
Pasangan suami istri itupun langsung bangun dari duduknya dengan tergesa-gesa,mungkin jika ada orang dewasa selain mereka berdua orang itu pasti akan mentertawakan nya. Sungguh keduanya merasa seperti pasangan yang terkena razia oleh petugas satpol PP.Dengan cepat keduanya pun merapihkan pakaian mereka dan selanjutnya kedua pasangan itupun berbagi tugas seperti sekarang ini mereka lakukan.
Sehan bergegas membuka pintu kamar di mana putrinya kini berada sedangkan Beana berjalan ke arah dapur untuk membuat sarapan.
Laki-laki itupun perlahan-lahan kamar membuka handle pintu hingga terdengar suara
Ceklek
Suara pintu terbuka dan terlihat seseorang yang kini sedang duduk di atas tempat tidur sambil tangannya mengusap-usap kedua matanya sepertinya putri kecilnya itu habis menangis.
"Ayah".ucapnya setelah laki-laki itu mendekat dan memeluk nya.
"Kenapa sayangnya Ayah menangis?tanyanya sambil mengusap air mata putrinya.
" Karena Ayah sama Bunda tadi hilang".jawabnya sambil terisak.
Sehan pun terkejut mendengar ucapan putrinya. Lalu dia pun berpikir
"Apa mungkin Samara tadi sedang bermimpi ya?tanyanya dalam hati lalu dia pun kembali fokus dengan putrinya.
"Ayah sama Bunda tidak hilang sayang hanya saja tadi Ayah sama Bunda sedang melaksanakan sholat subuh berjamaah di ruang depan".ucapnya memberitahu.
Gadis kecil itu mendongakkan kepalanya yang sedari tadi di sembunyikan di dada sang Ayah.
" Jadi Ayah sama Bunda tadi tidak pergi ninggalin Ara?
Laki-laki itupun tersenyum lalu dengan gemas dia pun mencubit hidung mancung putrinya hingga gadis itu langsung mengusap-usap hidungnya yang tadi terkena cubit.
"Ayah".protesnya namun laki-laki itupun tertawa mendengar saat putrinya mengatakan itu.
"Habis kamu menggemaskan".jawabnya dan membuat gadis kecil itupun sedikit cemberut.
" Hey, putri Ayah yang cantik. Kamu tau nggak,kalau orang yang sering cemberut nanti pasti kamu akan berubah menjadi seorang Nenek-nenek.Samara mau seperti itu? tanyanya dan gadis kecil nya itu hanya menggelengkan kepala nya tanda tidak.
"No.no Ara tidak mau".protesnya dan laki-laki itupun hanya bisa tersenyum dengan melihat tingkahnya yang sangat menggemaskan di matanya.
__ADS_1
" Ya sudah lebih baik Ara bangun terus langsung mandi,Ayah akan membantu Ara mandi.Apa Ara mau?
Gadis kecil itupun menganggukkan kepala nya
"Ara mau"
"Ya sudah ayo".ajaknya dan gadis kecil itupun langsung bangun dari tempat tidur dengan menggandeng tangan kanan Ayahnya dan keduanya berjalan beriringan menuju ke arah pintu membukanya.
Sepanjang perjalanan menuju ke kamar mandi gadis kecil itupun terus saja berbicara dan lagi-lagi laki-laki itupun hanya mendengarkan anaknya berceloteh.
Beana tersenyum melihat interaksi keduanya yang semakin lengket seperti perangko, bahkan dirinya merasa kalau putrinya kini tidak lagi membutuhkan nya.
"Kenapa tiba-tiba hatiku merasa sedikit cemburu saat melihat kedekatan mereka berdua.Aduh Beana sadarlah mereka berdua adalah suami mu dan juga putrimu. "gumamnya dalam hati sambil memukuli kepalanya sendiri dan semua tingkahnya tak pernah luput dari pandangan seseorang.
Di saat dirinya sedang sibuk dengan pikiran nya tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan dia pun tau siapa pelakunya
" Kak".
"Iya".
" Maunya sih gitu tapi Ara bilang sama aku dia mau mandi sendiri ".ucapnya dan itu membuat Ibu muda itupun langsung melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.
"Loh kok di lepas sih Be".protesnya
"Ana mau lihat Ara dulu".jawabnya sambil melangkah meninggalkan nya lalu berjalan menuju ke kamar mandi dan mengabaikan suaminya.
Sejujurnya hati laki-laki itu marah karena istrinya itu mengabaikan nya tapi sekarang ini dirinya harus bisa menahan rasa kesalnya dan juga keinginannya agar selalu dekat istrinya tapi lagi-lagi dirinya harus mengalah karena putrinya yang masih membutuhkan perhatian lebih dari Ibunya.
Akhirnya untuk menghilangkan rasa kesalnya dia pun berinisiatif membantu membawakan semua sarapan ke ruang depan.
Wajah laki-laki begitu bahagia karena inilah adalah momen pertamanya sarapan bersama sebagai keluarga.Ya lebih tepatnya sebagai seorang suami dan juga seorang Ayah.
Laki-laki itupun tersenyum senang
"Sudah lama aku menunggu hari ini tiba dan sekarang semuanya kini sudah menjadi kenyataan. Alhamdulillah".ucapnya dalam hati
__ADS_1
Pandangan matanya tertuju kepada kepada dua orang wanita yang sangat di cintainya itu kini sedang berjalan menuju ke arahnya.
" Ara sama Ayah dulu Bunda mau ambil baju untuk kamu".ucap Ibu satu anak itu kepada putrinya dan gadis kecil itupun menganggukkan kepala nya lalu langsung berjalan menuju di mana Ayahnya kini berada.
" Ayah".panggilnya dan langsung memeluk tubuh laki-laki itu yang kini sedang duduk di lantai beralaskan karpet bulu.
"Hap.Em anak Ayah sudah wangi ".pujinya sambil mencium pipi tembem putrinya karena gemas.
"Kan Ara sudah mandi Ayah".
"Benarkah?tanyanya dan gadis kecil itupun menganggukkan kepala nya.
"Hebat putri Ayah".pujinya dan membuat gadis kecil itupun tersenyum senang karena mendapatkan pujian dari Ayahnya.
Seperti biasa keduanya pun langsung mengobrol seperti biasa dan itu membuat Beana tersenyum melihatnya.
"Ara sini sayang pakai baju dulu".panggilnya kepada putrinya dan gadis kecil itupun langsung mendekat ke arah ibunya.
Saat ibu muda itu memakaikan baju tiba-tiba berhenti ketika sang putri mulai menanyakan sesuatu
" Bunda".
"Iya ada apa sayang?
" Kenapa leher Bunda merah-merah begitu, apa Bunda sakit? tanyanya dan itu membuat kedua orang dewasa itu menjadi saling pandang karena kikuk.
Beana pun menjadi malu sedangkan si pembuat itu hanya cengengesan.
"Ah ini, Bunda tadi habis di gigit serangga dan kamu mau ngga serangganya itu besar loh".ucapnya menyindir si pembuat tanda karena kesal.
" Serangganya besar?tanya putrinya polos.
"Iya sangat besar".jawabnya masih menatap kesal kepada suaminya dan suaminya hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Wah gawat sepertinya dia benar-benar marah.Kalau itu terjadi bisa-bisa ngga dapat jatah".ucapnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung