Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
96. Arrida galau.


__ADS_3

"Wah, ini so sweet banget, Na ...!" komen Arrida, setelah menonton video pernyataan cinta Andri pada Nana yang dikirimkan pada chat grup.


"Iya, bener." setuju Hani "Kalian lucu en co cuwit" lanjutnya.


"Kita ikut seneng Na, Ndri!" kata Arrida.


"Iya, bener!l" Hani menyetujui.


"Terus, sekarang, Hani ... gimana ceritanya, kok bisa bang Adnan nembak kamu?" tanya Arrida kini pada Hani.


"Waktu menang pertandingan badminton tiga minggu yang lalu, Da," kata Nana.


"Oh yang waktu itu ya" kata Arrida sambil mengingat, Hani dan Nana pernah membicarakan tentang pertandingan badminton yang dimenangkan oleh Hani, sekitar tiga minggu yang lalu.


"Iya, waktu itu, bang Adnan dateng bawa bunga, ngucapin selamat. Trus, diledekin ama tim, 'ciyee ciyeee yang pacarnya menang' ... Lalu bang Adnan, bilang bukan pacar, tapi calon istri, gitu katanya," Hani mulai bercerita.


"Terus?" tanya Arrida.


"Trus, waktu pulang, bang Adnan malah ikut ke rumah, trus, gak tau ngobrolin apa sama mamah papah, dan selanjutnya malah ngajak aku jalan." cerita Hani.


"Ngajak kemana?"tanya Arrida lagi.


"Ke taman kota, disana bang Adnan bilang, gini ... Han, maaf kalau tadi aku bilang ke temen-temenmu, kalo kamu calon istriku, kamu gak keberatan kan? ... Aku jawab aja... Gak keberatan cuma bingung aja, kita kan hanya temen, bukan pacar masa iya bang Adnan bilang-bilang aku calon istri bang Adnan ke semua orang? Trus bang Adnan bilang: tapi aku serius ingin kamu jadi istriku dan ibu dari anak-anakku, apa kamu bersedia?"


"Waw, keren bang Adnan, gentle juga ... trus kamu jawab 'iya'? Emangnya kamu udah suka ma bang Adnan, Han?" tanya Arrida.


"Hehehe jangan salah Da, sebelum abangmu nembak Hani, dia udah pedekate lama ma Hani, udah banyak ngasih perhatian, makanya Hani klepek-klepek ma bang Adnan," jelas Nana.


Hani tersipu.


"Wah, senangnya bisa ngerasain ditembak cowok pujaan, beruntungnya kalian, aku malah gak pernah ada di posisi kalian" kata Arrida menyendu.


"Jangan berkecil hati, Da ... Kita semua tau betapa sayang dan perhatiannya kak Uwais ke kamu, walau dia gak pernah nembak kamu, gak pernah bilang sayang atau cinta ke kamu." kata Hani.


"Iya, aku setuju ... dan lagi, bukannya kak Uwais juga pernah bilang kamulah tujuan hidupnya, dan kamu adalah yang pertama dan terakhir untuknya." kata Nana membesarkan hati Arrida.


"Tapi tetep aja, aku lah yang menyatakan cinta duluan ke kak Uwais, bahkan sampai saat ini aku gak pernah dapet balasan," Arrida makin menyendu.


"Maaf, semua gara-gara kita, coba kalo dulu kita gak nyaranin kamu ngungkapin perasaan kamu duluan ke kak Uwais." Kata Hani penuh penyesalan.


"Gak papa, Han ... udah kejadian juga kan." kata Arrida masih dengan wajah sendunya.


Hani, Nana dan Andri saling pandang. Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Arrida.


"Sedih banget kan hidup aku? Han, Na, inget gak kalian pernah bilang, soal ungkapan cinta, kan harus jelas, kalo mau cemburu, jelas, kalo mau ngasih perhatian juga jelas statusnya."


"Tapi, apa sekarang itu penting ya, Da, sementara kita udah tau, kalo kak Uwais udah menjadikan kamu sebagai tujuan hidupnya, dan pernah juga menyatakan kalo kamu adalah yang pertama dan untuk yang terakhir, juga katanya pernah ngajakin kamu nikah kan, walau bercanda ...." kata Nana sambil mengingat obrolan-obrolan mereka ketika di chat.


" Iya seh, tapi kan aku pengen punya momen spesial kayak kalian, bisa ngerasain istimewa di momen bahagia. Yaa... walaupun mungkin kalo sekarang itu mustahil terjadi."


"Sebegitu pentingnya ya Da?" tanya Hani.

__ADS_1


"Iyalah ... pernyataan itu berarti sesuatu yang sakral. Misal orang mau nikah pake akad, mau ngelamar pake ucapan, lah ini jalani hubungan gak ada pernyataan yang jelas."


"Emang kamu masih gak yakin ma kak Uwais?" tanya Hani lagi.


"Yakin seh, cuma pengen aja .. walau sekali, ngedenger dari kak Uwais dia sayang aku atau cinta aku"


"Coba kamu bilang ke dia" saran Nana.


"Itu namanya bukan dari hati dia, Na, berarti dia gak ada inisiatif."kata Arrida.


"Tapi kalo kata aku, gak perlu lah, Da ... Semua yang kak Uwais lakukan ke kamu itu udah luar biasa dan itu udah nunjukin kesungguhan hati dia, udah nunjukin betapa dia sayang kamu." jelas Hani.


"Iya, Da, aku aja sebagai laki-laki, bisa ngerasain betapa besar dan luar biasanya perhatian dan rasa sayang bang Wais ke kamu," kata Andri.


"Ah, tau ah, kalo udah ngomongin ini, ada yang sesak disini." kata Arrida sambil memegang dadanya. "Dan lagi kenapa semua ngebelain kak Uwais seh?" tanyanya kemudian.


"Bukan ngebelain kak Uwais, Da ... cuma memperjelas aja, biar perasaan kamu lebih tenang, kan kamu yang galau ... Kak Uwais menurutku udah luar biasa,Da!" kata Hani.


"Iya, Da, siapa tau dia akan mengungkapkan perasaannya di momen spesial di waktu yang tepat menurut versinya" kata Andri.


"Maksudnya?"


"Yaa... kali aja bang Wais tiba-tiba langsung ngajak kamu nikah."kata Andri sambil terbahak.


Hani dan Nana terkekeh setuju dengan apa yang dikatakan Andri. Sementara Arrida hanya tersenyum tipis.


🌼


"Oh, iya bund, itu Andri, yang pernah Rida bilang kalo dia juga satu kampus ma Rida."


"Kenapa bisa bareng dia?"


"Oh, dia ganterin titipan dari Nana, Bun," jawab Arrida.


Bu Sofia mengernyitkan keningnya.


"Tadi, Rida pulang naik taksi, eh pas di tengah jalan, Nana telfon dan bilang kalo Andri bakal ke rumah, nganterin barang dari Nana ... Ternyata, pas Rida turun dari taksi, Andri juga dateng, dia langsung ngasihin titipannya dari Nana, gitu, Bun, jadi kelihatannya kayak bareng, Bun"jelas Arrida


"Oh, jadi bukan dianter ya?"


"Bukan, Bun, emang kenapa kalo Rida dianter ma dia"


"Bunda ga suka aja"


"Kenapa bunda gak suka Andri?"


"Bukan Andrinya, tapi bunda gak suka kalo kamu deket-deket ma cowok."


"Lho kenapa?"


"Kan kamu udah dijodohin ... jadi kamu harus jaga sikap, jaga diri, jangan suka main ma cowok, takutnya dia berharap lebih ma kamu... kan susah ntar."

__ADS_1


"Jadi, yang dulu itu serius Bun?" tanya Arrida terkejut. Pasalnya, yang dia tahu,kabar tentang dia akan dijodohin udah lama banget, dan sepertinya tidak akan terjadi.


"Iya, mungkin sebentar lagi dia akan datang melamar, kalo kamu mau, kita akan segera launching deh hubungan kalian."


"Maksud bunda sebentar lagi?"


"Yaaa, dia bentar lagi udah siap, dan kamu udah mulai dewasa."


"Bunda gak usah aneh-aneh ya, Rida kan bilang kalo Rida gak mau jodoh-jodohan ... "


"Ya kamu lihat dulu aja cowoknya nanti, bunda yakin kamu gak akan nolak." kata Bu Sofia tersenyum-senyum.


Namun Arrida tak peduli. Ia hanya diam.


Ada kegundahan dan kegalauan melanda dirinya. Di waktu yang bersamaan ketika dia merasa ingin sekali mendengar Uwais menyatakan cintanya, justru malah orang tuanya akan menjodohkannya.


Saat ini, Arrida terlihat gundah gulana, ia sedang melamun di kamarnya. Pembicaraan dengan Bu Sofia, dan juga obrolan dengan Nana dan Hani di kafe, benar-benar membuat Arrida tak bisa berpikir jernih. Hatinya benar-benar galau.


"Assalamu'alaikum, Ar". ucap seseorang dari sebrang ketika Arrida mengangkat teleponnya. Nada bicaranya begitu lembut seperti biasanya.


"Wa'alaikumsalam" jawab Arrida singkat dan tampak malas.


Lawan bicaranya sempat merasakan keanehan. Tidak biasanya, Arrida menjawab telepon seperti itu, biasanya nada suaranya begitu renyah, nyaring dan bersemangat. Namun kali ini hanya terdengar biasa saja. Tidak ada teriakan semangat memanggil namanya... 'Kakaaaaak' atau 'Kak Uwais'


"Kamu baik-baik saja, Ar?" tanya seseorang dari sebrang. Uwais.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, favorit n kommentnya...


...Sehat selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Oh iya kakak readers ada novel bagus neh karya temen aku : Kini Kimut ...mampir yuks .... pokoknya dijamin seruuu banget ni πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘πŸ»πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜β˜ΊοΈ




...HAPPY READING YAAA...

__ADS_1


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2