Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
97. Surprise yang bikin terkejut


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja, Ar?" tanya seseorang dari sebrang. Uwais.


"Hmm" jawab Arrida singkat.


"Kamu sakit kah?"


"Nggak!"


"Lalu ada apa? Ceritalah!"


"Gak ada papa, Kak" ucapnya penuh penekanan


"Apa ada sesuatu?"


"Gak ada!"


Hening. Uwais benar-benar merasa aneh.


"Ya udah ya kak, aku ngantuk, pengen tidur."


"Oh, ya udah, tidurlah, mimpi indah ya, Ar"


"Hmm, iya kak, dah ya ... Assalamu'alaikum" ucap Arrida lalu memutuskan sambungan teleponnya, tanpa mendengar jawaban salam dari Uwais.


🌼


Uwais merasa aneh. Ia merasa ada sesuatu terjadi pada gadis kesayangannya itu. Yang dia tahu, terakhir kali mereka berhubungan adalah ketika Arrida sedang menunggu Nana dan Hani. Dia terlihat bahagia, dan ceria. Seharusnya, setelah bertemu dengan kedua sahabatnya itu, Arrida lebih baik moodnya, tapi kenapa ini berbeda dari seharusnya?


Uwais hanya berpikiran positif. Ia berharap mood gadis kesayangannya itu besok sudah berubah menjadi lebih baik dan menyenangkan.


🌼🌦️🌼


Sejak malam itu, Uwais benar-benar merasa ada yang berubah dari Arrida. Ya, ada sesuatu yang berbeda dari sikap gadis kesayangannya itu, bagaimana cara dia bicara, menyapa, menerima telepon, membalas chat, semua terasa berbeda. Tak ada kesan cinta dan kerinduan, hanya kesan sekedarnya saja. Namun dia tidak ingin menanyakannya apalagi membahasnya, karena ia tidak ingin semakin merusak suasana apalagi mereka dalam keadaan berjauhan.


"Eh, Uwais?" Bu Sofia bingung dengan kedatangan Uwais pagi itu ke rumahnya.


Uwais hanya tersenyum sambil mengangguk. Ia menyalami Bu Sofia.


"Lho, Arrida bilang kamu ga bisa jemput?" tanya Bu Sofia masih di ambang pintu.


"Wais ijin Bun, dosen pembimbing mengijinkan."


"Masuk dulu deh!" kata Bu Sofia masih dalam keadaan bingung.


"Ada apa Bun?" tanya Uwais masih enggan untuk masuk. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Kalian ada masalah?" tanya Bu Sofia.


"Gak ada sih, Bun ...!" kata Uwais berusaha menutupi apa yang sedang dirasakannya.

__ADS_1


"Arrida tau kalo kamu pulang?"


"Nggak Bun, Wais mau kasih surprise."


"Dan ternyata kamulah yang terkejut!"


"Emang ada apa, Bun?"


"Arrida lagi di stasiun, dia mau naik kereta pagi ... Mungkin dia juga mau ngasih kejutan buat kamu."


"Serius, Bun?" Uwais sontak terkejut dengan kabar yang disampaikan oleh Bu Sofia.


"Iya, Adnan yang nganter ke stasiun ... Katanya, dia tetep harus berangkat, soalnya lusa udah mulai kuliah, jadi besok biar bisa istirahat dulu, atauuu .... Arrida juga sengaja mau kasih kamu surprise."


"Oh, gitu ya ... Bisa jadi Bun ... Ya udah Bun, biar aku ke stasiun, mudah-mudahan masih sempet ketemu."


"Tunggu Wais, kamu kan baru dateng?"


"Gak papa, Bun, Wais ke stasiun dulu Bun," pamit Uwais sambil menyalami Bu Sofia.


🌼


Uwais memacu motornya, hingga dua puluh menit dia tiba di stasiun. Ia segera mencari, dan bertanya tentang keberangkatan kereta yang menuju kota X.


Terlambat, kereta yang dimaksud sudah pergi.


Uwais segera menghubungi Arrida, namun tidak diangkat.


🌼


Itu isi chat dari Uwais.


"Nak, tadi Uwais kesini, dia baru aja dateng, kamu udah berangkat?"


Ini isi chat dari Bu Sofia.


Arrida melihat ponselnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Bu Sofia dan Uwais. Juga ada pesan di aplikasi hijau miliknya.


Arrida menarik nafas panjang, hatinya berdebar dan merasa bersalah.


Dua hari yang lalu, Arrida sempat merengek pada Uwais. Dia benar-benar sedang mode egois. Ia sangat menginginkan Uwais menjemputnya. Padahal dia sudah tahu kalau Uwais sudah mulai praktek lapangan. Sebenarnya, Uwais sudah janji akan datang hari Minggu pagi menjemput Arrida, lalu berangkat kembali ke kota X Minggu sorenya, karena kuliah Arrida di hari Senin jadwalnya siang hari. Namun Arrida benar-benar memaksa Uwais untuk datang menjemput hari Sabtu. Andaikan, Uwais tidak bisa menjemputnya maka dia memutuskan untuk berangkat sendiri ke kota X. Dan pada kenyataannya, hari Jumat sore Uwais berangkat ke kotanya setelah mendapatkan ijin dari dosen pembimbingnya.


Entahlah, semenjak Arrida merasa tidak beruntung, karena dia tidak pernah merasakan rasanya mendapatkan pernyataan cinta dari orang yang dicintainya seperti Lani, Hani dan Nana, ia menjadi lebih pemaksa dan egois. Ia merasa hanya dia yang mencintai Uwais. Sementara menurutnya, Uwais hanya menjaga perasaannya saja.


Arrida tidak membalas chat Uwais, ia juga bingung harus membalas seperti apa. Akhirnya, selama perjalanan, ia menonaktifkan ponselnya.


🌼


Pukul setengah sembilan malam, kereta yang ditumpangi Arrida tiba di stasiun kota X. Hari sudah malam dan turun hujan. Arrida memindai area stasiun hampir ke semua sudutnya. Dia berpikir pasti Uwais sudah meminta Kirno untuk menjemputnya. Namun, tak ada. Ia pun terpaksa berjalan menuju ruang tunggu. Kemudian, setelah duduk, ia mengaktifkan kembali ponselnya untuk memesan taksi. Sebenarnya, di jalanan dekat stasiun sudah ada ojek dan becak, namun karena sudah malam dan keadaan juga hujan, Arrida lebih memilih taksi untuk mengantarkannya ke asrama.

__ADS_1


Beberapa pesan dari Uwais dan Bu Sofia masuk. Tetapi Arrida hanya membacanya, dan ia hanya membalas satu pesan dari Bu Sofia saja, ia sama sekali tidak ingin membalas pesan dari Uwais.


Hujan sudah mulai reda, walau masih menyisakan gerimis. Namun keadaan seperti itu tidak membuat Arrida mengurungkan niatnya untuk keluar dari stasiun mencari warung makan. Karena ternyata perutnya sangat lapar. Setelah seharian di kereta ia sama sekali tidak berniat untuk makan.


Ketika ia berjalan mencari warung yang diinginkan, tiba-tiba, tas ranselnya yang memang hanya diselempangkan pada satu sisi bahunya saja, ada yang menjambretnya. Arrida yang lengah terkejut. Ia segera berlari mengejar si penjambret, sambil berteriak meminta pertolongan.


Duakk.


Arrida menendang punggung orang itu, ia sempat tersungkur, namun segera bangkit lagi dan berlari dengan sangat kencangnya.


"Woy! Kembalikan! Tolong! Jambret!!!" teriak Arrida.


Arrida tak menyerah, ia pun segera mengejar si penjambret dengan langkah tak kalah cepat. Namun, si penjambret memilih jalanan yang sepi, kemudian dia masuk ke dalam sebuah gang.


Arrida menghentikan langkahnya, ia tampak ragu untuk ikut masuk ke dalam gang yang sepi dan gelap. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi, ia pun memutuskan untuk kembali secepat mungkin. Dan ternyata, dugaan Arrida benar, si penjambret kembali lagi bersama keempat temannya. Mereka mengejar Arrida, untung saja jarak Arrida sudah cukup jauh.


Happ


Satu tangan dari teman si penjambret menangkap pundak Arrida, ia berhasil mengejar Arrida, namun gadis itu bisa menghadapinya, tangan yang memegang pundaknya dicengkramnya kuat-kuat, lalu diputarnya sekuat tenaga hingga orang tersebut kesakitan. Dan secepat kilat juga kedua tangan Arrida mengepal saling menaut lalu meninju pipi dan rahang orang tersebut. Beberapa kali tanpa ampun, hingga dia sempoyongan. Ada darah yang keluar di sudut bibirnya. Arrida langsung menendang lagi tubuh orang yang masih sempoyongan itu, hingga akhirnya dia pun tersungkur. Lalu ia memindai ke sekitarnya, ada sebuah batu sebesar genggaman tangan tak jauh dari tempatnya berdiri, ia pun segera mengambilnya, lalu mendekati orang yang sudah tersungkur, menginjak punggungnya dan membidik kepalanya. Si penjambret dan ketiga lainnya mulai waspada. Mereka menatap Arrida dengan tatapan tajam dan sangat hati-hati.


"Kembalikan tas saya! Atau kepala temen kalian kena sasaran ini!" kata Arrida sambil mengacungkan tangan yang memegang batu.


"Woy... lepasin cewek g*la! Si**an!!!" teriak si penjambret. Ia dan ketiga temannya tidak menyangka gadis ini ternyata gadis tangguh. Namun mereka malah sengaja mendekati Arrida


"Kalian mendekat maka aku akan lapor polisi!" kata Arrida sambil merogoh sakunya untuk mengambil ponsel.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, favorit n kommentnya...


...Sehat selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Oiya kak readers mampir juga yuks ke novel bagus neh, karya temenku kak Asyfa pokoknya keren abizz...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°



__ADS_1


...**Happy reading yaaa πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜...


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–**


__ADS_2