Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
124. Kencannya kita(3) : es krim


__ADS_3

"Kakak, kenapa? Dadanya sakit banget ya, ayok, kita pulang aja, kita ke rumah sakit!" Arrida benar-benar panik. Ia meraih pinggang Uwais, kemudian merangkulnya. Uwais terengah, menghirup udara sebanyak mungkin, lalu menjatuhkan kepalanya di pundak Arrida.


"Kayaknya, aku butuh nafas bantuan, Cinta!" ucapnya lirih di telinga Arrida.


"Hmmhh!" Arrida menarik nafas panjang, ia menoleh, melirik tajam pada Uwais. Ia menyadari jika telah dikerjai oleh lelaki pujaannya itu. Ia segera melepaskan rangkulan dari pinggang Uwais, lalu mencubit cantik pinggang itu berkali-kali.


"Aww, ampun, Cinta!" kata Uwais sambil terbahak, tangannya menghalangi tangan Arrida agar tidak meneruskan cubitannya.


"Kenapa ngerjain aku, hmh?" Arrida menghentikan cubitannya, ia mengaktifkan mode ngambek. "Kakak, gak tau apa, kalo aku cemas banget, aku gak mau kakak beneran kenapa-napa." sambungnya, masih dengan rasa cemasnya. Matanya terlihat berkaca-kaca.


"Iya-iya, maaf ya, abisnya, setelah dicium kamu, jantungku malah seakan berhenti, dadanya sesek, nyampe kesulitan bernafas!"


"Ighh!" Arrida melayangkan pukulan manjanya pada Uwais tepat di lengan bagian atas. Ia mengusap air mata yang mulai keluar dari sudut matanya.


"Iya, maaf, udah buat kamu cemas, ya!" Uwais langsung menarik kepala Arrida dan memeluknya, kemudian mengecup lembut pucuk kepalanya.


"Maaf ya, maaf,"ucap Uwais. Ia tidak menyangka, jika candaannya justru membuat gadisnya itu sangat khawatir akan keadaannya.


Arrida mengangguk dan semakin membenamkan kepalanya di dada milik Uwais.


🌼


"Kamu gak lelah, Cinta? Seharian lho kita main di luar?" tanya Uwais saat makan malam setelah sholat Maghrib.


"Aku bahagia, Kak ... Lelahku gak kerasa! Kalo kakak? Capek gak?"


"Aku kan udah pernah bilang, bareng kamu itu seperti dicas, menambah energi,"


"Kan, kakak mulai gombal lagi,"


Uwais terkekeh.


"Ya udah, habiskan makannya, nanti kita sholat Isya, trus ikut pesta lampion dan kembang api,"


Arrida mengangguk, menyetujui apa yang dikatakan oleh lelaki pujaannya itu.


🌼


"Aku cinta kamu, Arrida," ucap Uwais sambil memegang lampion warna biru muda.


"Aku juga cinta kakak," balas Arrida.


"Semoga cinta kita selalu dalam ridho Alloh," doa Arrida.


"Aamiin" kata Uwais mengaminkan doa yang diucapkan Arrida.


"Bismillah," kata Arrida dan Uwais bersamaan sambil menerbangkan lampion yang dipegang oleh keduanya. Tatapan mereka mengikuti kemana arah terbang lampion hingga menjauh dan tampak mengecil.


Uwais menggenggam tangan Arrida, mereka saling pandang dan tersenyum.


"Beli es krim dulu yuk, Kak,"


"Kamu pingin?"


Arrida mengangguk.


Mereka pun menuju kedai es krim yang memang ada di area taman bunga, bagian kios kuliner.


"Ayo, kita duduk, bentar lagi acara kembang apinya dimulai." ajak Uwais pada gadisnya itu, setelah mereka membeli dua buah es krim cone/kerucut, dengan rasa vanila dan coklat.


Arrida mengangguk, kemudian mengikuti Uwais duduk lesehan di tanah yang menghadap langsung dengan tempat kembang api akan dinyalakan.


"Kakak yakin gak mau es krim?"


"Enggak, aku masih kenyang!"


"Wah, perut ku kok masih pingin es krim ya?" gumam Arrida merasa malu, karena mulutnya masih saja ingin makan, dan perutnya belum merasa kenyang.


"Tadi kan, makan kamu dikit, bahkan aku yang ngabisin." kata Uwais memberikan alasan.


"Ya udah, aku makan ya, Kak."

__ADS_1


"Hmm," kata Uwais mengijinkan.


Arrida pun segera menikmati es krim di tangannya.


"Mmm ... Ini enak banget lho, Kak, beneran kakak gak mau? Ntar nyesel lho, ntar kakak nangis-nangis kebawa mimpi," canda Arrida.


Uwais tertawa kecil.


"Aku bukan anak kecil, Cinta."


Arrida terkekeh. Ia cuek, dan melanjutkan menikmati es krimnya. Hingga ia tidak sadar jika Uwais terus memperhatikan bagaimana cara gadisnya itu menikmati es krimnya.


"Enak banget ya, Ar?" tanya Uwais.


"Iya, Kakak mau?" tanya Arrida sambil menoleh ke samping, melihat lelaki pujaannya itu.


"Nyicip aja deh,"


"Nah kan, mau juga, nih!" Tangannya menyodorkan es krim yang sedang dipegangnya.


"Bukan yang ini!" kata Uwais menolak es krim yang disodorkan oleh Arrida.


"Terus? Yang ini?" tanya Arrida sambil menunjuk es krim yang masih dalam bungkusan.


"Bukan, tapi tuh, di bagian atas bibir kamu! Boleh?"


Arrida menelan salivanya. Tangannya segera mengusap es krim yang ada di bagian atas bibirnya.


"Yah, kok malah dilap pake tangan? Padahal biar aku aja yang membersihkannya dengan cara yang spesial." kata Uwais sambil terkekeh.


"Gak usah aneh-aneh, Kak,"


"Aneh gimana?"


"Nanti kakak bukannya nikmati es krim malah nikmati bibir aku,"


"Hahaha, bukan menikmati, tapi hanya mencicipi saja, Ar!"


"Iya, Cinta, aku kan udah janji, akan menyentuh ini kalo kita udah nikah," kata Uwais sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Arrida.


"Makasih ya camiku, udah ngejaga aku,"


Uwais mengangguk, sambil mengedipkan kedua matanya pelan.


"Tapi ini bener, kakak gak pengen nyicip es krimnya?"


Uwais hanya tersenyum.


"Ya udah, kalo gak mau," Arrida pun menjilat es krimnya dan menggigit cone nya. Namun secepat kilat, tangan yang sedang memegang es krim itu ditahan oleh Uwais, dan ia segera ikut mencicipi es krim yang sedang di gigit oleh Arrida.


Keduanya mematung, tatapannya beradu, tangan Uwais mengeratkan genggaman tangan Arrida. Es krimnya lumer di bibir keduanya. Uwais dan Arrida menelan es krim yang sudah ada di mulut mereka dengan susah payah.


DUAR DUAR


"Ekhem," Uwais dan Arrida terkejut mendengar suara kembang api. Keduanya berdehem kemudian segera menetralkan jantung mereka yang berdegup tidak karuan. Selanjutnya, keduanya memandang kembang api yang mulai menyala.


"Wah, lihat Kak, kembang apinya dimulai." kata Arrida mencoba bersikap tidak canggung.


Uwais mengangguk. Ia juga sudah menormalkan degup jantungnya.


"Kak, apa kakak mau menghabiskan es krim ini bareng?" tanya Arrida sambil menyodorkan es krim di tangannya ke hadapan Uwais.


"Kenapa?"


"Mood aku makan es krim jadi berubah, rasanya jadi gak karuan!"


"Maaf ya, jadi bikin selera kamu makan es krim jadi gak karuan!"


Arrida hanya tersenyum.


"Ya udah, sini aku bantu habiskan." kata Uwais sambil mengambil es krim dari tangan Arrida.

__ADS_1


Sementara gadis itu menikmati es krim satunya sambil menyandarkan kepalanya di pundak Uwais. Lelaki itu membiarkan gadisnya itu bersandar di pundaknya, ia benar-benar merasa sangat bahagia.


Kemudian keduanya menikmati indahnya kembang api yang menerangi langit malam di taman bunga dan menikmati es krim dengan rasa yang tak biasa.


"Alhamdulillah, akhirnya abis juga es krimnya," kata Arrida setelah menikmati ujung cone es krimnya.


Uwais yang sudah lebih dulu menghabiskan es krim, kemudian melirik Arrida. Telunjuknya terulur mengusap es krim yang menempel di sudut bibir gadisnya itu, lalu menjilat es krim di jari telunjuknya tadi.


"Manis!" Uwais tersenyum.


"Kakak!" Arrida tersipu.


🌼


"Makasih ya, Kak, hari ni aku seneng banget," kata Arrida ketika di depan kamarnya. Mereka akhirnya pulang juga setelah berkencan seharian. Tiba di resto, sudah sepi. Andika sedang bermain game di ponselnya.


"Hmm, masuklah! Besok harus segera pindah, kan?" kata Uwais mengingatkan Arrida jika esok hari saatnya Arrida dan Lani pindah ke asrama pascasarjana sementara waktu, hingga asrama tempat mereka tinggal benar-benar siap ditempati.


"Iya, barang-barang juga uda disiapin, kok,"


"Ya udah, masuk sana, Lani pasti udah tidur!"


"Iya, aku masuk ya!" kata Arrida


"Hmm, mimpi indah ya!" ucap Uwais.


"Kakak juga ya!"


"Iya!"


Arrida pun masuk ke dalam kamarnya.


"Allohu Akbar! Ya Alloh ...." Arrida terkejut.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, o...


...l selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Hai kak readers mampir juga yuk, novel sahabat literasi ku, ini novel keren banget, juara kedua di event Yang Muda Yang Bercinta....😘😘😘


JUDUL : ROMANSA BIAS DAN ZEE


KARYA : BUBU.id


Ini kBlurb nya:


Zee masuk dalam sekolah unggulan di mana Bias menjadi idola di sana. Zee berbeda, ia memilih berpenampilan jelek di sekolah untuk mengetahui ketulusan orang-orang di sekitarnya. Ya, di masa peralihan itu Zee tidak ingin dikenal menjadi gadis berpenampilan cantik, tetapi Zee ingin dikenal sebagai gadis berotak cerdas.


Suatu hari Zee mendapat surat tertanda Bias sang idola. Hati Zee tak menentu.


"Mungkinkah kak Bias menyukaiku yang jelek?



Happy reading ya 😘😘😘


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


__ADS_2