Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
113. Ada apa lagi ini?


__ADS_3

"Iya, aku udah suka kamu sejak pertama kali ketemu. Masih inget, waktu kamu aku larang megang megang lutut aku? Aku suka ekspresi wajah kamu yang panik, kamu lucu dan menggemaskan dan anehnya ada rasa dan getaran yang tak biasa hadir di hatiku saat itu, perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, aneh namun indah," jelas Uwais


"Kalau aku merasa ada getaran aneh itu, ketika aku melewati gerbang sekolah.... rasanya aneh aja, tapi aku suka dan merasa bahagia."


"Mungkin itu cara Allah mempertemukan kita."kata Uwais.


Arrida mengangguk mengiyakan ucapan Uwais.


"Eh ... Ada apa itu ribut-ribut? Ntar ya kamu tunggu sini."kata Uwais saat tiba-tiba saja mendengar suara keributan di depan resto. Ia segera menuju ke tempat adanya keributan. Sementara Arrida yang penasaran bukannya menurut, malah ikut serta menuju depan resto.


Tiba di depan resto, terlihat Fika sedang berlindung di balik punggung Arman, sementara dihadapan mereka ada lima orang berpenampilan rapi, mengenakan jas berwarna hitam, juga kaca mata hitam. Seperti para bodyguard.


"Ada apa ini? kalian siapa?" tanya Uwais pada kelima orang yang ada dihadapan Fika dan Arman.


"Kami diperintahkan Tuan Bobby untuk menjemput Nyonya Fika." Salah satu dari kelima orang itu berbicara kepada Uwais dengan sangat sopan. Dia memiliki tubuh yang paling tinggi di antara kelimanya.


Uwais langsung paham siapa orang-orang yang berada di hadapannya.


"Sudah kubilang aku gak mau ikut kalian!!" teriak Fika masih bersembunyi di balik punggung Arman.


"Kakak saya tidak ingin ikut kalian! Jadi kalian pergilah!"


"Tidak bisa, sebelum kami membawa nyonya Fika bersama kami." masih orang yang tinggi itu berbicara.


"Dan aku tidak akan menyerahkan kakakku pada Tuan kalian, jadi pergilah sebelum aku panggil polisi!"


"Ayolah Nyonya, jangan buat masalah ... Kasihani kami, kami hanya menjalankan perintah tuan Bobby." kata orang itu lagi penuh permohonan.


"Dek, mbak gak mau!" kata Fika sambil beralih bersembunyi dibalik punggung Uwais.


"Gak papa mbak ... mbak gak akan pergi kemanapun." kata Uwais sambil menoleh ke bagian pundaknya, menatap Fika.


"Ini perintah suami anda, Nyonya."


"Tidak! sudah lama aku bukan istrinya!"


"Tapi, anda masih sah sebagai istri tuan Bobby Nyonya!"


"Aku akan ajukan perceraian ke pengadilan! tapi aku tidak akan ikut kalian!" kata Fika masih berteriak ketakutan.


"Lebih baik bapak-bapak pergi dari sini sebelum saya benar-benar memanggil polisi" ancam Uwais


"Baiklah Nyonya, jika Nyonya memang tidak ingin pergi bersama kami, maka nanti tuan Bobby lah yang akan datang ke sini!"

__ADS_1


Akhirnya kelima orang yang berpenampilan seperti bodyguard itu meninggalkan resto.


🌼


"Empat tahun bersembunyi, akhirnya dia bisa menemukan mbak, mbak bener-bener takut, Dek!" kata Fika terlihat cemas dan ketakutan. Dia kini duduk di ruang belakang resto, hanya ditemani Uwais. Sementara yang lain kembali berkutat di resto, dan Arrida pulang ke asrama.


"Tenang aja mba, masalah ini pasti selesai." kata Uwais menenangkan hati Fika.


"Tapi kenapa bisa ya?" Fika bingung.


"Maksudnya?"


"Biasanya anak buah mas Bobby tidak bisa sampai menemukan mbak, kenapa pas mbak udah ama kamu, mbak bisa diketemukan?"


"Pasti ada hal yang membuat identitas mbak bisa diketahui!" kata Uwais menyimpulkan.


"Apa ya?" Fika bingung. Karena selama empat tahun ini dia hidup berpindah-pindah, sampai terakhir di sebuah desa terpencil, tak pernah sekalipun dia bertemu anak buahnya Bobby.


"Kalo gitu, besok kita pulang, kita harus bertemu papah dan mas Fariz, hanya mereka yang bisa membantu masalah mbak ... Termasuk proses perceraian di pengadilan."


"Apa papah masih mau menerima mbak?"


"Masih, Mbak...Papah pasti masih menerima Mbak. Kalau tidak, untuk apa papah masih mengirimi mbak uang selama ini?"


" Sampai kapan pun Mbak akan merasakan perasaan itu."


Fika mengangguk.


"Mbak, sekarang ketemu papah ataupun nanti, perasaan Mbak akan sama. Saran aku, lebih baik sekarang, mau gimana-gimananya terserah nanti, yang jelas papah gak mungkin sampai menyakiti mbak, gak kayak mas Bobby." jelas Uwais.


"Eh kamu! masa nyamain papah sama mas Bobby."


"Bukan nyamain, maksud aku, cuma ngingetin, semarah-marahnya papah, gak mungkin sampai nyakitin mbak."


"Ya udah, mbak ikut kamu, kamu sama mbak, kan?"


"Iya, tapi aku segera pulang lagi ke sini ... Mbak kan tau, Arrida lagi dalam masalah, dia akan diincar oleh Laura, dan aku gak mau itu terjadi."


"Ah iya, kasihan tu anak, tapi dia hebat lho, dia pinter bela diri ya? tendangannya keren." puji Fika.


"Aish Mbak, malah bahas yang seperti itu?"


"Beneran Dek, cewek kamu keren, andai mbak bisa bela diri kayak dia, mbak gak mungkin takut-takut ma mas Bobby,"

__ADS_1


"Tetep aja mbak, cewek lawan cowok kekuatannya beda,"


"Tapi ga juga mudah dikalahkan kan?"


"Cukuplah untuk melindungi diri sendiri dalam keadaan terdesak."kata Uwais lagi.


" Tapi beneran Dek, Arrida keren, dan dia jadi terkenal sekarang!" goda Fika."Eh iya, kenapa kamu gak anter dia pulang?"tanya Fika kemudian.


"Iya, tadi dia yang minta, toh masih sore ini, lagian, katanya mbak lebih butuhin aku,"


"Oh," Fika mengangguk.


"Eh bentar mbak, aku angkat telfon dulu." kata Uwais saat tiba-tiba saja terdengar nada panggilan di ponselnya.


"Andri?" gumam Uwais, ia mengerutkan dahinya heran. Tidak biasanya Andri menghubunginya. Namun karena rasa penasaran ia pun segera menggeser tombol hijau.


"Assalamu'alaikum, ada apa, Ndri?" tanya Uwais.


"Bang, Arrida dibawa orang, naik mobil secara paksa. Kayaknya dia dalam keadaaan tidak sadar!"


"Apa?" Uwais terkejut.


"Iya, Bang."


"Astaghfirullah, Arrida .... " kata Uwais dengan suara tertahan.


"Ya Alloh, ada apa lagi ini?" gumam bathinnya.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


...Makasih kakak readers...


...Makasih udah setia mampir n baca kisah Arrida dan Uwais sampai sejauh ini...


...Makasih atas dukungannya, like, favorit n kommentnya...


...Sehat selalu ya kakak readers...


...Hatiku Padamu Kak readers pake banget......


...Semoga kak readers tetap suka dan terhibur yaaa...


...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»πŸ˜πŸ˜πŸ˜...

__ADS_1


__ADS_2