Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
100


__ADS_3

Beana memegangi ponselnya sambil berkali-kali membaca pesan dari anaknya, didalam pesan itu tertulis kalau sang putri mengucapkan terima kasih karena sudah membelikan makanan yang di pesannya kepadanya.


Jujur dirinya kini kebingungan mengapa Sam mengucapkan terima kasih kepadanya sedangkan dirinya sama sekali belum membelikan nya dan kini dirinya masih berada di dalam mobil bersama laki-laki yang menolongnya masih sama-sama terjebak macet jadi mana mungkin dirinya bisa untuk membelikan semua pesanan Sam.


Wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya tanda kini dirinya benar-benar bingung.


Diam-diam laki-laki yang duduk di bagian kemudi itu memperhatikannya.


"Hem".ucapnya dan membuat wanita yang berada di sampingnya itupun tersadar dari lamunan nya.


" Kenapa kamu melamun lagi?


"A.. apa?


"Aku bertanya kenapa kamu melamun lagi?


" Ah itu".katanya malu karena ketahuan sedang melamun.


"Padahal belum lama aku berbicara kepada mu agar tidak banyak melamun tapi seakan-akan kamu tidak mendengar nya".


" Maaf.Tapi sungguh aku benar-benar tidak melamun".ucapnya membela diri.


"Benarkah?


" Iya.Aku hanya sedang memikirkan pesan dari putriku".


"Memang putrimu mengirimkan pesan apa?tanyanya sungguh ingin tau.


"Sam hanya mengirimkan pesan ucapan terima kasih saja".katanya dan membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.


" Kamu itu aneh anak mu hanya mengirimkan pesan ucapan terima kasih kamu seperti orang kebingungan".


"Masalah nya bukan itu tapi soal makanan pesanan Sam".


" Kenapa dengan makanan pesanannya?

__ADS_1


"Putri ku baru mengatakan makanan pesanan nya tapi mengapa makanan pesanan yang di inginkan oleh Sam sudah sampai di rumah dan ini membuat ku sungguh-sungguh bingung karena aku sama sekali belum memesannya".


Sehan tersenyum di balik maskernya, entah mengapa dirinya begitu gemas dengan wanita yang berada di samping nya.


" Seandainya saja hubungan kita telah terikat sebagai suami istri yang sah mungkin saat ini aku sudah memeluknya, ah tapi sayang kenyataan nya hubungan kami masih belum halal".gumamnya dalam hati.


"Tuan mengapa Anda diam?


"Karena jujur aku juga bingung harus menjawab apa".jawabnya sekenanya.


Kini keduanya kembali diam hingga akhirnya mobil yang di kendarainya itupun kini sudah bergerak dan mulai berjalan normal lagi.


" Tuan? panggil wanita itu.


"Iya.Ada apa? tanyanya tanpa melihat nya.


" Apa nomor telpon Anda masih sama?


"Mengapa kamu menanyakan nya? Aku tau kamu benar-benar naksir sama aku jadi kamu menanyakan nya?tanyanya dan membuat wanita yang duduk di sampingnya meneguk ludah saat mendengar laki-laki itu berkata.


" Hey, benarkan kamu suka sama aku?


"Kalau bukan itu terus kenapa kamu menanyakan nomor telpon ku?


"Itu karena".ucapnya terpotong.


" Karena apa?


"Itu karena aku ingin membayar hutang ku pada Anda,jika aku sudah gajian nanti insya Allah aku akan membayarnya".katanya dan membuat laki-laki itu terdiam.


"Dan Itu satu alasan ku ingin menanyai nomor telpon Anda agar aku bisa menghubungi Anda jika aku akan membayar hutang ku".


"Hutang, memangnya kamu mempunyai hutang dengan ku? Tanyanya dan wanita itupun mengangguk kan kepala nya tanda iya.


" Hutang apa?

__ADS_1


"Hutang biaya rumah sakit Sam".


" Oh, itu".


"Iya.Tuan ingat sekarang?


"Iya aku ingat tapi aku tidak pernah menganggap biaya rumah sakit itu adalah hutang. Jujur aku benar-benar ikhlas memberikannya".


" Tapi aku tidak bisa menerima nya Tuan,jadi aku akan membayarnya ".


"Aku bilang tidak usah, aku benar-benar ikhlas membantu mu".


" Itu tidak mungkin Tuan karena Tuan bukan siapa-siapa kami jadi aku akan tetap membayar nya ".


Sehan terdiam saat mendengar perkataan dari gadis polos nya sungguh hatinya begitu tersentil, sakit tentu saja saat gadis polos nya itu mengatakan bahwa dirinya bukan siapa-siapa.


Suasana pun kembali hening hingga tak terasa mobil itupun berhenti tepat di pinggir jalan.


Sehan melihat gadis polos nya masih betah duduk di mobilnya.


"Sudah sampai, turunlah".


Katanya dengan nada sedikit ketus.


" Baik, terima kasih karena sudah mengantar ku".


"Hem".jawabnya tanpa menoleh.


" Assalamu'alaikum ".ucapnya sambil membuka pintu mobil lalu dia pun turun dari mobil yang di naikinya.


" Waalaikumsalam".balasnya pelan hampir tidak terdengar.


Beana pun berjalan memasuki gang sempit untuk menuju ke arah kontrakannya, sambil hatinya bertanya-tanya dengan perubahan sikap laki-laki tadi.


"Seperti nya Tuan itu marah!

__ADS_1


Apa semua gara-gara aku salah bicara?Ah ngga tau ah, aku pusing memikirkan nya. "


bersambung


__ADS_2