasa sesal.

__ADS_1


Sesaat suasana hening. A shang berhenti meluapkan kekesalannya namun masih duduk di tepi ranjang. Sedangkan Yoyo masih bersimpuh diatas lantai dengan kepala yang menunduk. Hati dan pikiran Yoyo benar benar buntu. Hanya rasa sesal yang kini bergelayut di dadanya.


Hingga beberapa saat kemudian, Yoyo yang sedang menunduk dikejutkan oleh dua kaki yang membentang di hadapannya. Mata Yoyo sontak membelalak dan dia mendongak. "Miss A shang!" pekiknnya.


"Kenapa terkejut? Bukankah kamu ingin menyentuhnya sampai berani melakukan pelecehan?" cecar A shang hingga Yoyo tak bisa berkutik.


Wajar jika Yoyo terkejut. Setahu Yoyo, A shang sedari tadi memakai baju. Tapi sekarang, wanita itu sudah melepaskan semua kain yang membalut tubuhnya dan menyodorkan tubuh polosnya itu di hadapan Yoyo.


"Ta-tapi, Miss ini ..."


"Tidak ada tapi tapian. Sekarang ulangi perbuatan kamu! Sentuh aku mumpung aku lagi sadar!"


Yoyo semakin resah. Lagi lagi salah satu majikannya menyerahkan tubuhnya agar dia sentuh dengan cara mengancam.


"Kenapa diam? Cepat sentuh!" bentak A shang.

__ADS_1


"I-iya," balas Yoyo gugup dan juga kaget. Mau tidak mau, Yoyo mulai mengangkat dua tangannnya dan menggerakan tangan itu meraih benda kembar yang bergelantung indah pada dada A shang. Perlahan tapi pasti, Yoyo mulai memainkan bukit kembar milik janda cantik di depannya.


Tidak hanya bukit kembar saja yang menjadi mainan, tangan Yoyo pun langsung merayap ke bawah dan berhenti tepat di lubang nikmat majikannya. Jari jari kekar Yoyo mulai lincah bermain disana. Tak lama setelah itu, Yoyo juga memanfaatkan mulutnya untuk memikmati bukit kembar A shang.


"Akhhh ... enak banget, sayang," racau A shang sambil mengcengkram rambut Yoyo dan menekan kepalanya agar Yoyo lebih semangat menikmati bukit kembarnya.


Puas diberi layanan pembuka oleh Yoyo, kini giliran A shang yang memberi pelayanan. A shang mengajak Yoyo naik ke atas ranjang. Saat mereka berdiri, A shang melepas baju Yoyo dan mendorong tubuh Yoyo hingga sebagian tubuh pemuda itu jatuh ke atas ranjang.


A shang naik ke ranjang dan mulai menyentuh tubuh pria itu dengan bibirnnya. Meski sangat menikmati, Yoyo hanya terdiam dengan mata merem melek. Tak lama setelah itu, Yoyo merasakan kalau celananya sedang dibuka. Yoyo hanya diam hinggga celana dan boksernya terlepas.


"Akhh ..." rintihan nikmat keluar dari mulut Yoyo saat dia merasakan lidah dan mulut A shang memainkan bawah perutnya yang sudah sangat menegang.


"Batang kamu enak banget, Sayang. Gede," puji A shang penuh hasrat. Hanya senyum yang bisa Yoyo tunjukkan sebagai jawabannya. Dia terlalu menikmati permainan mulut A shang pada batangnya. Rasa takut yang sedari tadi mendera, terhempas begitu saja menjadi rasa nikmat yang luar biasa.


Setelah puas memainkan batang Yoyo, A shang menyuruh Yoyo membetulkan posisi berbaringnya. Setelah Yoyo berbaring sesuai keinginan A shang, wanita itu berdiri diatas tubuh Yoyo dengan kaki membentang diantara tubuh itu. Lalu A shang menurunkan tubuhnya dan mengarahkan batang Yoyo masuk ke dalam lubangnya secara perlahan setelah tadi menggesek gesekan batang itu beberapa saat.

__ADS_1


"Aakhh ..." rintihan nikmat keluar dari mulut A shang saat batang Yoyo perlahan menembus lubangnya hingga batang Yoyo tenggelam semuanya tanpa sisa.


...@@@@@...


__ADS_2