
Arrida, Uwais dan Lani sedang berada di mini market kampus yang letaknya tidak jauh dari resto.
"Kalian udah siap? kita terjemahkan satu-satu ya ... !" kata Uwais pada Arrida dan Lani.
"Siap!" ucap keduanya kompak.
"Tau gak, apa bahasa Inggrisnya Ratu dan Perak? tanya Uwais.
Arrida dan Lani bepikir sebentar. Ratu : Queen dan perak: silver. Berarti coklat merk Sil**Queen
"Di iklan jajanan anak, coklat meleleh namanya diulang?" tanya Uwais lagi
"Nama coklat yang diulang? oh iya... cho-i cho-i" jawab Arrida
"Soal minuman yang dilindungi ... kalian tau gak hewan apa yang dilindungi?"
"Badak" jawab Arrida dan Lani bersamaan.
"Nah, itu dia" kata Uwais sambil menjentikkan jarinya.
"Lalu bahasa Inggrisnya teh dan gunung apa? trus, bahasa Inggrisnya 'hijau' dan 'baru' apa?" tanya Uwais lagi
Arrida dan Lani mulai memahami alur dari cerita tugas yang diberikan senior.
Akhirnya, untuk selanjutnya, Arrida dan Lani bisa menjawab semua pertanyaan dari Uwais, seperti:
Minuman superhero: Ultram**k
Permen Serigala: Fo*s
Keripik cacar: peyek kacang
Kue waktu bagus: biskuit Goodti*e
Makanan Singa Bergoyang: keripik kentang Leon
Buah Putri Salju:apel
Buah yang memiliki jantung: pisang
Pocong Ijo: lontong
Air desa yang menggigit dan manis : Spri*e
Spongebob goreng : tahu goreng
πΌ
"Wah, tinggal lontong ma tahu goreng, dan peyek kacang ni" kata Lani tampak gembira.
"Iya, yang tiga itu biar besok pagi nitip bang Dika, waktu ke pasar" ujar Uwais. "Sekarang kita pulang aja ya"lanjutnya
Arrida dan Lani hanya menganggukkan kepalanya.
πΌ
"Mbak, kok di luar?" tanya Uwais pada Fika, ketika ketiganya telah sampai di resto. Ia melihat Fika sedang duduk di teras resto.
"Mbak nungguin kamu"
"Ada apa? ada yang mbak rasakan?"
"Kangen mamah sama papah"
"Mau Uwais hubungi mereka?"
Fika menggelengkan kepalanya. "Mbak masih takut"
"Ayok ke dalam, kita bicara disana"
"Iya! Ini.... yang namanya Arrida ya?" tanya Fika saat memandang ke arah Arrida.
"Kok, mbak bisa tau?" Uwais bingung, darimana Fika bisa tahu mana yang namanya Arrida, padahal yang berdiri dekat dengannya ada dua orang gadis yaitu Arrida dan Lani.
"Fil aja" Kata Fika tersenyum.
Arrida pun kemudian membalas senyuman itu dan mencium punggung tangan Fika.
__ADS_1
"Kalau saya Lani, Mbak." kata Lani ikut memperkenalkan diri, ia menjabat tangan Fika, setelah Arrida melepas jabatan tangannya.
"Cantik-cantik" Fika tersenyum.
"Ya udah Kak, kami ke asrama dulu" pamit Arrida pada Uwais.
"Oh ya udah, nanti yang tiga macam lagi biar aku antarkan pagi ya" kata Uwais pada Arrida dan Lani.
Akhirnya mereka pun pulang ke asrama setelah berpamitan pada Fika.
πΌ
"Kalian tau apa kesalahan kalian?" tanya salah satu senior dengan wajah mirip Sahrukan, dia berteriak, membentak beberapa peserta orientasi yang melakukan kesalahan karena salah membawa makanan-makanan yang dimaksud dalam tugas. Diantara mereka ada Arrida dan Lani. Mereka salah membawa peyek. Seharusnya peyek yang dibawa adalah peyek kacang hijau, akan tetapi keduanya malah membawa peyek kacang tanah.
"Siap! Kami tahu, Kak!" jawab semuanya kompak.
"Baik, kalian akan mendapatkan sanksi, kali ini kalian harus meminta maaf pada kakak senior, jika sudah diberikan sanksinya oleh senior tersebut, kalian harus meminta tanda tangannya. Paham??"
" Siap! kami paham kak!"
Lalu senior tadi membagi peserta kepada siapa saja mereka meminta maaf pada seniornya. Satu senior mendapatkan dua atau tiga juniornya. Mereka akan meminta maaf kemudian diberikan sanksi, biasanya hanya menyanyikan lagu yang dibuat lucu, seperti mengganti vokal lagunya menjadi 'U' semua atau 'A' semua, atau bisa juga menggunakan vokal 'O', 'I' atau 'E'. Atau sanksi lucu lainnya. Kemudian mereka akan dianggap telah mendapatkan sanksi jika sudah ada tanda tangan dari seniornya.
Ah, sayang sekali, entah kebetulan, atau disengaja, atau mungkin hari ini merupakan kesialan bagi Arrida, karena senior yang akan memberikan sanksinya adalah Bryan, dan dia hanya sendirian tanpa rekan yang membersamainya.
"Hmmm, ini pasti permainannya si buaya ... Okkey, kita lihat, apa yang akan dia lakukan buat ngerjain aku" gumam hati Arrida. Ia siap untuk menghadapi Bryan.
"Maaf Kak, saya telah melakukan kesalahan karena salah membawa makanan yang dimaksudkan dalam tugas, saya siap menerima sanksi, Maafkan saya" kata Arrida lantang.
Bryan tersenyum. Ia senang sekali bisa berhadapan langsung dengan Arrida. Gadis cantik yang luar biasa, menurutnya.
"Apa kesalahanmu? kenapa harus ke saya?" Bryan sengaja sok menjaga imej.
"Karena ini perintah, kak!"
"Oh gitu ya, apa kesalahanmu?"
"Salah membawa peyek, Kak"
"Wah cuma kesalahan seperti itu saja, kamu sampai dikenakan sanksi?" Bryan sengaja berlama-lama. Padahal di tempat lain rekan-rekannya sudah mulai bernyanyi
Arrida terdiam. Ia malas menjawab.
"Benar kan ... aku dikerjain" hati Arrida mulai sebal.
" Kok gak dijawab?" tanya Bryan.
"Baik kak, beri saya sanksi menyanyi"
"Oh, kamu bisa menyanyi rupanya?"
"Siap! Bisa kak, nyanyi balonku"
Bryan terbahak. Ia tidak menyangka gadis yang ada dihadapannya ini begitu lucu. Ia semakin merasa gemas.
"Baiklah, nyanyikan dengan vokal 'U' semua"
Arrida pun segera menyanyikan lagunya dengan tempo sangat cepat. Dia ingin segera mengakhiri proses sanksinya.
Tiba-tiba, Bryan mendekatkan wajahnya ke wajah Arrida beberapa senti. Otomatis, gadis itu segera menghentikan nyanyinya. Ia menjauhkan wajahnya.
"Mas mau ngapain ya?" Arrida merubah panggilan pada Bryan, tidak lagi memanggil 'Kak', saat ini dia tidak dalam keadaan formal.
"Biar bibir kamu gak sia-sia, udah manyun gitu, kayak mau nyium, jadi aku sediain wajahku agar bisa kamu cium"
Arrida menelan salivanya sangat berat. Ia tak menyangka Bryan begitu berani.
"Maaf Mas, kayaknya ini gak lucu deh" kata Arrida berusaha tenang.
"Hahaha, gak usah panik gitu, cantik" kata Bryan malah merayu.
"Ini mau dilanjutkan gak, Mas?"
"Gak usah, kamu nyanyi kayak gitu, aku jadi tergoda dengan bibir kamu"
"Lalu?"
"Sanksinya aku ganti, ya"
__ADS_1
"Siap Kak!"
"Sekarang katakan 'Aku cinta kamu mas Bryan'..." kata Bryan sambil tertawa.
"Maaf, saya tidak bisa"
"Kenapa? Ini kan cuma hukuman"
"Kata cinta bukan buat mainan Kak"
"Oh ayolah, gak usah serius dan dimasukkan dalam hati"
"Maaf, saya minta ganti hukuman saja, Kak!"
"Oh ayolah cantik, aku cuma ingin mendengar kamu katakan 'I Love You'"
"Sebaiknya, yang lain saja kak, sanksinya"
"Kenapa? Lo udah punya pacar?" tanya Bryan yang akhirnya ke mode santai.
Arrida terdiam. Ingin mengatakan 'Ya' tapi, bingung, dan selalu saja seperti ini jika ada yang bertanya apakah dia sudah punya pacar atau belum. Selalu galau. Rasanya ingin sekali ia menanyakan pada Uwais sebenarnya apa status hubungan diantara mereka selama ini.
"Maaf kak, ini terlalu pribadi untuk saya jawab!"
"Hmm unik juga gadis ini, dia benar-benar bikin gue klepek-klepek ... gue suka gadis tangguh kayak gini, sangat menantang.. Ah, tapi sial kenapa gadis ini harus berhubungan dengan si penjual bakso itu seh!" gumam bathin Bryan.
"Kalau belum punya pacar, lo jadi pacar gue aja ya ... ini serius, dan ini sebagai ganti hukumanmu" kata Bryan, dengan mode seriusnya.
"Ya ampun, keterlaluan banget seh ni orang ... aneh-aneh aja ... Ah, andai kata yang bilang seperti ini adalah kak Uwais, maka aku dengan suka hati mengatakan 'ya' ... 'ya' dan 'ya' ... Ah, tapi sayang banget kenapa harus buaya ini seh?" ujar Arrida dalam hatinya.
"Maaf Mas ... Kalau mas nya gak mau serius, saya mau cari senior yang lain"
"Oh jangan!" Bryan mulai serius, ia tau Arrida bukan sosok yang mudah dirayu begitu saja.
"Baiklah, maafin gue!" Bryan mengalah. Dia hanya tidak ingin Arrida merasa badmood kepadanya.
Arrida mengangguk.
"Baiklah, gue cuma pengen tahu jika yang ada di hadapan lo saat ini adalah orang yang lo sayangi, apa yang ingin lo katakan pada dia"
"Maaf dan terima kasih" ucap Arrida langsung, singkat, padat, jelas.
"Kenapa?"
"Maaf Mas, kayaknya saya tidak perlu menyebutkan alasan untuk itu"
"Oh ya, iya iya baiklah ... sini mana kertasnya ... gue tandatangani!" pinta Bryan. Dia tidak ingin Arrida semakin badmood dan malah ilifeel kepadanya Kemudian dia pun menandatangani kertas yang diserahkan Arrida kepadanya.
πΌ
"Kenapa wajahnya jutek gitu, hm?" tanya Uwais pada Arrida, siang itu ketika Uwais menjemputnya.
...πΈπΈπΈπΈπΈ...
Makasih kakak readers udah mampir
Makasih udah baca
Makasih udah mendukung
Makasih juga like, favorit, vote dan komennya yaaa
Sehat selalu kakak readers
Semoga suka dan terhibur...
βΊοΈβΊοΈβΊοΈπ₯°π₯°π₯°ππ»ππ»ππ»
*Oiya kakak readers mampir juga ya ke karya temanku... recommended banget nget.... karya: M Anha... pokoknya bagus banget....
ππππππππππππππππ
Happy reading yaaa βΊοΈβΊοΈ βΊοΈ
πππππππππππππππππ
__ADS_1