Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
114. Sabar Uwais (1)


__ADS_3

"Kamu sekarang dimana?" tanya Uwais dengan sangat tenang, walau sesungguhnya, hatinya sangat panik dan cemas.


"Aku lagi ngikutin mobilnya, aku lagi di taksi."kata Andri.


"Aku segera nyusul, kamu terus ikuti mobilnya!" perintah Uwais penuh penekanan dengan nada keharusan.


"Iya bang, aku serlok nanti."


Uwais menutup teleponnya. Hatinya kalut dan cemas.


"Kenapa dengan Arrida?" tanya Fika ikut cemas.


"Dibawa orang!"


"Astaghfirullah ... !" Fika terkejut.


"Aku pergi dulu mbak, mbak Fika tetep di sini, ada bang Dika, ntar, aku juga akan minta bang Arman dan Kirno untuk tidak pulang, biar bisa jagain mbak."


"Kamu hati-hati, Wais!" kata Fika kemudian.


"Iya mbak, doain Arrida gak kenapa-kenapa." kata Uwais yang kemudian mendapatkan anggukan dari Fika.


"Kamu yang sabar ya, Dek."


Uwais mengangguk, ia pun segera mengambil jaketnya kemudian berlari keluar menaiki motor, setelah sebelumnya meminta Arman dan Kirno untuk tetap tinggal di resto.


🌼


Uwais melajukan motornya dengan kecepatan yang cukup kencang. Pikirannya benar-benar kalut dan diliputi kekhawatiran yang mendalam. Ia mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Andri, dan juga mengikuti arah GPS ponsel Arrida yang memang selalu diaktifkan semenjak Arrida mulai kuliah.


Sekitar dua puluh lima menit akhirnya dia tiba di depan sebuah rumah yang cukup mewah, berlantai dua. Ia segera turun dari motornya, ketika melihat Andri sedang berdebat dengan dua orang satpam penjaga rumah itu. Sepertinya Andri memang sengaja agar pintu gerbang tidak sampai tertutup, karena terlihat pintu gerbang tinggal dua jengkal lagi tertutup rapat, dan supir taksi juga masih setia berdiri di belakang Andri. Entah karena Andri belum membayar atau memang dia ingin ikut menolong.


"Arrida di dalam, Bang!" kata Andri saat Uwais menghampirinya.


"Kamu yakin?"tanya Uwais memastikan.


"Iya, aku lihat sendiri kok, mobilnya masuk ke rumah ini, tapi bapak satpam nggak ngebolehin masuk."


"Pak, biarkan kami masuk, ada calon istri saya di dalam."

__ADS_1


"Oh maaf nggak bisa, kami gak bisa membiarkan siapapun mengganggu mas Bryan dan pacarnya, bisa-bisa kami dipecat!"


"Bryan? ya Alloh, lepas dari uler masuk ke lubang buaya!" gumam hati Uwais. Perih dan cemas menjadi satu dalam benaknya.


"Tapi Pak, itu yang di dalam bukan pacarnya dia adalah calon istri saya, dia diculik oleh Bryan."


"Gak usah bohong ya, Mas!"


"Pak seharusnya tugas satpam untuk melindungi yang benar bukan melindungi yang salah, kalau seperti ini saya bisa lapor polisi dan saya bisa laporkan Bapak ikut bekerjasama dalam kasus penculikan!" ancam Uwais.


"Maaf tetap tidak bisa, pergilah!!" kata satpam itu sambil mendorong Uwais hingga Uwais mundur beberapa langkah.


Namun Uwais tidak peduli, ia segera mendorong balik satpam itu, kemudian bergerak masuk. Sayang, langkahnya sempat tertahan oleh satpam yang satunya lagi, Uwais masih tidak peduli, ia pun mendorong satpam itu dan segera berlari masuk ke rumah.


Dua satpam tadi akhirnya berlari mengejar Uwais, tapi Andri dan supir taksi ikut masuk dan menghalangi kedua satpam tersebut. Mereka tidak ingin jika kedua satpam itu menghalangi Uwais untuk mencari Arrida. Meskipun akhirnya terjadi perkelahian diantara mereka berempat di dekat teras rumah.


🌼


Kamar lantai atas.


Arrida terbaring tak sadarkan diri. Obat bius dari saputangan yang ditempelkan ke hidungnya, membuatnya masih juga belum sadarkan diri. Tadi, ketika dia berjalan sendirian menuju asrama, Bryan membekapnya dari belakang, kemudian dibawanya masuk ke dalam mobil.


"Lo milik gue sekarang, Cantik ... Dan setelah ini gue pastikan lo gak mungkin lagi menolak gue, bahkan lo bakal ngemis pertanggungjawaban ke gue, karna gue akan membuat lo terikat dengan gue ... Semua yang berharga pada lo akan gue nikmati, mulai sore ini lo pasti jadi milik gue selamanya!" kata Bryan menyeringai. Ia menatap Arrida dengan penuh gairah.


"Gue gak akan melepaskan lo, Cantik! Mari kita bersenang-senang, Arrida Sayang, ini untuk lo yang udah nolak gue dan nampar gue."


Senyumnya begitu licik. Tangannya segera membuka kancing kemejanya, lalu melepas dan melemparnya ke sembarang arah. Kemudian ia melepas celana panjangnya, hingga menyisakan celana boxernya.


Dengan segera ia menaiki tempat tidur, memperhatikan dan menikmati wajah Arrida dengan liar. "Let's play, gue akan nikmatin lo perlahan sayang ." Bryan masih bermonolog.


🌼


Uwais membuka tiap pintu ruangan yang ada di lantai bawah, hasilnya nihil. Beberapa asisten rumah tangga yang ada disitu berkumpul ketakutan, mereka hanya terdiam melihat Uwais. Namun Uwais tidak memedulikan keberadaan mereka.


Lelaki itu lebih memilih untuk segera berlari menaiki tangga dengan tergesa, ia benar-benar khawatir dan tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada gadis kesayangannya itu.


DAGH


Pintu kamar terbuka.

__ADS_1


Uwais sangat murka ketika melihat gadis kesayangannya yang tak berdaya sedang disentuh oleh tangan Bryan. Saat itu Bryan baru saja berhasil membuka kemeja dan celana panjang Arrida. Hingga di tubuh gadis itu masih ada kaos dalam dan hotpants.


"Sial!!" Bryan terkejut. Pandangannya beralih ke arah pintu yang memang tidak dia kunci karena siapapun tidak ada yang berani masuk kamar Bryan kecuali memang diperintah olehnya. Ia melihat Uwais yang menahan amarah berjalan mendekat ke arahnya.


BUG


Sebuah tinju mendarat tanpa permisi di pipi Bryan, hingga ada cairan merah keluar dari sudut bibirnya. Uwais memang tidak banyak bicara, dia sungguh emosi, hingga dia tidak membutuhkan kata-kata untuk mengungkapkannya, biarkan aksinya saja yang menjadi bukti betapa dia benar-benar murka saat ini.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, favorit n kommentnya...


...Sehat selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Kak reader mampir juga yuk di novel sahabat penaku... pokoknya ceritanya keren pake banget.... 😘😘😘


Author : Novi putri ang


Judul: Kembaranku Maduku


ini Blurbnya


Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?


...**Happy reading yaaa...


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’**

__ADS_1


__ADS_2