Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
25


__ADS_3

Sebulan kemudian


Pagi itu Beana mencoba menggunakan testpack, dia begitu penasaran apakah kejadian malam itu dirinya hamil atau tidak.Apalagi dia merasakan ada sesuatu yang berbeda di dalam tubuhnya.


Akhir-akhir ini dia merasakan tubuhnya terasa begitu mudah lelah.


Dengan perasaan tidak menentu dia mencoba mencelupkan alat itu kedalam wadah yang berisi urinenya.Dalam hatinya dia berdoa agar dia tidak hamil


"Semoga tidak hamil".gumamnya dalam hati.


Detik demi detik dia menunggu dan tidak beberapa lama kemudian dia pun mengambilnya


Deg... deg... deg


Benda itupun jatuh dari tangannya bersamaan dengan suara


Bruk


Tubuhnya jatuh ke lantai kamar mandi dengan hati yang hancur.Wajahnya di tenggelamkan di antara kedua kakinya diapun menangis.


Gadis itu pun larut dalam kesedihannya.Ingin sekali dia berteriak sekencang- kencang nya tapi Gadis itu hanya bisa menutupi mulutnya dengan kedua tangannya dengan air mata yang terus tumpah membasahi kedua pipinya.


"Positif".ucapnya.


" Apa yang harus aku lakukan?Apa? tanyanya dengan pikiran kacau.


Setelah lama dirinya berada di kamar mandi diapun keluar masih dengan pikiran kacau dia melangkah ke arah meja belajarnya. Sampai di sana diapun mencari-cari sesuatu.Di acak-acak semua barangnya tapi benda yang di carinya belum juga di temukan.


Dia merasakan tubuhnya mendadak lelah dan membuatnya jatuh lunglai di lantai tapi tangannya masih sibuk mencari-cari benda itu.


Saat dirinya mendapatkan benda berupa cater dirinya mencoba untuk menggoreskan ke arah tangannya.

__ADS_1


"Aku harus melakukan ini".ucapnya tapi sesaat sebelum dia mulai melukai tangannya tiba-tiba sebuah benda jatuh tepat di pangkuannya dan membuat tangisnya pecah kembali.


" Astaghfirullah alazim." ucapnya beberapa kali.


"Apa yang aku lakukan, ya Allah ampuni hamba karena tadi mencoba untuk bunuh diri".ucapnya sambil menggenggam sesuatu yang terjatuh tadi tepat di dalam pangkuannya.


Di genggam nya benda itu.Dan dia pun teringat ucapan seseorang yang memberikan nya.


" Jangan lupa sholat lima waktu dan perbanyak lah berzikir".pesannya sambil memberikan sebuah tasbih berbentuk gelang yang sangat indah.


"Ayah".ucapnya dengan suara sedikit lirih.


" Maafkan Ana Ayah Ibu!Maafkan


Ana karena telah mengecewakan kalian".


"Apa Ayah dan Ibu akan memaafkan Ana?tanyanya sambil menggenggam erat tasbih pemberian dari Ayahnya.


Hingga tiba-tiba terdengar suara handphonenya berbunyi.


" Ibu".


Handphone itupun masih terus berdering tapi gadis itu masih terdiam


Setelah gadis itu bisa meredam tangisnya dia pun mengangkat teleponnya.


"Assalamualaikum Ibu".


" Waalaikumsalam . Bagaimana kabar kamu Ana?


"Alhamdulilah Ana baik Bu.Bagaimana kabar Ibu sama Ayah? ucapnya sambil menutupi mulutnya agar Ibunya tidak mendengar isak tangisnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah Ayah sama Ibu baik.Syukurlah kamu baik-baik saja,sekarang hati bu sedikit tenang jujur saja dari tadi malam hati Ibu sedikit tidak tenang karena kepikiran kamu nak.Tapi kamu benar-benar tidak apa-apakan?


Gadis itu menahan isak tangisnya ternyata perasaan seorang Ibu begitu peka, apa yang kini dia alaminya dari jarak jauh pun Ibunya juga merasakannya.


"Ana.Ana kamu masih di sana kan?


Beana menghapus air matanya dan menekan emosinya.


" Ya Bu, maaf tadi Ana ke kamar mandi sebentar ".ucapnya berbohong.


" Kamu tidak apa-apakan? tanyanya lagi.


"Ana baik-baik saja Bu.Oh ya Ayah mana Bu?ucapnya mengalihkan pembicaraan.


" Ayah sedang keluar ".


" Salam buat Ayah ya Bu?


"Iya.Kapan kamu pulang ke Bogor?


" Insya Allah jika libur Ana pulang Bu".


"Baiklah Ibu tunggu ya".


" Iya Bu.Assalamu'alaikum ".


" Waalaikumsalam ".


Panggilan itu pun terputus dan tangis gadis itupun kembali meledak.


" Maafkan Ana Ibu Ayah. Ana sudah mengecewakan kalian!

__ADS_1


Maafkan Ana ".ucapan nya begitu lirih dengan air mata yang terus jatuh di kedua pipinya.


bersambung


__ADS_2