
Hari ini sekolahnya Arrida mengadakan study tour ke kota X, mereka akan mengunjungi suatu tempat yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan seperti tempat bersejarah dan seni budaya, tempat wisata flora-fauna, planetarium, wisata bahari dan aquarium raksasa, serta kunjungan kampus.
Arrida dan rombongan sekolah tiba di kota X ketika subuh. Dan sekitar pukul tujuh setelah sarapan mereka mulai ke lokasi tujuan. Hari pertama ini mereka mengunjungi tempat bersejarah dan seni budaya juga wisata flora dan fauna. Hingga sore hari. Kemudian mereka ke hotel untuk beristirahat. Hari kedua mereka mengunjungi aquarium raksasa dan berwisata bahari.
"Loh Da, kak Uwais ga bisa ketemu kita kah?" tanya Hani ketika di kamar hotel.
"Belum bisa Han, kalau hari pertama kan kita ke tempat bersejarah dan taman nasional, itu jauh banget dari tempat kak Uwais, terus kalo hari ini jadwal kuliah kak Uwais nyampe sore, bahkan ini ada kuliah malam".
"Wah capek juga jadi anak kuliahan" Celetuk Nana sambil geleng-geleng.
"Tergantung dosennya kali Na, kata kak Uwais, dosen ini super sibuk, jadi untuk minggu ini perkuliahannya malam hari"
Nana mengangguk mengerti.
"VC kak Uwais Da" Nana memberi saran.
" Ish... kan lagi kuliah Na, mudah-mudahan besok kita bisa ketemu"
"Oh iya, besok juga kita kunjungan ke kampus kan ya, itu kampusnya kak Uwais kan?" tanya Hani
"Iya bener, kayaknya kak Uwais bakal nyempetin buat ketemu kita"
πΌ
Esoknya, mereka mengunjungi planetarium terlebih dahulu sebelum akhirnya mengunjungi universitas B, kampus Uwais.
Arrida berlari dengan tidak sabar, wajahnya terlihat berbinar, terpancar kebahagiaan. Sudah semenjak dia datang ke kampus Uwais, hatinya tidak karuan, pandangannya tidak fokus, melihat ke kanan dan ke kiri mencari seseorang. Namun kini yang dicari sudah ada dihadapannya. Uwais sedang berdiri di dekat pintu masuk loby fakultas ilmu komunikasi. Dia tersenyum melihat kedatangan gadis kesayangannya itu.
"Kakak!" Sapa Arrida setelah ada dihadapan Uwais
"Hai" Uwais tersenyum.
"Kakak makin tampan" Arrida berkomentar
Uwais tertawa. Ia tak menyangka gadisnya itu begitu polos memuji dirinya. Langsung tanpa basa-basi di awal pertemuan.
"Kamu makin cantik"
Arrida tersipu. Ah rasanya sudah lama sekali tidak berjumpa, betapa rindunya melihat wajah tampan cowok pujaannya itu.
"Maaf... aku baru bisa menemui kamu. Pengennya, semalam aku ke hotel tempat kamu menginap, tapi kayaknya itu bukan ide yang bagus"
"Iya kak gak papa"
"Maaf ya, padahal sore nanti kamu udah pulang ya"
"Iya, ini tempat terakhir yang dikunjungi"
"Gimana kegiatan study tournya? mengasikkan?" tanya Uwais
"Asik banget, sayang, gak ada kakak"
"Hahaha, ya udah, nanti kalo kamu udah disini, kita tour berdua"
"Bener yaaa" Arrida tak percaya
"Iya, bener... ya udah yuk, gabung sama rombongan, aku juga pengen ketemu ma guru-guru" Kata Uwais sambil menarik lengan Arrida.
Mereka pun melangkah bersama menuju rombongan sekolahnya yang saat ini sedang beristirahat di pelataran taman kampus yang cukup luas. Uwais disambut dengan hangat, guru-guru masih mengingatnya, apalagi Uwais adalah seorang alumni dengan lulusan terbaik di tahun angkatannya. Diantara guru-guru yang ikut ada pak Lukman, pak Sofyan, bu Ina, pak Tino, dan bu Sofia
"Akhirnya ketemu juga ma kakak" kata Nana sambil meminum air mineralnya. Ia sedang duduk beristirahat bersama Hani.
"Gimana kabar kalian?" Tanya Uwais sambil duduk bergabung dengan keduanya. Kemudian diikuti oleh Arrida.
__ADS_1
"Baik kak" Jawab keduanya hampir bersamaan.
"Ini kapan acara kunjungan kampusnya selesai?" tanya Uwais.
"Kayaknya udah deh kak, abis ini kita mau ke hotel buat persiapan pulang" jawab Hani.
"Jam berapa kalian start pulang?"
"Jam lima sore" jawab Hani lagi
Uwais melihat jam di layar ponselnya.
"Hmmm, masih ada waktu satu jam"
"Maksudnya?" Nana bingung
"Aku ajak ke tempat ku ya, kita makan bakso disana, ntar aku ijin sama Bu Sofia"
"Ada apa kok nama ibu di sebut-sebut?" kata Bu Sofia tiba-tiba datang dan bergabung dengan keempatnya.
"Ini Bun, kak Uwais pingin ngajakin kita ke tempatnya, trus mau nraktir makan bakso, ini mau ijin sama bunda, kan masih ada waktu sejam sebelum kita pulang" kata Nana menjelaskan.
"Oh boleh, gimana kalo bunda juga ikut?" Bu Sofia menawarkan diri untuk ijin
"Boleh banget Bun, nanti istirahat di tempat Wais" kata Uwais bersemangat.
Akhirnya kelimanya pun pergi ke tempat Uwais. Mereka menggunakan mobil. Uwais memang sengaja membawa mobil karena ingin mengajak Arrida, Nana dan Hani jalan- jalan di sekitar kompleks kampus, dia sengaja meminjam mobil temannya.
"Mobil siapa ini Wais?" tanya Bu Sofia, dia duduk disamping Uwais yang sedang menyetir mobil.
"Punya temen bun, tadi emang sengaja Uwais pinjem, karena pengen ngajakin mereka bertiga jalan-jalan"
Bu Sofia mengangguk.
"Alhamdulillah nyaman, disini udaranya sejuk"
"Hmm syukurlah"
"Doanya aja Bun, bisa berhasil"
"Aamiin"
Tak lama kemudian, kelimanya sampai di tujuan. Tempat seperti warung makan. Hanya saja menu yang disediakan adalah bakso, siomay, batagor, milkshake dan jus.
"Wah asik juga ini tempat... nyaman, pas buat tempat makan mahasiswa" Bu Sofia berkomentar ketika keempatnya telah duduk lesehan di bagian pojok ruangan.
" Silahkan dinikmati ibu, dan adek-adek" Tiba-tiba datang seseorang membawa nampan berisi bakso, siomay, batagor, dibelakangnya ada lagi yang membawa nampan berisi minuman
"Lho kita belum pesen mas" Bu Sofia menyela.
"Gak papa, ini spesial, Uwais yang nyiapin" kata orang itu.
"Bun kenalin ini namanya Arman, dan Kirno, mereka temen Uwais " Uwais datang dibelakang.
Keduanya menjabat tangan Bu Sofia lalu bersalaman dengan Arrida, Hani dan Nana.
"Ngapain pesen sebanyak ini Wais?" Bu Sofia agak protes
"Nggak Bu, ini kita sedang mengenalkan menu yang ada di warung Cinta Pluto nya Uwais" jawab Arman
Bu Sofia, Arrida, Nana dan Hani menoleh ke arah Uwais. Mencari sebuah penjelasan.
"Uwais buka usaha kecil-kecilan Bun, pengen coba mandiri, kuliah sambil usaha" kata Uwais ikut duduk di samping Arrida dihadapan Bu Sofia.
__ADS_1
"Emang kamu bisa bagi waktunya?" tanya Bu Sofia
"Dibantu temen-temen kok Bun, ada Arman sama Kirno, juga Andika"
"Wah, semoga lancar dan sukses, kuliahmu juga usahamu ya"
"Aamiin" jawab Uwais mantap.
"Ya udah Bun dinikmati, dikomen rasanya ya Bun... Ntar kalo mau bisa nambah, kalo gak, ntar bisa dibungkus"
"Okke"
πΌ
"Wah ini rasa baksonya enak banget, kamu dapet resep darimana?" tanya Bu Sofia sambil mengomentari rasa baksonya.
"Lihat di Mbah Gugel Bun, sama tanya-tanya ma abang-abang penjual bakso, terus sama ayahnya Andika, yang ternyata di kotanya jualan bakso! Ya udah, di modif lah Bun, mulai dari isian, sama bentuk bakso"
"Kamu bisa?"
"Itu dibantu Andika yang ahli"
"Jadi, kenapa kamu kasih nama warung Cinta Pluto?" tanya Bu Sofia sambil menikmati baksonya
"Karena, biar semua orang hidup penuh cinta bun" kata Uwais sambil tertawa kecil
"Lalu kenapa ada Pluto nya?" sela Nana
"Ingin menunjukkan bahwa yang telah dianggap tidak ada itu sebenarnya selalu ada dan pernah bermakna"
"Maksudnya?" Nana malah semakin tidak mengerti
" Aku tau! Pluto itu kan dulu dianggap planet selama bertahun-tahun, tapi kemudian tidak dianggap lagi sebagai planet... Namun, walaupun sudah dihapus sebagai nama planet, tapi hakikatnya dia masih ada dan merupakan bagian dari tata surya kita" Kata Hani menjelaskan.
Uwais mengangguk sambil tersenyum. Ia melirik ke arah Arrida. Saling menatap, memberi makna. Keduanya tau makna Pluto sesungguhnya. Mereka pernah membicarakannya. Uwais ingin menyampaikan bahwa Pluto tetaplah ada. Walau orang lain menganggapnya tak ada, minimal bisa menjadikannya kenangan bagi orang yang pernah mengenalnya. Pun dengan warung baksonya, tetap bisa diingat, bagi yang pernah makan di warung baksonya.
"Oh , aku kira karena bentuk bakso nya bulat kayak planet" Kata Nana cekikikan.
πΌπ¦οΈπΌ
Dalam setahun ini, sejak pertemuan pertama mereka di masjid agung, pak Arthur dan pak Ridwan baru kali ketiga ini bisa bertemu langsung. Karena kesibukan masing-masing, mereka memang baru bisa menyempatkan diri untuk bertemu. Pertemuan pertama mereka, yaitu saat pak Arthur sedang meeting di dekat kantornya pak Ridwan. Sementara yang kedua, ketika pak Ridwan cek up kesehatan di rumah sakit, saat itu pak Arthur sedang mengantar Bu Sofia periksa karena keluhan vertigonya.
Dan siang ini, untuk ketiga kalinya, mereka memang sengaja meluangkan waktu untuk bertemu. Berempat. Pak Arthur dan Bu Sofia, Pak Ridwan dan Bu Tania. Mereka sedang mengobrol di sebuah restoran.
Uwais datang terburu-buru ke restoran, karena dia harus membawakan ponsel milik Bu Tania yang tertinggal di rumah. Begitu di pintu restoran, dia langsung memindai sekitar, mencari dimana orang tuanya duduk. Setelah terlihat, ia pun bergegas mendekati tempat duduk orang tuanya, lalu menyalami keduanya. Tanpa sadar, ia terkejut ketika melihat kedua orang yang duduk di hadapan orang tuanya.
"Ayah, bunda?" Uwais mengernyitkan keningnya
"Uwais?" Kata pak Arthur dan Bu Sofia kompak.
...πΈπΈπΈπΈπΈ...
Makasih kakak readers udah mampir
Makasih udah baca
Makasih udah mendukung
Makasih juga like, favorit, vote dan komennya yaaa
Sehat selalu kakak readers
Semoga suka dan terhibur...
__ADS_1
βΊοΈβΊοΈβΊοΈπ₯°π₯°π₯°ππ»ππ»ππ»