Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
106. Sang Pluto (titik ter-rapuh)


__ADS_3

"Da, ada kak Uwais di ruang tamu, pengen ketemu tuh, dari tadi dia nyariin elo!" kata Lani setelah mendapat informasi dari seksi keamanan bahwa ada yang mencari Arrida.


"Aku males Lan, kamu aja yang nemuin dia,"


"Ih mana boleh ... Kasihan lho Da, dari sore dia nyariin elo ... Kalo kata bang Kirno, udah kayak orang bingung, kayak anak ayam kehilangan induknya."


"Please ... kamu aja yang ketemu sama kak Uwais, ya"


"Kenapa sih, Da? Kalian ada masalah? Kalo emang ada masalah, selesaikan dong ... Bukan malah diem aja."


"Nantilah Lan ... Aku masih pengen sendiri, aku pengen nenangin hati aku dulu,"


"Ya udah, terserah lo deh, terus ... sekarang kak Uwaisnya mau digimanain, dia udah nungguin lho?"


"Kamu aja yang nemuin ya, aku bener-bener ga pingin ketemu kak Uwais untuk saat ini."


"Ya udah deh ... Eh, tapi janji ya, nanti kalo hati lo udah tenang, lo bicara dengan kak Uwais baik-baik ya, okke?"


Arida mengangguk. Akhirnya, Lani pun menemui Uwais dan menceritakan keadaan Arrida saat ini.


Dengan perasaan bingung dan penuh tanda tanya, Uwais pun pergi meninggalkan asrama. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sudah terjadi sebenarnya hingga membuat Arrida tidak ingin menemuinya.


Malam ini, Uwais dan Arrida sama-sama tidak bisa tidur. Uwais sedang berpikir apa dan kenapa dengan Arrida, sedangkan Arrida sedang menahan rasa sakit di hatinya. Kecewa yang teramat dalam. "Lalu, selama kebersamaan ini aku dianggap apa?", padahal saat ini hatinya sudah mulai yakin bahwa hubungannya dengan Uwais serius walau tanpa ada pernyataan cinta resmi dari Uwais kepadanya. Namun apa sekarang? Ah, dia merasa seperti Pluto, ada tapi tak dianggap apa-apa.


"Ar, kamu kenapa?"


"Kamu baik-baik aja kan?"


"Ar, kalo aku punya salah, katakan."


"Ar, ayo kita bicara."


"Ar, angkat telfon nya."


"Ar, tolong balas chat ku"


Hanya itu chat yang dikirimkan Uwais pada Arrida, namun tidak ada balasan satu pun. Hanya tanda ceklist dua berwarna biru.


"Ar, kenapa kamu menghindari ku?"


"Ar, aku menunggumu dekat asrama,"


"Ar, aku tunggu kamu di kampus"


"Ar, kata Lani kamu ga ke kampus, ada apa?"


"Ar, apa kamu sudah tidur? Aku bahkan sulit untuk memejamkan mataku, aku kangen kamu, Ar ...."

__ADS_1


"Ar, apa kamu sudah makan? Jaga kesehatan ya."


"Ar, malam ini aku duduk sendiri di sudut resto melihat bintang, sambil menikmati coklat hangat ... kamu tau, Ar, rasa coklat ini hambar ... karena aku sangat merindukanmu,"


"Ar, hari ini resto sangat ramai, tapi hatiku hampa ... Tanpa kamu aku benar-benar merasa sepi."


"Ar, kata Lani, kamu sakit? Maaf, aku gak bisa menjagamu dan merawatmu ... aku inget saat kamu merawatku sakit di hari terakhir aku ujian kelulusan, apa kamu ingat?"


"Ar, sore ini hujan, aku sedang minum susu jahe hangat, aku kangen susu jahe buatanmu ... Bagaimana keadaan kamu hari ini, Ar? udah baikan?"


"Arrida, katakan aku harus bagaimana? Kita tidak pernah seperti ini sebelumnya. Sampai sekarang aku gak tau ada apa dan kenapa? Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa kamu seperti ini?Kita masih bersama dan baik-baik saja sampai sore itu, tapi kenapa tiba-tiba kamu jadi diam? Katakan apa kesalahanku? Saat ini aku merasa menjadi Pluto. Sebelumnya, aku merasa menjadi orang yang selalu penting buat kamu, tapi sekarang aku merasa sama sekali tidak lagi berharga buat kamu ... Sungguh, aku gak sanggup seperti ini, Ar". Uwais mengirimkan chat yang lumayan panjang malam ini. Ada buliran kristal bening mengalir dari sudut matanya. Hatinya begitu sakit. Malam ini adalah hari kelima ia tidak bertemu dengan Arrida.


"Kasihan Uwais ya, Dik ...." kata Fika pada Andika setelah mereka membereskan resto. Arman dan Kirno sudah pulang ke rumah mereka.


"Hmm iya, sebenarnya ada masalah apa sih mereka?"tanya Andika sambil memperhatikan Uwais yang sedang duduk bersedih hati didepan jendela yang mengarah pada asrama tempat Arrida tinggal.


"Gak tau, Arrida kayaknya sengaja menghindari Uwais, sepertinya dia emang gak mau ketemu ma Uwais."


"Kasihan ... Padahal, Arrida adalah penyemangat hidupnya ... Lo tau Fik, dia buka usaha resto ini karena Arrida ... Gue tau banget gimana kerja kerasnya dia ketika dia mulai jualan angkringan bareng bang Arman dan Kirno, terus akhirnya memutuskan nyewa tempat buka warung bakso, hingga akhirnya dia bisa membeli tempat ini buka resto."


"Wah luar biasa ... Aku gak nyangka, bungsunya mamah bisa jadi seperti ini." komentar Fika.


"Dia bilang gini : Bang, ini untuk masa depanku, tujuan hidupku, aku akan terus berjuang agar selalu bisa membahagiakannya." cerita Andika. Fika hanya mendengarkannya dengan serius.


"Jadi, kalau sampai Arrida menjauh kayak gini, dia udah kehilangan penyemangat hidupnya. Lo tau Fik, dia udah pengen ngelamar Arrida, lalu menikahinya, tapi dia ingin melaksanakan semuanya jika hutang pada mas Fariz sudah lunas, karena dia gak mau jika Arrida ikut menanggung hutang ketika jadi istrinya."


"Iya, pembelian tempat ini dibantu oleh mas Fariz, dan dia baru nyicil sebagian kayaknya. Padahal, mas Fariz bilang tidak apa-apa gak usah dibayar, tapi kata Uwais, kasihan anak istrinya mas Fariz."


Fika mengangguk, ia teringat akan kakak iparnya yang bernama Rara dan ponakan kembarnya yang bernama Aulia dan Tsania.


"Kita doain aja , mereka segera baik-baik aja ya, kasihan ngelihatnya ... Lihat tuh, Uwais benar-benar berada di titik ter- rapuhnya saat ini" komentar Andikax


🌼🌦️🌼


Setelah sore itu, Arrida memang tidak pernah lagi terlihat. Selama tiga hari dia memutuskan hanya diam di asrama tanpa ingin keluar walaupun untuk kuliah, hari keempat dia sakit, dan ini hari kelima, dia masih merasa belum fit. Lani yang merawatnya. Ia sendiri merasa kasihan terhadap Arrida. Namun, ia tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah Arrida.


"Demam lo udah turun dari semalam, cuma lo masih belum fit banget, mungkin hati lo juga gak menginginkan untuk sembuh." kata Lani sengaja menyindir.


Arrida tersenyum tipis.


"Gak mau kuliah, gak mau ketemu orang, gak punya semangat hidup, mau jadi apa, Da?"


"Aku lagi sakit Lan, kenapa malah marah-marah."


"Kalau lo punya masalah, selesaikan, bukan di pendam sendiri ... Urusannya gak bakal kelar sampai kapanpun."


Arrida terdiam, ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Lani, namun hatinya masih belum siap bertemu dengan Uwais.

__ADS_1


"Lo tau, kata Bang Kirno kak Uwais udah nggak punya semangat hidup, sama kayak lo sekarang ini!"


Arrida masih mematung.


"Sebenarnya kalian ada masalah apa sih? Gue gak pernah deh ngelihat kalian diem-dieman kayak gini, gak capek apa? Kalian tuh nyakitin diri kalian sendiri, tau gak!"


Arrida menarik nafas dalam-dalam. Ia masih terlihat sendu.


"Saran gue, biar semuanya nyaman, lo ketemu deh ma kak Uwais trus obrolin segala macam yang Lo rasain, biar jelas gitu,"


"Aku belum siap ketemu dengan dia."


"Ya Ampun, sampai kapanpun, lo gak akan pernah siap, Da! Percaya deh ... semua tergantung niat lo."


"Iya, dan aku masih belum ingin bertemu dengan kak Uwais."


"Mau sampai kapan? Gak kasihan apa kak Uwais dibiarin tanpa ada kejelasan apa dan kenapa?"


"Aku pengen istirahat, Lan, kita udahan ya ngomongin hal ini." pinta Arrida yang merasa mulai tersudut .


Lani pun menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, Lo istirahat deh." kata Lani akhirnya.


🌼🌦️🌼


Hari ini, Arrida memutuskan untuk kuliah. Ia sudah benar-benar merasa fit. Sebelumnya ia sudah berpesan pada Lani untuk tidak mengatakannya pada Uwais. Namun, Lani tidak peduli, ia merasa kalau Arrida dan Uwais harus bertemu dan menyelesaikan masalah mereka.


"Maafin gue, Da." kata Lani setelah mengirimkan pesan pada Uwais.


Dan akhirnya, disinilah Uwais bertemu dengan Arrida. Di koridor depan kelasnya. Ia memang sengaja menunggu gadis itu hingga selesai kelasnya.


"Ar ... " panggil Uwais membuat hati gadis itu bergetar.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, favorit n kommentnya...


...Sehat selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...

__ADS_1


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...


__ADS_2