Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
44. HUT Sekolah (4): Ultahnya Kita


__ADS_3

Selepas Jumat, lomba akustik dilanjutkan, setelah sebelumnya sempat berlangsung sesudah lomba menghias tumpeng. Uwais turut mengisi kegiatan lomba akustik, ia tampil di penghujung acara. Hanya mengisi acara penutup , bukan sebagai peserta lomba.


Ia tengah duduk di panggung sambil memegang gitar. Jemari nya mulai memainkan dawai dengan sangat lembut, menghasilkan nada-nada indah yang enak didengar. Lantunan lagu syahdu tentang cinta dalam diam, dia tuangkan pada tiap petikan gitar dan nyanyian suara merdunya. Entah dia tujukan untuk siapa, yang jelas tatapannya tidak beralih dari seorang gadis yang setengah tahun ini telah mengobrak-abrik hatinya .


Gadis yang duduk di sudut ruang GOR, hanya terdiam, ia mendengarkan tiap baris dari bait lagu yang dinyanyikan Uwais, hatinya menghangat, syahdu, lagu yang sedang dia dengar seakan mewakili isi hatinya pada lelaki pujaannya itu.


Kedua pandangan mereka sempat beradu. Tatapan yang saling memberi arti. Mungkin saat ini, mereka sedang membiarkan perasaan mereka dan saling menikmatinya.


🌼🌦️🌼


Hari Sabtu ini seharusnya libur, tapi karena masih dalam rangka perayaan HUT sekolah maka hari ini semua masih sibuk di sekolah terutama para siswa yang menjadi panitia. Mereka sangat sibuk bahkan semalam ada beberapa siswa dan pembina yang menginap di sekolah mempersiapkan acara puncak HUT sekolah yaitu lomba fashion show dari bahan daur ulang dan festival band, serta diadakan juga bazar yang diikuti oleh beberapa kelas, termasuk kelasnya Arrida dan Uwais. Lapangan yang luas itu disulap menjadi tempat pertunjukkan band dan pagelaran fashion show


Ada panggung yang cukup luas untuk acara festival band. Dibawah panggung sampai beberapa meter di gelar karpet untuk pagelaran fashion show, sementara di kanan kirinya, berjajar stand-stand yang menyediakan berbagai macam hasil karya siswa seperti lukisan, kaligrafi, gambar karikatur, pernak pernik souvernir, makanan minuman seperti jus, milkshake, boba, cincau, es krim, dimsum, telur gulung, takoyaki, ramen, seblak, cilok dan lainnya.


Stand kelas Arrida hanya sebatas makanan dan minuman. Mereka menyediakan cilok dengan berbagai level pedas, seblak, makroni telor, sosis bakar, dimsum, tempura, jus buah dan milkshake. Sementara stand kelas Uwais menyediakan pernak-pernik souvernir seperti gelang, cincin, kalung, bros dan hiasan lainnya.


Peserta festival band dan fashion show berasal dari sekolah tingkat atas. Sejak pukul 07.30, para peserta sudah berdatangan, sekolah sudah mulai ramai. Bazar juga sudah siap dengan stand-stand yang menyediakan berbagai macam jenis souvenir, makanan, dan minuman.


Sekitar pukul delapan pagi acara dibuka. Festival band dimulai, kemudian sekitar pukul sembilan pagi acara fashion show pun dimulai. Berbagai macam busana dengan gaya dan warna-warni unik diperagakan ratusan model dari kalangan pelajar. Mereka berlenggak-lenggok memamerkan busana hasil daur ulang yang mereka buat, ada yang dari bahan daur ulang sampah seperti kertas koran, bungkus deterjen, bungkus makanan ringan, tutup botol kemasan, dan karung beras.


Para model berjalan, diiringi lagu dari band yang tampil, sementara para penonton, menyaksikannya sambil menikmati makanan atau minuman yang disediakan dari stand-stand.


Arrida dan kawan-kawannya benar-benar sibuk, karena standnya kali ini banyak pengunjung. Hingga tiba waktu sore dan para tamu ataupun peserta lomba sudah mulai meninggalkan lokasi. Para penjaga stand pun juga mulai beres-beres.


Tiba-tiba dari arah stand kelas Uwais ada keributan, tepatnya kehebohan, saat Uwais disiram kawan-kawannya dengan satu ember air.


"Happy birthday ...." teriak kawan-kawan Uwais yang ada di stand kompak. Mereka tertawa riang, bahkan mereka menambah dua ember air lagi disiramkan ke tubuh Uwais.


🌼


"Hai Ar ... belum diberesin kan?" tanya Uwais ke stand kelasnya Arrida.


"Eh, kak Uwais," Arrida terkejut melihat Uwais sedang duduk di sebuah kursi yang ada di pojokan stand. Dia terlihat sudah bersih dan rapih, tidak seperti sebelumnya yang basah kuyup. Untungnya hari ini dia memang sengaja membawa baju ganti karena akan sampai malam, membantu panitia membereskan peralatan dan perlengkapan yang digunakan hari ini, jadi dia langsung memakainya setelah keadaan bersih


"Belum nih, tapi udah pada abis," Arrida sedang membereskan beberapa piring dan tempat lainnya.


"Ya udah, buatin mie rebus deh,"


"Mana ada Kak, kita gak nyediain mie,"


"Nih," Uwais mengambil sebungkus mie instan dari tasnya. Lalu menyimpannya di atas meja stand.


"Hah, kakak sengaja bawa mie instan kesini?"


"Iya ... tadi beli mie instan di market depan, karena tau kalau seblaknya laris manis,"

__ADS_1


"Tau darimana?" tanya Arrida sambil mengambil mie instan nya.


"Tadi ketemu Nana dan Hani, mereka bawa barang-barang ke parkiran, katanya mau dibawa Arfan,"


"O iya ... sebagian emang punya Arfan, jadi mau dibawa pulang dulu ... Ya udah, aku buatin dulu ya Kak,"


"Iya, cepetan ya, aku udah kedinginan, butuh anget- anget,"


🌼


"Nih Kak, mienya, spesial pake telor," kata Arrida sambil menyerahkan semangkuk mie instan pakai telur ceplok.


"Waaah, terima kasih, ada telornya juga," Uwais menerimanya.


"Iya, kebetulan masih ada sisa telur, selamat ulang tahun ya Kak," ucap Arrida sambil duduk dihadapan Uwais. Cowok itu terdiam, kemudian tersenyum.


"Kamu tau kalau hari ini aku ultah?"


"Iya lah, tadi kan temen-temen di stand kakak pada ramai, ngguyur kakak,"


"Makasih ya, lalu ... doanya?"


"Semoga kakak makin sholih, sehat dan bahagiiiiaaa selalu ...." doa Arrida tulus.


"Aamiin," Uwais mengaminkan doa Arrida.


"Selamat ulang tahun, Ar,"


Arrida terdiam. Terpaku. Tatapannya datar.


"Dimakan!" Uwais memerintahkan agar Arrida memakan mienya.


Arrida pun segera membuka mulutnya, karna sendok yang hendak disuapkan Uwais sudah menempel di bibirnya. Dan mie pun masuk ke dalam mulutnya.


"Semoga kamu makin sholihah, sehat dan bahagiiiiaaa selalu," doa Uwais tulus.


"Aamiin," ucap Arrida mengaminkan.


Arrida masih bengong, ia tak percaya jika Uwais mengetahui kalau hari ini dia juga berulang tahun.


"Kakak tau kalau aku juga ultah?" tanya Arrida akhirnya.


"Hmm," Uwais mengangguk sambil menyuapkan mie ke dalam mulutnya.


"Jadi selama ini kakak udah tau ya kalau tanggal lahir kita sama?"

__ADS_1


"Iya, waktu baca formulir pendaftaranmu,"


Arrida tersenyum bahagia. Ternyata tanggal lahir keduanya sama.


"Berarti, usia kakak 18 tahun ya,"


"Dan kamu sudah 16 tahun," sela Uwais


Arrida berdiri, kemudian membuat milkshake vanila untuk Uwais.


"Makasih," ucap Uwais ketika dia menerima segelas milkshake dari tangan Arrida.


Akhirnya setelah selesai, Arrida mengemasi mangkuk dan mencucinya.


"Ar, sini deh," panggil Uwais. Arrida mendekat. Duduk dihadapannya.


Lalu dia mengeluarkan gelang tali berwarna hitam ada inisial huruf A. Kemudian dia memasangnya di pergelangan tangan Arrida.


"Dipakai ya, dan jangan dilepas,"


"Kenapa?"


"Biar kamu selalu ingat aku,"


Arrida langsung tersipu. Entah kenapa dia sangat menyukai Uwais berkata seperti itu. Rasanya, seperti menunjukkan kalau hanya Uwais yang boleh diingat. Boleh tidak, kalau saat ini Arrida merasa Uwais sedang mengikatnya?


"Okke, gak akan aku lepas, trus apa dong dari aku, Kak? Aku ga nyiapin kado apapun untuk ultah kakak, soalnya aku baru tau tadi kalau kakak juga ultah hari ini,"


"Gak perlu, tanpa apapun, aku selalu ingat kamu,"


"Aduh !!! Ini hati kenapa sih? Apa maksudnya coba, kak Uwais bilang kayak gini bikin ge-er aja,"


"Oiya ada satu lagi, semoga kamu suka,"Uwais segera mengeluarkan sebungkus kado dari dalam ranselnya.


"Apa ini Kak? Aku buka ya," Arrida meminta ijin.


Uwais mengangguk. Mempersilahkan.


"Ya Alloh, ini bagus banget Kak, makasih ya," kata Arrida setelah membuka bungkus kadonya. Sebuah tas ransel wanita, berwarna hitam. Terlihat sangat mewah dan elegan untuk ukuran ransel mini seperti itu.


"Kak, makasih banyak, ini bagus bangeet," kata Arrida sambil mencobanya di punggung.


"Maaf baru sekarang bisa ganti tas kamu!"


...🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1



__ADS_2