
" Lalu aku di ranah mana?" tanya Uwais memastikan sesuatu pada Arrida.
Kening Arrida berkerut, menatap langit, seperti memikirkan sesuatu.
"Menurut kakak, cocoknya di ranah mana? sahabat? teman?atau ka...." Arrida menghentikan ucapannya ketika akan menyebutkan kata 'kakak tingkat'. Ia langsung melirik Uwais saat Uwais menyela ucapannya.
"Pasangan!" Itu kata Uwais saat memotong perkataan Arrida.
"Eh?" Arrida terpaku. Baginya ini sangat mengejutkan, bukankah ini berarti ucapan Uwais menandakan jika dirinya dan Uwais adalah benar-benar pasangan? Yang ia tau, masih menurut pak Salman, kalau ranah cinta untuk pasangan itu berarti tempat untuk saling berbagi, dan saling mendoakan agar bisa mencapai ridho Allah
"Iya, aku ingin kita menjadi tempat untuk saling berbagi dan saling mendoakan" kata Uwais sangat yakin
" Agar bisa mencapai ridho Alloh" kata Arrida memberi kemantapan.
Uwais tersenyum. Lalu mengangguk. "Kamu mau kan?"tanyanya lalu mendapatkan anggukan dari Arrida
"Pak Salman" ucapnya kemudian. Uwais tau kalau semua kata-katanya tentang ranah cinta adalah dari pak Salman.
"Iya kak, kita kan seperguruan" Arrida tertawa. Begitupun Uwais.
"Pak Salman sehat kan?" tanya Uwais lagi.
"Iya, tadi pagi sempet ngelihat di ruang guru"
Uwais mengangguk.
"Ar .. hari ini kamu ada acara ga?"
"Biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya, mau ke panti asuhan kak.... mungkin abis Dzuhur... bareng bunda, ayah dan bang Adnan, mau ngerayain ultah ma anak-anak panti. Panti asuhan yang dulu pas aku pulangnya hujan-hujanan hampir ketabrak kakak..."
"Pertama kali kita ketemu?" tanya Uwais memastikan
"Iya" jawab Arrida singkat. "Tapi aku mau ngajak Nana dan Hani, juga kak Roni"
"Oiya... aku ikut boleh?"
"Boleh lah, apalagi ini juga ultah kakak kan?" Arrida dan Uwais tersenyum.
"Selamat ulang tahun gadis kecilku"
"Selamat ulang tahun my hero... ngomong2 aku udah gak kecil kak... udah 17 tahun, udah mau dapet KTP"
"Tapi kamu masih saja mungil tubuhnya"
"Ish ... tapi tinggi ku bertambah kok" Arrida protes.
🌼
"Hei....kapan datang?" Tanya Roni, dia datang bersama Nana dan Hani menghampiri Arrida dan Uwais di gazebo.
" Tadi subuh"
"Trus langsung kesini?" tanya Roni sambil duduk disamping Uwais.
"Iya"jawab Uwais singkat
"Wah, sudah kangen banget ya" Roni menggoda Uwais. Nana dan Hani terkekeh kompak.
Arrida tersipu.
"Iya" kata Uwais lagi
__ADS_1
"Wah, berarti doa gue kekabul ya... " Roni bermaksud menggoda Arrida.
"Doa apa?" Tanya Uwais penasaran
"Semoga elo makin sayang Arrida" Roni terbahak.
Uwais hanya mengulum senyumannya. Dia sudah terbiasa dengan ledekannya Roni.
"Ya udah, nanti jadi kan pada ikut ke panti?" tanya Arrida pada semuanya yang ada disitu.
"Tentu dong, aku udah gak sabar! pengen ketemu Bu Sofia juga!" Nana tertawa, ia ingat, ia sempet terkejut waktu tau Bu Sofia adalah ibunya Arrida. Waktu itu ia sempet bertanya "Lho itu Bu Sofia ngambilin raport siapa? emang ada anaknya yang sekolah disini?' Arrida tertawa. Di saat yang sama Bu Sofia datang menghampiri menyerahkan raport kepada Arrida. Dari situlah akhirnya Nana dan Hani tau kalau Bu Sofia adalah ibu dari Arrida.
"Gimana dagangannya Ron?" tanya Uwais pada Roni.
"Masih lancar aman terkendali" jawab Roni. "Gimana dengan lo?"
"Prospeknya bagus... bisa dilanjutkan"jawab Uwais
"Ngomongin apa sih?"tanya Hani penasaran yang mendapatkan anggukan dari Arrida dan Nana
"Ini ... mau kuliah sambil buka usaha" Roni yang menjawab
"Wah ... emang bisa bagi waktunya kak?"tanya Arrida
"Mudah-mudahan bisa, baru lihat-lihat tempat kok" jawab Uwais.
"Moga lancar dan sukses ya kak" Arrida mendoakan.
"Aamiin" Uwais mengangguk dan mengaminkan.
"Eh kak Uwais nyampe kapan disini?" tanya Nana
"Besok ada konser di alun-alun kota, nonton yuk" Ajak Nana bersemangat.
"Boleh" Uwais menyetujui.
"Ya udah, besok kita berenam ke alun-alun kota ya" kali ini Hani bersuara
"Berenam? siapa aja?" tanya Uwais
"Kita ... sama bang Adnan kak" jawab Arrida
"Pokoknya besok pasti seru, kita juga bisa lihat penampilan Andri dan Ical" Nana bersemangat
"Siapa Andri dan Ical?" Roni mencari tahu
"Temen kita, Andri anak pindahan, baru semester ini, dan ternyata dia temenan ma Ical ... Ical si anak band dari kelasku .... band nya besok malam jadi band pengiring" Nana masih bersemangat menjelaskan.
"Jadi dua-duanya sekelas ma kalian?" tanya Uwais.
"Iya, dari mereka lah kita belajar nyanyi, makanya kita bisa tampil di acara HUT ini" cerita Nana.
Ah, entah kenapa ada rasa yang tiba-tiba menyesakkan dada Uwais. Cemburu. Namun perlahan dia mencoba menghapus perasaan itu.
🌼
Keadaan di panti asuhan saat ini sedang ramai dan menyenangkan, semua mengikuti rangkaian acara ulang tahun sweet seventeen Arrida dengan hikmat.
Sesaat setelah berbagi, mereka pun menikmati hidangan yang memang disediakan oleh keluarga Arrida. Anak-anak yatim-piatu yang ada di panti terlihat sangat bahagia. Selain mendapatkan makanan yang enak-enak, mereka juga mendapatkan hadiah.
"Kak Rida makasih ya" Seorang anak gadis berusia sembilan tahun menyapa Arrida yang sedang menikmati minumannya. Disampingnya duduk Uwais ikut menikmati minumannya.
__ADS_1
"Hei Melati... gimana kabar kamu?" tanya Arrida sambil mengusap rambut gadis kecil itu, yang memiliki nama Melati.
"Baik kak, kakak selamat ulang tahun ya... semoga bahagia"
"Aamiin"
"Ini pacar kakak?" Tanya Melati sambil menunjuk Uwais.
Arrida bukannya menjawab malah melirik Uwais. Ia seperti minta persetujuan apakah harus dia menjawab 'ya'... Namun Uwais hanya tersenyum. Ia juga tidak terlalu merespon.
"Kenapa emangnya Mel?" akhirnya Arrida malah balik bertanya
"Ganteng... aku mau jadi pacarnya kakak ganteng"
Arrida menutup mulutnya terkejut sambil menahan tawanya. Uwais melirik tajam pada Melati. Ia tidak habis pikir, anak sekecil itu sudah tau tentang pacar.
"Masih kecil jangan mikir pacar!! Belajar yang bener!!!" kata Uwais tegas. Membuat rasa tidak suka di hati Melati.
"Ish ... ganteng-ganteng galak!!!" Melati merasa sebal.
"Kak!" Arrida memukul pelan lengan Uwais sebagai tanda peringatan. "Dia masih kecil"
"Kecil pikirannya udah pacar! salah gaul di sekolahnya" Uwais berkomentar.
"Kak Rida jangan sama kakak galak... !! Mela gak suka!"
"Katanya tadi Mela suka" kata Arrida tersenyum
"Iya karena ganteng... tapi sekarang gak suka karena galak , padahal masih gantengan Suhonya EXO" jawab Melati sekenanya.
Uwais menggeleng tak percaya. Bisa-bisanya dia dibandingkan dengan salah satu anggota boyband Korea.
"Dasar anak jaman now" cibir Uwais.
"Biarin" Melati menjulurkan lidahnya, mengejek Uwais kemudian dia langsung pergi meninggalkan Arrida dan Uwais.
"Kak, kok diseriusin sih... gak usah masukin hati juga kali, judes amat ma anak kecil"
"Anak kecil apa... pikirannya aja udah pacar!!"
"Kenapa... enek dibandingin ma Suho EXO?" Arrida tertawa.
"Gak lah... tampan ku jelas beda.... lihat saja.. bukannya anak itu tadi juga mau jadi pacar aku?"
"Ish pede banget sih kak... Sayang galak, jadi anaknya ga suka"
"Kalau aku gak galak, nanti dia beneran suka ma aku.... emang kamu rela... kamu ga cemburu gitu?".
Arrida tak menjawab. Dia hanya menatap Uwais dengan menyipitkan matanya seperti biasa, yang selalu membuat hati Uwais meleleh.
"Jangan natap gitu Ar ..."
"Kenapa? Lucu?" kata Arrida sambil mengedip-ngedipkan matanya
Uwais mulai tersenyum. Dia menggeleng gemas saat melihat tingkah menggoda Arrida.
"Menggemaskan juga kan" Tambah Arrida. Kedua telapak tangannya menyentuh kedua pipinya, matanya masih berkedip-kedip. Imut.
"Haish anak ini" Uwais menggeleng sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tawa kecilnya sempat terdengar di telinga Arrida.
...🌸🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1