
Bayi mungil berparas sangat cantik itu tetap terlelap dalam gendongan wanita cantik yang bernama Santi.Entah mengapa wanita itu benar-benar begitu sangat bahagia saat menggendongnya. Walaupun dirinya belum menikah tapi rasa sayangnya kepada bayi cantik yang berada di gendongannya begitu besar.Dalam hati kecilnya bertanya-tanya ada apa dengan dirinya? Apakah ayah dari bayi yang kini dia gendong laki-laki yang di kenalnya? Ataukah hanya perasaannya saja karena jujur saja wajah bayi ini begitu familiar di matanya.
"Lama-lama kepalaku jadi pusing memikirkan nya! gerutunya dalam hati.
Beana memperhatikan ke arah wanita yang menjadi Bosnya itu terlihat sekali kalau dirinya sedang memikirkan sesuatu.
"Bu Santi kenapa?
Wanita itupun langsung tersadar dari lamunannya dan melihat Ibu muda itu sambil tersenyum.
" Saya tidak apa-apa".jawabnya dengan sedikit gugup.
"Saya kira Ibu kenapa-kanapa".
" Ana boleh saya menanyakan sesuatu sama kamu?
"Tanya apa Bu?
Sebelum wanita itu bicara tiba-tiba pintu ruang rawat itu terbuka.Tampaklah sepasang suami-istri kini memasuki ruangan itu.
" Assalamualaikum ".ucap keduanya.
" Waalaikumsalam ".jawab Beana dan wanita yang mengendong anaknya itu berbarengan.
Kedua pasangan paruh baya itupun langsung mendekati brankar di mana Ibu muda itu kini sedang berbaring.
" Kamu baik-baik saja Nak? tanya wanita separuh baya itu.
"Alhamdulilah Bu, Pak Ana baik-baik saja".ucapnya sambil tersenyum.
"Alhamdulilah.Terus terang tadi Ibu sama Bapak benar-benar takut, takut kamu kenapa-kenapa".katanya dan membuat hati Ibu muda itu mendadak menjadi menghangat saat mendengarnya.
" Apa bayi kamu di azan kan? tanya laki-laki itu.
Beana menggelengkan kepala nya tanda belum.
"Ya sudah biar Bapak azan kan dulu".
" Iya Pak. Terima kasih ".katanya dan laki-laki itupun mengangguk.
" Coba Ibu mau lihat cucu Ibu".ucapnya sambil mendekati wanita yang sedari tadi menggendong bayi itu.
__ADS_1
Santi pun langsung menyerahkan bayi itu kepada wanita itu.
"Terima kasih".ucapnya.
" Sama-sama Bu".
"Oh ya Bu kenalkan ini Bu Santi Atasan Ana di tempat kerja".
Wanita itupun mengangguk dan tersenyum.
" Saya Santi Bu".
"Salam kenal Bu Santi".
"Ngomong-ngomong Ibu sama Bapak kok tau kalau Ana sudah melahirkan dan di rawat disini?
Santi pun mendekati Beana dengan rasa bersalah karena sudah terlalu lancang menggunakan handphonenya
" Maaf Ana saya yang tadi menelponnya memakai handphone kamu untuk ke sini".ucap Santi.
"Jadi Ibu?Tidak apa-apa Bu. Terima kasih Bu".kata Beana.
"Saya kira kamu akan marah sama saya".
Laki-laki itupun mendekati istrinya yang sedang menggendong bayi itu.
"Cantik ya Pak".katanya kepada suaminya.
" Iya.Sini biar Bapak gendong mau bapak azani".katanya sambil mengambil bayi di gendongan istrinya.
Laki-laki itupun langsung mengazani bayi merah itu dan itu membuat hati Beana begitu bahagia tanpa terasa air matanya pun menetes di kedua pipinya.
"Seharusnya kak Sehan yang mengazani nya bukan orang lain".batinnya dalam hati.
Pemandangan itu membuat suasana begitu haru.
Setelah beberapa saat kemudian kini bayi yang masih tertidur lelap pun di taruh di bok bayi.
" Bapak pulang duluan karena masih ada kerjaan yang tertunda dan Ibu yang akan menjaga kamu".ucap laki-laki paruh baya itu.
"Iya Pak. Terima kasih".kata Beana dan laki-laki itupun mengangguk.
__ADS_1
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam ".
Setelah kepergian laki-laki itu Santi pun pamit dan besok dirinya akan datang lagi.
Di tempat parkir.
Santi melihat seseorang
"Bukannya itu Bapaknya Beana? tanyanya dalam hati.
" Biar aku hampiri saja, aku benar-benar penasaran dengan Beana".
Tanpa ragu wanita itu menghampiri laki-laki itu yang kini sedang berada di dekat mobilnya.
"Selamat siang pak".sapanya dan laki-laki itupun melihatnya.
" Ah iya selamat siang Bu. Bukankah Anda Bos Ana di tempat kerja?
"Iya pak.Boleh kita bicara sebentar".
" Boleh Bu".
"Kalau begitu kita ke kantin rumah sakit biar lebih nyaman mengobrol nya. "saran Santi dan laki-laki itupun menurutinya.
Kini keduanya sedang berada di dalam kantin.Setelah memesan minuman keduanya kini pun mulai berbicara
"Saya ingin tahu tentang Beana putri Anda".
" Maaf Bu ralat Beana bukan putri saya".
"Apa maksud Bapak?tanyanya sedikit terkejut.
" Beana bukan putri kami, Beana hanya seseorang yang kebetulan mengontrak di tempat kami. "
"Jadi kalau Anda bukan orang tuanya terus di mana kedua orang tuanya?
" Kami pun tidak tau Bu. Saat dirinya mengontrak di tempat kami gadis itu hanya seorang diri tanpa sanak saudara dan yang paling membuat kami sok saat itu dirinya dalam keadaan hamil. tanpa seorang suami.Terus terang Bu kami begitu kasihan kepadanya karena di usia yang masih muda dirinya harus berjuang sendirian tanpa ada orang yang menemaninya."ucapnya panjang lebar.
Wanita itu hanya terdiam mendengarkan nya.Lalu laki-laki itupun pergi karena ada urusan.
__ADS_1
"Sebegitu berat beban yang di tanggung kamu Beana".ucapnya di dalam hati.
bersambung