Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
49


__ADS_3

Dengan langkah gontai kedua gadis itupun berjalan menuruni tangga.Hati keduanya pun kini benar-benar begitu sok saat mendengar kalau sahabat nya kini tidak lagi tinggal di sana.


"Kenapa sih kita berdua benar-benar bodoh, seharusnya kita berdua lebih peka dengan perubahan sikap Ana akhir-akhir ini tapi kita berdua memang benar-benar bodoh".umpat Rasty setelah keduanya masuk kedalam mobil.


" Iya. Kita berdua memang benar-benar bodoh".kata Almira dengan wajah sedikit sedih.


"Bahkan kita tidak tau keberadaan Ana sekarang, apakah keadaannya baik-baik saja atau.. ".kata Rasty sambil menangis.


Keduanya pun menangis dalam diam dan keduanya masih berada di halaman rumah kost.


" Kemana kita akan mencarinya? Bahkan kita tidak tau tempat tinggalnya yang di Bogor".Rasty menambahkan.


"Kita berdua bukan sahabat yang baik untuk Ana karena kita berdua tidak ada untuknya".ucap Almira dengan sedikit menyesal.


Kini keduanya larut dengan pikiran masing-masing sedangkan di tempat berbeda


Beana kini sudah berdiri di depan wastafel di mana di dalamnya sudah banyak tumpukan piring, gelas dan sendok garpu juga beberapa peralatan lainnya.


Setelah memakai sarung tangan gadis itupun melakukan pekerjaan nya dengan sangat hati-hati agar tidak ada yang pecah nantinya.


Hati gadis itupun kini begitu senang karena sekarang ini dirinya sudah bisa mendapatkan pekerjaan,ya walaupun hanya sebagai pencuci piring tapi inilah pekerjaan pertama nya dan dia akan melakukan nya dengan senang hati.


"Ana".panggil seseorang.


Gadis itupun menoleh saat mendengar suara seseorang

__ADS_1


" Mba Dira".


"Makan siang dulu terus istirahat sebentar ini sudah masuk waktu makan siang".


" Baik Mba, tapi kerjaan aku gimana?katanya sambil melihat ke arah wastafel yang masih banyak cucian piring di dalamnya.


"Biar aku gantikan sekarang kamu istirahat kasihan nanti dede bayinya kelaparan".ucapnya sambil tersenyum.


" Terima kasih Mba, aku istirahat dulu ".


" Oke".jawabnya sambil melihat kearah Beana yang sudah berjalan keluar dari pantry.


Semua teman kerja Beana sudah mengetahui kalau dirinya sedang berbadan dua, gadis itu terpaksa harus mengatakan tentang keadaannya yang sedang hamil agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.


Beana duduk di dekat lokernya sambil membuka makan siangnya.Dia melihat ke arah nasi kotaknya ada daging rendang,telur balado dan juga lalapan diapun tersenyum lalu berdoa sebelum memakannya.


Setelah berdoa dia pun langsung menuju mushola untuk melaksanakan sholat zuhur, sehabis itu dia pun kembali menuju pantry.


"Terima kasih Mba sudah membantu aku".katanya sesudah sampai.


Wanita itupun tersenyum


" Iya sama-sama. Kalau begitu aku kembali ke depan ya".


Gadis itupun mengangguk iya.

__ADS_1


Setelah kepergian wanita itu Beana langsung kembali melanjutkan tugasnya untuk mencuci piring hinga piring kotor itupun kini sudah bersih semuanya.


"Alhamdulillah".katanya sambil. membuka sarung tangannya, tiba-tiba saja hatinya cukup sedikit gelisah ada rasa rindu dalam hatinya


" Ayah Ibu Ana kangen ".katanya tanpa terasa dia pun meneteskan air mata nya.


" Maafkan Ana Ayah Ibu, maafkan karena Ana sudah meninggalkan kalian ".


Dalam beberapa detik hatinya benar-benar di landa gelisah kini dirinya menjadi dilema.


" Ana".panggil seseorang dan membuyarkan lamunannya.


Dia melihat seseorang sedang membawa alat -alat makan yang kotor dan menaruhnya di dalam wastafel.


Ana pun mendekati wastafel.


"Banyak yang makan ya Mba?


" Iya. Aku balik ke depan dulu di sana lagi ramai lagi banyak yang sedang makan siang di sini".


"Iya Mba".jawab Beana sambil. kembali memakai sarung tangan karetnya untuk segera mencucinya.


" Semoga saja ini akan menjadi awal yang indah untuk kita berdua baby" . Ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2