
Mobil avanza bergerak meninggalkan area restoran kini mobil itu melaju ke arah jalan raya bergabung dengan kendaraan bermotor lainnya.
Sehan mengemudikan mobilnya sendiri dengan Beana duduk di samping kemudi sedangkan putri mereka duduk anteng di bagian kursi penumpang sambil memainkan mainan yang tadi di belikan oleh kakaknya Santi.
"Kak Se".panggil Beana memulai pembicaraan.
Laki-laki yang sedang menyetir itupun melihat kearah wanita nya.
" Kenapa Be".
"Bisa ngga kalau hari ini kakak anterin kami pulang ke kontrakan? tanyanya dan membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya dengan raut bingung.
" Kenapa kamu ingin pulang ke sana?
"Ana ingin menginap semalam saja di sana, Ana merindukan tempat itu kak".
" Baiklah".ucapnya dan membuat wajah istrinya pun tersenyum.
"Terima kasih".ucapnya senang.
"Tapi ada syaratnya".katanya dan membuat wanita nya pun langsung melihat kearah laki-laki yang telah menjadi suaminya.
"Ada syaratnya?
" Iya".
"Apa syaratnya?tanyanya ingin tau.
" Aku ikut kamu menginap di sana".ujarnya dan membuat istrinya itupun terkejut dengan apa yang barusan di ucapkan oleh suaminya.
"Ngga usah terkejut sayang.Kita ini sudah menjadi sumi istri masa tinggal nya terpisah".
" Tapi kak tempat kontrakan Ana kecil".
"Memangnya kenapa kalau kecil?
" Ana takut nanti kakak tidak akan nyaman karena tempat nya sempit ".ucapnya jujur dan laki-laki itupun tersenyum.
" Itu malah bagus Be".ucapnya sambil tersenyum smirk.
"Bagus apanya?
" Karena kita bisa berdekatan terus".katanya sambil menarik turunkan alisnya menggoda istrinya dan wajah wanitanya itu langsung berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Kenapa wajah kamu merah Be? tanyanya menggoda istrinya.
Tanpa kata istrinya langsung mencubit pinggang suaminya
__ADS_1
" Aduh sakit Be".ucapnya sambil tangan kirinya mengusap-usap pinggang nya yang sakit terkena cubitan.
"Biarin, makanya jangan mesum terus".
" Ya apa salahnya kalau aku itu mesum Be, orang mesumnya juga sama istri sendiri."ucapnya membela diri.
Keduanya pun terus berdebat hingga suara seseorang menghentikan perdebatan keduanya
"Ayah Bunda".panggilnya sambil berdiri di tengah-tengah kursi mereka.
"Ada sayang? tanya sang Ayah sambil melihat wajah putrinya di kaca spion depan.
"Kenapa Ayah dan Bunda bertengkar?tanyanya dan membuat kedua pasutri itupun terdiam karena mendengar pertanyaan dari bibir putrinya.
" Kami tidak bertengkar sayang hanya saja Ayah dan Bunda sedang bercanda saja tadi."
"Apa itu benar Ayah?tanyanya dan laki-laki itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
Di saat putrinya itu ingin bertanya lagi dengan cepat dia pun langsung berbicara lagi.
"Samara mau duduk di pangkuan Bunda?
" Mau".ucapnya dan gadis kecil itupun langsung pindah ke depan dan dia pun duduk anteng di pangkuan sang Bunda hingga tak lama gadis kecil itupun tertidur.
"Akhirnya si cantik tepar juga".ucap suaminya sambil tersenyum melihat wajah putrinya yang kini sedang tertidur.
" Mungkin kecapean ".jawab Beana sambil mengusap-usap punggung putrinya dengan lembut.
Laki-laki itupun membukakan pintu mobil di mana istrinya duduk sambil memangku putrinya yang masih tertidur lelap.
" Biar aku yang menggendong nya".ujarnya sambil mengambil tubuh putrinya dan dia pun langsung menggendong nya.
Beana pun langsung ikut keluar sambil membawa mainan putrinya dan keduanya pun berjalan beriringan memasuki gang sempit untuk menuju ke rumah kontrakan.
"Be".
" Iya kak".
"Kamu sudah lama tinggal di sini?
"Lima tahun, Ana sudah tinggal di sini selama lima tahun kak".
" Mengapa kamu memilih tinggal di sini Be? Bukankah tempat ini terlalu jauh dari tempat kerja kamu?
"Ana memang sengaja membutuhkan tempat ini untuk bersembunyi".
" Bersembunyi?Bersembunyi dari siapa?
__ADS_1
"Bersembunyi dari semua orang yang mengenali Ana kak".
Laki-laki itupun terdiam dan tidak bertanya-tanya lagi karena takut membuka luka lama wanita nya.
Akhirnya keduanya pun terdiam tanpa bicara. Sepanjang perjalanan keduanya pun menjadi perhatian semua orang karena pakaian yang mereka kenakan masih sama keduanya menikah.
Keduanya pun tidak menyadari kalau mereka menjadi pusat perhatian.Hingga tak lama keluarga kecil itupun sampai di rumah kontrakan.
Ceklek
(suara pintu di buka)
Seperti biasa sebelum masuk keduanya pun mengucapkan salam tapi tiba-tiba langkah keduanya pun terhenti saat keduanya merdengar suara seseorang memanggilnya
Keduanya pun menoleh hingga mereka pun jadi saling pandang
"Ana".
" Ibu Diah".katanya sambil berjalan memeluk wanita separuh baya itu.
"Kamu sudah sehat Ana?tanyanya sambil melepaskan pelukannya.
" Alhamdulillah sudah Bu".jawab nya.
"Ibu benar-benar khawatir sama keadaan kamu saat nak Santi jemput Ara dan dia juga bilang kalau kamu sedang sakit".
Beana pun tersenyum sambil menggenggam kedua tangan wanita itu.
" Terima kasih Bu karena sudah mengkhawatirkan Ana".
"Sama-sama." ucapnya lalu dia pun melihat seorang laki-laki asing yang sedang menggendong cucunya itu.
"Laki-laki ini siapa? tanyanya ingin tau.
" Ah iya perkenalkan ini Kak Sehan suami Ana".ucapnya dan membuat wanita itupun menjadi terkejut sedangkan Sehan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan wanita itupun menyambutnya sambil terus melihat ke arah nya.
"Saya Sehan".ucapnya sambil tersenyum selepas bersalaman.
"Ini suami kamu Ana?
" Iya Bu".jawabnya
"Mirip Samara ya".katanya jujur.
Kedua pasutri itupun hanya tersenyum.
" Iya Bu mirip ".jawab Beana membenarkan.
__ADS_1
" Ya kan memang aku adalah Ayah biologis nya".ucapnya dalam hati.
bersambung