Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)

Hatiku Padamu, Kak (Cinta Dalam Diam)
62. Sweet seventeen...


__ADS_3

"Pokoknya Arrida gak mau dijodohin" Ucap Arrida lantang didepan ayah bundanya. Tidak berteriak namun terdengar tegas dan mengerikan.Pak Arthur dan Bu Sofia hanya terkekeh. Mereka terlihat sangat santai, seperti sedang menggoda anak gadisnya itu.


"Kalau gak mau, yaaa kamu tinggal bilang aja. Gitu kok repot" Bu Sofia memberikan komentar.


"Jadi bunda ma ayah beneran jodohin adek?" Adnan benar-benar penasaran


"Tergantung ,tapi dia anaknya baik ya bun, berani minta ijin dulu baru deketin adek... " pak Arthur seperti memberi teka-teki.


"Iya,gak kayak kamu, pacaran aja ama anaknya, eh giliran ketemu bapaknya malah menciut" Bu Sofia meledek Adnan


"Gak mau, pokoknya Rida gak mau" Arrida protes.


"Tapi gak papa dek, si Ricky itu ganteng lho" Adnan malah menggodanya


"Siapa bilang dia Ricky?" pak Arthur bersuara


"Terus? Ada yang lain gitu?" Adnan malah terkejut


"Iya lah .. kita udah setuju ma anak ini" Bu Sofia mengangguk dan terkekeh


"Bunda ma ayah jangan main-main ma masa depan Rida lho" Arrida masih protes


"Nggak lah , kamu pasti gak akan menyesal" Bu Sofia masih menggoda Arrida.


"Siapa dia bun?" tanya Adnan malah semakin penasaran.


"Nanti aja kalau kedua belah pihak udah sama-sama siap, baru deh kita launching ya yah" kata Bu Sofia yang mendapat anggukan dari Pak Arthur.


"Udah dek, sekarang sarapan terus siap-siap, kita ambil raport" Perintah bu Sofia.


"Gak usah kamu pikirin... belajar dulu ya, kalau kamu gak suka bisa bilang, kita gak akan maksa kamu, okke" kata pak Arthur menegaskan.


Arrida sedikit lebih tenang keadaan hatinya. Ia berharap, tak pernah ada kata "perjodohan" dalam hidupnya. Andai kata itu terjadi seperti kejadian Novita pacarnya Adnan, mungkinkah Uwais akan mempertahankannya? Sementara statusnya saja belum jelas. Karena tak pernah ada kata-kata cinta diantara mereka. Tak pernah ada pengakuan dengan kata 'pacar'. Namun yang pasti, komitmen mereka saat ini adalah saling menjaga hati.


---"Kamu lagi apa"--


---"Jaga kesehatan ya"--


---"Sudah Bangun?"--


---"Belum tidur?"--


---"Udah malam, sekarang tidur ya"---


---"Gimana di sekolah hari ini?"---


---"Ada cerita apa?"---


---"Latihan PMR nya gimana?"---


---"Baik-baik ya"---


---"Aku lagi mau ke kampus ni"---


---"Aku baru pulang dari kampus"---

__ADS_1


---"Doakan selalu ya"---


---"Doaku untukmu selalu"---


Itulah isi chat dari Uwais untuk Arrida setiap hari, sebatas memberi tahu kegiatan akan ke kampus, pulang dari kampus, atau cuma bertanya kabar kepada Arrida. Yang kemudian dijawab oleh Arrida.


---"lagi makan ni kak"---


---"lagi mau tidur ini"---


---"tadi di sekolah baik-baik saja"---


---"kakak juga jaga kesehatan ya"---


---"Iya, doa ku selalu buat kakak, doain aku juga ya"---


Hanya sebatas itu. Walau sesekali terkadang mereka bisa ber-chat ria dalam waktu yang lumayan lama, membicarakan sesuatu yang dirasa menarik atau ada kejadian luar biasa. Itu saja. tidak pernah ada kata-kata romantis, sayang, cinta ataupun rindu. Tak pernah ada yang mengungkapkannya. Padahal dalam hati mereka, mereka sangat sangat saling merindukan. Tapi dengan chat saja mereka sudah merasa cukup.


Pernah sekali waktu, mereka melakukan panggilan video, tapi yang terjadi malah seperti orang bingung, entah akan membicarakan apa, malah terkesan canggung. Bagi mereka cukup hanya dengan saling melihat wajah saja, keduanya sudah merasa bahagia. Tidak perlu ada obrolan.


Uwais :"Kamu fotokan aja kegiatanmu ya ... lalu kirim"


Arrida:"Untuk apa?"


Uwais:"Biar aku tau kegiatanmu, dan aku bisa berlama-lama memandangi fotomu"


Arrida:"Kalo gitu kakak juga ya.... kakak kirim foto buat aku"


Uwais:"Okke"


Dan ternyata, mereka lebih asyik menjalani kisah jarak jauh seperti ini, bisa saling merindukan, saling mendoakan, serta saling bercerita dengan nyaman hanya melalui chat ataupun foto yang dikirimkan. Sudah cukup.


Dan sepertinya Uwais memang selalu mengusahakan untuk mengirimkan chat kepada gadis kesayangannya itu setiap hari. Namun anehnya, hampir selama satu semester ini, Arrida sendiri tidak pernah mengirimkan chat terlebih dahulu pada Uwais. Pasti dia lebih memilih menunggu. Tapi Uwais tak masalah. Lebih baik seperti ini.


🌼🌦️🌼


"Met ultah sahabatku... makin cantik luar dalem yaaa" (Nana)


"HBD Arrida Lathifatunnisa.... selalu bahagia lahir bathin ya" (Hani)


"Arrida ... Met ultah yaaa... semoga sukses"(Justin)


"Adek Abang yang cantik, met ultah ... semoga doa dan harapan kamu dikabulkan oleh Alloh" (Adnan)


"Met milad ... barokah ya" (Arfan)


"Sweet seventeen ya... moga temen gue makin sayang ma elo ya" (Roni)


Itu semua ucapan-ucapan ulang tahun yang dikirimkan orang-orang yang dekat dengan Arrida selama ini. Dia membacanya pagi ini dengan senyum-senyum sendiri.


"Selamat Ulang Tahun gadisku... Happy 17th!


Semoga kamu makin sholihah, sehat, sukses dan barokah, Aamiin" (Uwais)


Special chat. From Uwais. Hingga saat membacanya, hatinya bergetar, jantungnya berdebar-debar. Senyumnya pun langsung terbit diwajahnya.

__ADS_1


"Aamiin... Makasih My Hero..


Selamat Ulang Tahun juga buat kakak...yang ke-19, Semoga kakak makin sholih, sehat, sukses dan barokah, Aamiin"


Jemari Arrida langsung mengetikkan balasan untuk Uwais. Dan betapa bahagianya Uwais menerima balasan chat dari gadis kesayangannya itu, debaran indah yang sama seperti Arrida rasakan, juga dirasakan oleh Uwais.


"Hei gadis kecil, kamu bukan anak kecil lagi ya... Semoga kamu mendapatkan banyak cinta dan kebahagiaan"


Uwais kembali mengirimkan chat kepada Arrida.


"Aamiin... Semoga kakak juga mendapatkan banyak cinta dan kebahagiaan ... Oiya, sekarang aku udah bisa dapetin KTP dan SIM, gak khawatir lagi mengendarai motor sendiri"


Uwais: " Haish senang sekali..... yang penting hati-hati ya"


Arrida:"Siap komandan πŸ˜…"


Uwais:"Oiya... di sekolah lagi acara HUT ya"


Arrida:"Iya, nanti aku tampil ma Nana dan Hani, mau nyanyiin lagu cinta dalam diam karangannya kakak"


Uwais:" Benarkah? Nanti lihatin videonya ya...Oiya,...mukanya di cemong-cemong lagi gak?"


Arrida:"πŸ˜…πŸ˜… kakak masih ingat kah?"


Uwais: "Gak akan lupa ama 'wajah cantik' kamu waktu itu"


Arrida: " Gak lah kak, kalo sekarang aku cemong, siapa yang bersihkan wajahku? secara orangnya udah jauh"


Uwais: "😊😊😊"


Arrida:" Ya udah ya kak, aku mau siap-siap ke sekolah dulu, okke, see u"


Uwais: "Okke, hati-hati ya"


🌼🌦️🌼


Arrida baru saja menyelesaikan penampilannya bersama Nana dan Hani. Suara tepuk tangan masih menggema di GOR sekolah sesaat ketika ketiganya turun dari panggung. Mereka bertiga menuju tempat dimana teman-teman mereka berada. Mereka juga mengambil tas mereka, kemudian menuju keluar GOR


"Bentar Na, Han..." Arrida menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada dekat pintu keluar.


Dia mengambil ponselnya dari tas, bermaksud meminta Arfan mengirimkan video penampilannya tadi. Ia tak sabar ingin segera mengirimkannya pada Uwais. Namun, ketika dia baru saja membuka aplikasi chat berwarna hijau itu, sebuah chat terlebih dahulu masuk. Dari Uwais. Ia segera membukanya, ternyata itu adalah video yang berisi penampilan Arrida bersama Nana dan Hani menyanyikan lagu yang baru saja mereka tampilkan.


" Penampilan kalian luar biasa dan nyanyian kamu sangat kereeeen πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘πŸ»πŸ˜‰πŸ₯³"


Ini isi chat yang mengikuti video tersebut.


Arrida terkejut. Dia bingung. Dari manakah Uwais bisa mendapatkan video tersebut?


"Wajahnya gak usah kaget gitu" Kembali ada chat masuk.


Arrida makin terkejut. Ia merasa kalau Uwais ada di sekolah. Ia pun langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan Uwais.


"Gak usah dicari, aku gak ada di GOR kok'


kembali sebuah chat masuk. Membuat Arrida makin penasaran.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2