Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
35. Itu bukan saya


__ADS_3

"Aku benar-benar gak ngerti! Katakan apa kesalahanku? Apa yang udah aku lakukan, hagh!!" tanya Uwais tegas mencari kepastian


"Bren*sek... ! Berarti bener kamu gak percaya dengan yang aku sampaikan di chat kemarin?!!"


Uwais makin bingung. Kapan dia nge-chat Audy? Audy yang mengerti kebingungan Uwais, ia merogoh saku bajunya mengambil sesuatu.


"Ini! Kamu gak bisa ngelak lagi kan?!" kata Audy sambil melemparkan sesuatu itu tepat mengenai wajah Uwais.


Benda kecil itu jatuh tepat di dekat kaki Uwais. Ia pun menunduk untuk mengambilnya. Sebuah testpack. Ia mengamatinya sebentar, ada dua garis terlihat disitu, keningnya berkerut, dia tahu arti dua garis, tapi dia masih tidak mengerti maksud Audy.


"Apa maksudnya ini?" tanya Uwais masih bingung.


"Oh ya ampuuuun!" Audy seperti kehabisan kata-kata, ia tidak menyangka kalau Uwais sebodoh itu. Rasanya dia benar-benar ingin menjerit. Hatinya begitu sakit dengan sikap Uwais yang pura-pura tidak tahu.


Semua yang disitu, tampak bingung dan mulai menduga-duga. Termasuk Arrida, dia juga mulai penasaran. Di saat yang sama pak Sofyan datang karena merasa ada keributan di samping GOR yang cukup mengganggu kegiatan donor darah.


"Aku hamil! Ini anak kamu, apa kamu lupa atau pura-pura lupa dan sok-sok-an tidak pernah terjadi sesuatu antara kita!" kata Audy lantang diantara isakan tangisnya.


Uwais shock, hingga kakinya mundur ke belakang. Ia benar-benar bingung. Apa maunya gadis ini? Tiba-tiba memfitnah telah menghamilinya.


Semua yang menyaksikan dibuat tak percaya. Mereka juga benar-benar terkejut mendengar penuturan Audy. Termasuk Arrida, sampai ia harus menutup mulutnya karena rasa terkejut dan tak percaya yang luar biasa. Tiba-tiba saja ada rasa nyeri di sudut hatinya, kecewa sudah pasti.


Pak Sofyan menelan salivanya dengan sangat susah, ia mencoba untuk tenang. Kemudian dia mendekati Audy, memegang pundaknya, dan mencoba membuatnya lebih rileks.


"Yang lain bubar! Jangan berkerumun disini! Sudah! Anggap kalian tidak melihat dan mendengar ini!" Pak Sofyan memberi instruksi pada semua yang berkerumun, hingga akhirnya mereka pun bubar sambil berbisik-bisik menggosip.


Arrida mematung. Hatinya sangat sakit, dia tidak percaya kalau cowok pujaannya adalah seorang pemain hati mungkin juga penjahat kelamin. Rasanya seperti diiris tipis-tipis sangat menyayat hati. Selama ini, dia memang tidak tahu sejatinya Uwais seperti apa. Dia tidak tahu sikap Uwais dibelakangnya.


Akhirnya, yang dia pahami saat ini adalah Uwais tidak benar-benar menyukainya, dia hanya mempermainkannya saja. Dan sepertinya, memang benar, kalau dia telah baper pada sikap Uwais. Ada rasa penyesalan yang mendalam, karena telah mencintai orang yang salah, si pemain hati.

__ADS_1


"Ayo, ikut bapak ke ruang BK!" perintah Pak Sofyan pada Audy dan Uwais. Audy kemudian berjalan di samping pak Sofyan, sementara Uwais berjalan dibelakang keduanya.


Arrida yang masih terpaku sambil menatap kosong ke arah tanah, menoleh sekilas saat Uwais berjalan melewatinya. Netranya beradu dengan manik mata berwarna hitam milik Uwais.


Saat ini tak ada yang dapat melukiskan perasaan mereka. Uwais pun tak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi karena dia memang belum tahu apa yang sudah terjadi. Sementara Arrida, masih belum mau untuk meminta penjelasan apapun. Dia hanya ingin menenangkan diri.


🌼🌦🌼


Saat ini pak Sofyan, Uwais dan Audy sudah berada di ruang BK. Disitu sudah ada pak Lukman, bu Sofia, pak Tino dan bu Intan.


"Jelaskan apa yang terjadi?" Pak Lukman yang berbicara. Ia bertanya pada pak Sofyan, namun tatapannya lebih mengarah pada anak didiknya yaitu Uwais dan Audy.


Audy hanya menangis, menahan rasa sakit hati, malu dan amarah.


"Kamu yang lebih tenang daripada Audy, coba kamu jelaskan!" perintah pak Sofyan pada Uwais.


"Maaf, sebenarnya saya juga tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saja Audy datang berteriak, memaki dan mengatakan dia hamil karena saya," kata Uwais menjelaskan awal kejadian


"Tapi saya tidak merasa melakukannya, atas dasar apa coba? Saya sendiri tidak merasa dekat dengan kamu!" Uwais membela diri.


"Hiks, dasar pe-ni-pu!" Audy terisak. Hatinya semakin sakit.


"Tunggu, gimana ceritanya kamu yakin kalau Uwais yang melakukannya?" Pak Lukman mulai menyelidik.


Audy terdiam, dia mengerjapkan matanya beberapa kali seperti mengingat sesuatu.


"Ini chat saya dengannya dari sebulan yang lalu, Pak!" kata Audy sambil menyerahkan ponselnya pada pak Lukman.


Hening. Pak Lukman sedang membaca hampir keseluruhan isi chat antara Audy dan Uwais.

__ADS_1


Tak lama dia mencoba melakukan panggilan ke nomer yang dimaksud. Tapi tidak aktif.


"Kok gak aktif? Hapemu mati?" tanya pak Lukman pada Uwais.


Uwais merogoh saku celananya, ia mengamati ponselnya, sama sekali tak ada panggilan masuk.


"Hape saya aktif pak, tapi tak ada panggilan yang masuk,"


"Ini bener nomer kamu? Atau kamu punya nomer lain di hape yang lain?" tanya Pak Lukman lagi.


"Tidak Pak, saya sama sekali tidak punya nomer lain," kata Uwais yakin.


"Kamu bohong, kamu bilang khusus untuk aku, pakai nomer ini, dan jangan pernah menghubungi nomer biasa yang diketahui orang lain, karena hubungan kita masih rahasia," Audy menjelaskan. Tangisnya sudah mulai mereda.


"Nomer yang mana? Saya sungguh-sungguh tidak punya nomor lain, hanya ini yang saya punya!" Uwais membela dirinya karena dia memang hanya memiliki satu nomer.


"Mungkin ada yang menggunakan nama Uwais untuk mendekati Audy!" Bu Sofia memberikan pendapatnya.


Audy terhenyak. Kenapa selama ini dia tidak memikirkan sampai sana.


"Lalu bagaimana dengan kehamilan Audy?" tanya bu Intan kali ini. "Kamu yakin yang melakukannya Uwais?" kini bu Intan bertanya pada Audy.


Audy terpaku, dia mengingat sesuatu. Dia pun menceritakan dari awal hingga akhir.


Sebulan yang lalu, saat sore hari ada chat dari nomer asing yang mengaku sebagai Uwais. Awal mulanya hanya sapaan, tapi lama-lama setelah tiga hari kemudian isi chat menjadi lebih mesra dan mengarah pada pengungkapan rasa cinta. Cinta pun bersambut. Dengan syarat tak boleh ada yang tahu, dan di sekolah pun bersikap biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu. Takutnya Audy akan dibully oleh fans nya Uwais. Audy pun menurut. Baginya sudah luar biasa banget bisa menjadi pacar Uwais walaupun diam-diam.


Suatu malam Uwais minta bertemu di sebuah kafe, tapi datang agak terlambat. Padahal Uwais sudah memesan minuman dan makanan. Sambil menunggu Audy meminum minuman yang sudah dipesankan. Tak lama rasa kantuk menyerang. Lalu datang seorang pemuda mengaku bernama Uwais, tapi wajahnya tidak terlihat jelas, karena dia menggunakan masker, topi dan kacamata hitam. Dan selanjutnya yang terjadi, Audy terbangun di pagi hari di kamar hotel. Pakaiannya masih lengkap. Lalu ada chat di ponselnya.


"Maaf, saya harus segera pergi, tidak bisa menunggu sampai kamu bangun. Tadi malam kamu tertidur di kafe, karena saya tidak tahu alamat kamu, saya bawa ke hotel, maaf ya, dan terimakasih untuk yang semalam kamu mau berkencan dengan saya. Ini jadi rahasia kita ya, love you,"

__ADS_1


"Itu bukan saya ... Saya tidak pernah melakukannya apalagi menipu seseorang!" kata Uwais tegas.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2