
Beana kini duduk sofa dengan wajah juteknya dan membuat laki-laki yang kini juga duduk tak jauh darinya menjadi tersenyum dan membuat wanita yang masih diliputi dengan rasa marah itu menjadi meradang.
"Kenapa kak Se senyum-senyum begitu memangnya ada yang lucu? tanyanya dengan nada sedikit tinggi.
Laki-laki itupun sangat terkejut atas perkataan wanitanya barusan.
" Ngga kok Be, kakak cuma".ucapnya terhenti saat wanita nya itu kembali berbicara
"Cuma apa?tanyanya sambil melipat kedua tangannya di atas dadanya.
Laki-laki itu bisa menarik napasnya dalam-dalam lalu dia pun menghembuskannya pelan-pelan.Dalam hatinya pun berkata
"Mau berbicara salah, tidak berbicara juga salah juga. Sungguh benar-benar bingung apa yang harus aku lakukan".
Hening.Suasana kembali hening ketika keduanya kini sama-sama terdiam.
Sehan akhirnya memulai pembicaraan lagi
" Be".panggilnya dan wanita itupun melihat ke arahnya dengan tatapan tajam yang membuat laki-laki itu menjadi ragu untuk berbicara.Tapi setelah terdiam sejenak dia pun mulai berbicara lagi
"Aku tau kamu marah sama aku!
Aku tau kamu sangat membenci aku!
Dan aku mengaku salah dan aku akan menerima semua konsekuensinya. Jadi sekarang ini aku persilahkan kamu untuk mengeluarkan semua kekesalan kamu dan aku akan mendengarkan nya".
__ADS_1
Wanita itupun mengerutkan keningnya.
"Apa maksud kak Se? tanya nya tidak mengerti.
Sehan pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sungguh wanita nya ini ternyata masih seperti gadis polos nya padahal sekarang dia melihat kalau gadis nya ini sudah cukup banyak berubah tapi kenapa sikap polosnya sama sekali tidak berubah.
"Hey Tuan muda saya ini sedang berbicara dengan anda, apakah anda mendengar nya?ucapnya tapi laki-laki masih tetap terdiam mungkin sedang melamun dan itu membuat wanita itu mulai kembali kesal.Tanpa kata dia pun bangun dari duduknya lalu tangannya langsung mengambil bantal sofa dan
Bruk
Dia pun langsung melemparkan nya ke arah laki-laki yang masih duduk sambil melamun.
Sehan pun tersadar dari lamunan nya dan dia terkejut saat seseorang sedang berdiri di hadapannya sambil memukulinya dengan bantal sofa.
" Sakit?Bukankah tadi kakak bilang kalau Ana harus mengeluarkan semua kekesalan yang ada di dalam hati, lalu kenapa sekarang kakak protes".ucapnya sambil terus memukulinya dengan bantal.
"Ya aku tau Be tapi".protesnya.
" Ngga usah tapi-tapian karena kesakitan yang kakak rasakan tidak seberapa dengan apa yang aku alami".ucapnya dan membuat laki-laki itupun terdiam lalu dia pun pasrah di pukuli oleh wanitanya.
Beana melihat laki-laki itupun kini hanya diam akhirnya dia pun menghentikan pukulannya.
Dan
Bruk
__ADS_1
Beana menjatuhkan tubuhnya di lantai dan menekuk kedua kakinya lalu seketika tangisnya pun pecah.Wanita itu pun menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Sehan mendengar suara tangis dari wanitanya itu membuat hatinya merasa teriris sungguh kini dia merasa kan betapa berat beban yang di tanggung nya.
Tanpa kata dia pun langsung mendekati wanita nya dan memeluknya, ya walaupun dirinya tau kalau wanita tidak akan menolaknya.
Tak ada kata-kata yang bisa di ucapkannya tapi jujur dalam hatinya yang terdalam dirinya benar-benar sangat mencintai ibu dari anaknya.
"Kakak jahat!
"Ana benci sama kakak!
Laki-laki itu hanya terdiam sambil terus memeluknya erat bahkan dia pun tidak perduli kalau wanita nya terus saja berontak untuk menolak pelukan nya tapi laki-laki itu tidak perduli dirinya malah semakin memeluk erat wanita nya.
" Lepaskan kak".pintanya sambil mencoba melepaskan pelukan laki-laki itu.
Sehan hanya terdiam pura-pura tidak mendengar nya dan membuat wanita yang di peluknya itupun terdiam.
Bahkan kini tiba-tiba dia merasakan tangisan wanita nya semakin kencang.
"Maaf".ucapnya dan tanpa terasa dia pun ikut menangis karena dia merasa kan bahwa wanita nya kini benar-benar sedang meluapkan emosinya yang sudah lama terpendam.
" Maafkan kakak Be".
bersambung
__ADS_1